Ilustrasi nasi (Sumber gambar: Pille R. Priske/Unsplash)

Nasi Dingin Jauh Lebih Baik dari Nasi Panas? Ini Penjelasannya Genhype

02 February 2022   |   17:28 WIB
Image
Rezha Hadyan Hypeabis.id

Tak bisa dipungkiri, nasi sudah menjadi makanan sumber energi yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Bahkan, tak sedikit diantaranya yang merasa dirinya belum makan walaupun sudah menyantap sumber energi lainnya seperti roti, mi, kentang, dan lain-lain.

Tentu saja, hal tersebut tak terlepas dari kebiasaan yang sudah mendarah daging dari generasi ke generasi. Sepintas, kebiasaan ini baik-baik saja, akan tetapi jika ditilik lebih lanjut nasi ternyata berpotensi meningkatkan gula darah dalam tubuh meningkat lantaran punya indeks glikemik tinggi.

Nasi mengandung zat pati yang terbagi menjadi dua jenis, yakni zat pati yang bisa dicerna dan sebaliknya atau tidak bisa dicerna. Zat pati yang bisa dicerna perlu diwaspadai karena menjadi penyebab meningkatnya gula darah, khususnya bagi pengidap diabetes mellitus.

Lantas, apakah sebaiknya kita mengurangi konsumsi nasi atau menggantinya dengan sumber energi lainnya?

Menurut dokter spesialis gizi Brawijaya Hospital Saharjo, dr. Melyarna Putri MPH, M. Gizi, SpGK, sebenarnya ada cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi potensi meningkatnya gula darah akibat konsumsi nasi. Caranya mudah saja, yakni mengonsumsi nasi dingin, alih-alih nasi hangat yang baru matang.

"Faktanya memang demikian, nasi dingin kadar gulanya lebih rendah. Di rice cooker itu lebih baik setelah matang didinginkan dulu agar kadar gulanya tidak tinggi,"  katanya pada Healthy Class, Diet Sehat Makan Enak, Badan Bugar Hypeabis di Brawijaya Hospital Saharjo, Jakarta baru-baru ini.

Manfaat nasi dingin juga sudah dibuktikan dalam sebuah publikasi medis oleh NCBI. Penelitian tersebut membuktikan bahwa nasi dingin memiliki zat pati resisten yang tinggi sehingga lebih aman dikonsumsi pasien diabetes. Nasi tersebut memiliki zat pati resisten hampir tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan nasi panas. 

Melyarna menyarankan orang-orang yang sedang diet untuk mengonsumsi nasi dingin sebagai alternatif sumber energi. Sebab, kalori yang ada pada nasi dingin jauh lebih sedikit dibandingkan dengan nasi panas. "Kalori yang ada pada nasi dingin juga jauh lebih sedikit dibandingkan dengan nasi panas," jelasnya.

Adapun, pada publikasi medis NCBI disebutkan bahwa kalori di dalam nasi dingin juga menurun lebih dari 50 persen dari sebelumnya saat masih panas. Tentunya, ini adalah kabar baik bagi penderita diabetes mellitus yang masih ingin mengonsumsi nasi.

Walaupun demikian, nasi dingin perlu penanganan ekstra dibandingkan dengan nasi hangat yang hanya perlu disimpan dalam penghangat nasi. Sebab, jika penyimpanannya tidak benar berpotensi mengakibatkan keracunan akibat spora atau jamur.


Editor: Gita
SEBELUMNYA

Concept Nyx Dell Mungkinkan Bermain Gim Lebih Fleksibel

BERIKUTNYA

6 Rekomendasi Film & Serial Disney+ Hotstar yang Tayang Februari 2022

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: