Karya Seniman Teguh Ostentrik berjudul The Dream of Mother dipamerkan pada Art Jakarta Gardens 2024 di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Selasa (23/4/2024). (sumber gambar Hypeabis.id/Arief Hermawan P)

Menyibak Representasi Patung & Instalasi di Art Jakarta Gardens 2024

24 April 2024   |   09:00 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Art Jakarta Gardens menjadi perhelatan kedua Art Jakarta yang memenuhi kalender bursa seni rupa di Tanah Air pada 2024. Mengusung konsep pameran di luar ruangan, art fair berskala internasional ini menghadirkan sejumlah karya yang didominasi karya patung dan instalasi dari puluhan galeri di dalam dan luar negeri.

Art Jakarta Gardens 2024 telah memasuki perhelatan ketiga. Sejak pertama kali digelar pada 2022 untuk merespon pandemi Covid-19, ekshibisi ini terus memberikan nuansa baru bagi publik seni, terutama dalam menikmati karya dari para seniman lintas generasi.

Narasi tema personal hingga bagaimana para perupa merespons realitas berkelindan dalam gelaran yang berlangsung pada 24-28 April itu. Sederet karya dengan nuansa jenaka baik dalam merespon tradisi hingga sejarah juga memperkaya siapa saja yang mengalaminya.

Kerumunan orang antri mengelilingi beberapa karya yang dipacak di luar ruang, seperti pedestrian dan dua tenda yang ada di Hutan Kota by Plataran, Senayan, Jakarta. Mereka tampak antusias menikmati instalasi patung hingga karya dwimatra yang dipamerkan oleh 23 galeri dalam acara ini.

Baca juga: Art Jakarta Gardens 2024 Resmi Dibuka, Hadirkan Puluhan Karya Patung & Instalasi 
 

hahaj

Karya sculpture Red Hibiscus buah tangan Pintor Sirait. (sumber gambar Hypeabis.id/Prasetyo Agung Ginanjar)

Memasuki art fair dari Lobi Pedestrian, pengunjung akan disambut sculpture Red Hibiscus dari Pintor Sirait. Karya bermedium stainless steel itu mengimak bunga kembang sepatu yang didominasi warna merah. Patung ini merespons ruang hijau di mana ada objek kupu-kupu di kelopaknya.

Sekira dua puluh langkah dari lobi, kita juga akan disuguhi karya pematung Teguh Ostenrik. Membawa karya bertajuk The Dream of Mother, seniman kawakan ini menawarkan tema yang lebih personal mengenai hubungan antara ibu dan anak yang terefleksi dalam dua objek patung abstrak, yang berdiri saling berdekatan.

Teguh juga masih mengeksplorasi bronze casted sebagai material karya, sehingga meninggalkan kesan rustic yang menyatu dengan alam. Meski tampak abstrak, tapi visual yang tampil seolah menggambarkan figur ibu yang ingin memeluk si buah hati, sementara sang anak tampak berlari menuju dekapan sang ibu.

Seniman yang belakangan menekuni NFT itu menjelaskan bahwa karya ini memang berangkat dari pengalaman personal. Menurut Teguh, seorang ibu akan selalu menganggap anaknya sebagai sosok kanak-kanak, meski mereka sudah dewasa. Ini berbeda dengan sosok ayah, yang bahkan bisa menjadi teman akrab atau yang lain. 

"Secara insting, ibu itu memang tidak mau anaknya dewasa. Dia tetap harus bergantung pada sang ibu. Sedangkan kalau bapak biasanya kan malah menyuruh untuk berkembang, bahkan harus jatuh bangun," katanya saat ditemui Hypeabis.id.
 

Seniman Teguh Ostentrik berpose di dekat karyanya yang berjudul The Dream of Mother pada Art Jakarta Gardens 2024 di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Selasa (23/4/2024)

Seniman Teguh Ostentrik berpose di dekat karyanya yang berjudul The Dream of Mother pada Art Jakarta Gardens 2024 di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Selasa (23/4/2024). (sumber gambar Hypeabis.id/Arief Hermawan P)

Melalui payung presentasi galeri, sejumlah pematung muda juga turut menghadirkan karyanya dalam Art Jakarta Gardens 2024. Salah satunya adalah karya Wina Luthfiyya Ipnayati bertajuk Merekah, yang menggunakan medium resin, duco gloss paint, varnish, dan wood. Didominasi palet pink dan kuning, karya ini menampilkan suasana yang hangat sekaligus sensual.

Karya-karya lain yang ditunggu dalam Art Jakarta Gardens 2024 tentunya adalah sajian dari Galleries. Sektor utama yang kian ambisius karena menyajikan ribuan karya seni baik dua dan tiga dimensi di dua tenda A dan B. Para galeries juga menampilkan karya terbaiknya, baik di dalam bilik art fair dan di luar ruangan.

"Dibanding tahun lalu, sebenarnya tidak ada perbedaan signifikan yang kami hadirkan di tenant. Memang ada beberapa seniman yang saya bawa tahun lalu, tapi tahun ini tidak saya bawa. Dari segi penjualan saya juga tidak memasang target, yang penting pengeluaran kita ter-cover aja kita udah senang," tutur Founder CG Artspace, Christiana Gouw.

Tahun ini juga Art jakarta Gardens juga menghadirkan berbagai acara spesial, termasuk dengan menyajikan program hasil kolaborasi antara sejumlah seniman dengan mitra kolaborasinya. Salah satunya Digital Treasury dengan seniman Naufal Abshar. 

Dalam karya kolaborasi tersebut sang seniman merancang koin emas untuk edisi terbatas yang disajikan dalam instalasi khusus dengan tajuk Gold is King. Karya seni ini menyoroti keutamaan emas sepanjang masa. Salah satunya lewat figur keledai – yang menjadi ciri khas Naufal. 

Selain itu, program ini juga menampilkan karya hasil kolaborasi antara seniman Tomy Herseta dengan penyedia jasa internet iForte. Sang seniman menampilkan karya berjudul We Hear You’re Here and There. Karya tersebut merupakan instalasi bunyi spasial yang mengandung berbagai unsur interaktif guna mencerminkan realitas era digital pada saat ini yang terfragmentasi. 

Baca juga: Kemegahan Instalasi Gigantik Gold is King Naufal Abshar di Art Jakarta Gardens 2024

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Kemegahan Instalasi Gigantik Gold is King Naufal Abshar di Art Jakarta Gardens 2024

BERIKUTNYA

Gemini AI Bakal Punya Fitur Musik Hingga Respons Real-time

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: