Ilustrasi berkarier musik dengan pasangan (Sumber Foto: Freepik)

Hypereport: Mengelola Perbedaan Pendapat & Rasa Jenuh saat Berkarier Bersama Pasangan

13 February 2024   |   14:53 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Bekerja dengan pasangan memang memiliki tantangannya tersendiri. Saat berkarier bersama, suami dan istri akan bertemu seharian penuh, di saat yang sama juga mengemban dua peran sebagai rekan kerja dan pasangan. Belum lagi kalau sudah dikaruniai anak, ada tanggung jawab sebagai orang tua. 

Tak terkecuali pasangan yang menekuni industri kreatif, seperti musisi, seniman, desainer, dan lainnya. Tentu ada masanya mereka bakal dihadapkan dengan perbedaan pendapat, baik soal visi artistik maupun pembagian tugas dalam rumah tangga. Selain itu, kejenuhan dalam hubungan juga menjadi persoalan yang tak bisa dihindari. 

Baca juga laporan terkait: 
1. Hypereport: Sajak Cinta dan Melodi Romantis Pasangan Musisi yang Berkarier Bersama
2. Hypereport: Tangan Dingin Couplepreneur Membangun Ladang Cuan
3. Hypereport: Pasangan Seniman yang Merayakan Cinta Lewat Seni Rupa
4. Hypereport: Pasangan Seniman Terkenal di Dunia

Indriyani Virginia, Psikolog Klinis dari Pusat Konsultasi Psikologi RamaniYA, mengajak kalian untuk melihat sisi positif bekerja dengan pasangan. Memang, suami istri akan menghabiskan banyak waktu bersama, tapi mereka akan punya lebih banyak waktu untuk saling mengenal dan memahami. 

"Waktu yang dihabiskan bersama akan membuat mereka memiliki pemahaman lebih dalam untuk satu sama lain, melalui banyaknya diskusi dan upaya-upaya untuk memecahkan masalah terkait pekerjaan maupun urusan domestik seperti pendidikan dan tumbuh kembang anak," kata Indriyani, kepada Hypeabis.id

Tak bisa dimungkiri, meski sudah lama hidup bersama, suami istri dengan profesi yang berbeda akan memiliki area masing-masing untuk berkembang. Artinya, ada sisi lain dari pasangan yang tidak diketahui oleh satu sama lain.

"Bekerja bersama membuat seluruh aktivitas pasangan jadi terpantau, mulai dari circle pertemanannya, bagaimana interaksi dengan rekan kerjanya, serta bagaimana dia menyelesaikan konflik," ujar Indriyani. 
 

Meski begitu, suami dan Istri tetap harus punya pembagian waktu yang jelas supaya urusan pekerjaan dan rumah tangga tidak tercampur. Penting sekali untuk membuat aturan soal jam, pastikan waktu bekerja dipakai untuk bekerja dan waktu bersama keluarga dihabiskan untuk quality time dengan pasangan atau anak. 

"Cobalah buat daftar urusan pekerjaan dan rumah tangga yang saat ini sedang mengganggu pikiran, dengan begitu kita bisa melihatnya secara terstruktur sehingga tidak ruwet seperti benang kusut di kepala," kata Indriyani.

Dari daftar tersebut, urutkan topik apa saja yang harus segera didiskusikan dengan pasangan. Dengan catatan, tidak mencampur obrolan soal pekerjaan dan rumah tangga. Perbedaan pendapat sewaktu-waktu bisa terjadi saat berdiskusi, Indriyani menyarankan supaya komunikasi tetap terjaga.

Cobalah mendengar lebih banyak untuk memahami sudut pandang pasangan, sehingga bisa menghargai perbedaan. Selain itu, upayakan membangun komunikasi yang jujur dan terbuka. Kalau ada yang mengganjal segera diungkapkan. Jangan menyembunyikan perasaan atau melemparkan kode atau isyarat tertentu dengan harapan pasangan kita bisa peka. Hal ini justru bahaya karena rentan menimbulkan kesalahpahaman.

"Saat terjadi perbedaan pendapat, ingat kembali tujuan awalnya yaitu untuk mencari solusi yang sehat dan menguntungkan kedua pihak," ujar Indriyani. 

Baca juga: Hypereport: Menggali Kembali Harta Karun Warisan Budaya
 

Wajar untuk Merasa Jenuh dalam Hubungan 


Bahtera rumah tangga yang dibina bertahun-tahun mungkin tak selamanya harmonis dan romantis. Ada kalanya pasangan kreatif menemukan titik jenuh, apalagi pasangan yang bekerja bersama memiliki waktu seharian penuh untuk bertemu. Rutinitas yang monoton, seperti berangkat kerja, pulang ke rumah, lalu besoknya kerja lagi terkadang bisa sangat menyesakkan. 

Sukmadiarti Perangin-angin, psikolog dari Positive Consulting memaparkan bahwa sebetulnya wajar merasakan jenuh atau bosan dalam hubungan. Namun sebelumnya cari tahu dulu apa pemicunya. Apakah kita hanya jenuh dengan keadaan sehari-hari yang monoton atau justru jenuh pada pasangan?

Rasa jenuh bisa muncul ketika pasangan suami istri menjalani keseharian yang monoton. Padahal sebetulnya ada banyak fase yang akan dialami dalam menjalani kehidupan rumah tangga, bahkan sejak hari pertama menikah. Mulai dari bulan madu, lalu hamil anak pertama, anak kedua, punya cucu, dan seterusnya. Semua fase dalam kehidupan dan cobaan-cobaan yang menyertainya, membuat suami dan istri terus berkembang dan saling memahami.

"Jadi selalu ada warna yang berbeda dalam pernikahan, bahkan sampai usia tua nanti yang penting jaga perasaan cinta kita kepada pasangan sehingga selalu bersemi dan terjaga," katanya.

Intinya ketika jenuh dengan keadaan sehari-hari, suami istri masih bisa mengatasinya dengan mengenang dan memaknai fase-fase yang dialami selama menjalani rumah tangga. Bisa juga dengan menghadirkan warna baru dalam hubungan dengan melakukan hobi atau kegiatan menarik bersama. Namun, bagaimana jika rasa jenuh tersebut dipicu oleh pasangan kita sendiri?

“Jenuh pada pasangan biasanya dipicu oleh rasa cinta yang mulai memudar. Jangankan pasangan yang sudah tua, yang muda juga bisa pudar cintanya kalau tidak dipupuk terus," kata Sukma.

Hal-hal yang bisa memudarkan cinta salah satunya adalah luka lama yang dipendam. Misalnya saat terjadi konflik yang tidak terselesaikan dengan baik, mereka tidak bisa lupa dengan luka tersebut sehingga rasa sakitnya dipelihara terus dan suatu saat berubah jadi kebencian.

"Kalau ingin terus menumbuhkan cinta sampai tua, maka ketika ada luka segera obati dengan pemaafan," ujarnya.

Apabila suami dan istri mau berbesar hati memaafkan kesalahan pasangannya, ikatan di antara mereka akan semakin kuat. Dengan begitu kehidupan pernikahannya pun tidak akan monoton karena rasa cinta tersebut tetap ada. 

Baca juga: Hypereport: Melukis Pesan, Mengukir Kesadaran, dan Mengubah Tindakan

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

6 Tahapan & Proses Pembuatan Film Dokumenter

BERIKUTNYA

4 Fakta Menarik Serial Komedi Kacau Tayang 16 Februari di Netflix, Karya Anyar Raditya Dika

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: