Ilustrasi Pasangan Musisi (Sumber Foto: Freepik)

Hypereport: Sajak Cinta dan Melodi Romantis Pasangan Musisi yang Berkarier Bersama

13 February 2024   |   11:34 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Siapa sangka, musik bisa menyatukan dua insan yang sedang dimabuk asmara. Dewasa ini tak sedikit pasangan musisi yang menekuni musik bersama, berawal dari hobi sampai mantap berkarier. Musik mengiringi langkah mereka sejak awal bertemu, menjadi sepasang kekasih, sampai resmi bersanding di pelaminan. 

Sebut saja duo Endah N Rhesa, selain partner dalam bermusik, keduanya juga pasangan suami istri yang sudah mengarungi bahtera rumah tangga sejak belasan tahun lamanya. Sepanjang kariernya Endah N Rhesa telah merilis lima album studio dan dua album live yang mengusung genre Folk, Jazz, Blues, Rock N Roll dan Ballads.
 

Baca juga laporan terkait:
1. Hypereport: Pasangan Seniman Terkenal di Dunia
2. Hypereport: Tangan Dingin Couplepreneur Membangun Ladang Cuan
3. Hypereport: Pasangan Seniman yang Merayakan Cinta Lewat Seni Rupa


Pasangan ini pertama kali bertemu sejak bergabung dengan band rock di awal 2003. Merasa cocok, keduanya memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih. Setahun setelahnya, Endah dan Rhesa berpisah dengan band tersebut karena sibuk kuliah dan perbedaan visi misi. Meski begitu, mereka keluar di waktu yang berbeda.
 
Endah kemudian bersolo karier merilis album mini bertajuk The New Beginning yang diproduseri oleh Rhesa. Khususnya untuk single berjudul When You Love Someone,  Rhesa menambahkan instrumen thump bass dan meleburnya bersama vokal dan gitar.

"Seiring waktu, karena sudah berpacaran, ada keinginan untuk bermusik bersama lagi. Akhirnya tercetuslah membuat duo Endah N Rhesa," ujar Endah kepada Hypeabis.id.

 
 

Selama menjalani formasi duo, mereka saling memahami dan menghormati masing-masing perannya dalam bermusik. Selain itu yang tak kalah penting, Endah dan Rhesa menjaga komunikasi yang intens sepanjang waktu. Misalnya dengan membicarakan topik soal musik yang mereka sukai.

"Kami saling bertukar referensi, informasi atau pengetahuan, seserdahan saling kirim link youtube atau reels yang seru mengenai musik," katanya. 

Pemilik nama asli Endah Widiastuti tersebut juga memastikan dia dan suami saling memberikan ruang untuk pengembangan kreativitas dalam membuat musik. Misalnya Rhesa ingin mendalami mastering engineer jadi dia akan banyak menghabiskan waktu di studio, sementara Endah ingin mengembangkan komunitas songwriting club jadi akan menghabiskan banyak waktu bertemu banyak orang. 

"Ada ruang buat masing-masing untuk tumbuh dan berkembang tanpa harus ada tekanan dari satu sama lain," ujar Endah.

Namun, seperti yang kita tahu pasangan dengan profesi sama, biasanya terkendala oleh pembagian waktu antara karier dan keluarga. Namun, baik Endah maupun Rhesa tak mau ambil pusing, keduanya menyelesaikan persoalan ini dengan lancar. Menurut Endah, kuncinya terletak pada komunikasi yang mereka bangun dengan baik. 

"Sepanjang 15 tahun usia pernikahan dan 20 tahun bermusik sama-sama, semuanya jadi lebih sederhana. Intinya semua dibicarakan, apa pun masalahnya dihadapi bersama dan cari solusi yang bikin kita sama-sama bahagia," kata Endah.

Penting sekali membangun komunikasi yang sehat dan terbuka. Rahasia sekecil apapun yang dipendam, lama kelamaan akan menjadi bom waktu yang suatu saat bisa meledak dan menghancurkan satu sama lain.

"Kami ngobrol tanpa ada rasa 'enggak enakan' karena kami saling percaya bahwa kami tidak akan saling menjatuhkan," jelas Endah.

Menurutnya, boleh saja berargumen dalam sebuah diskusi. Masing-masing bebas untuk mengambil sikap setuju atau tidak setuju dalam menanggapi suatu hal. Namun, jangan sampai perbedaan ini membuat kita jadi cekcok.

"Justru hal-hal itu malah seru dan membuat kita mengenal dan menghargai satu sama lain. Yang paling penting, apapun hasil obrolan dan diskusinya kita akan tetap bersama-sama," ujarnya.

 

 
Pasangan musisi lainnya, yakni Aviwkila yang terdiri dari Thana Ajeng dan Uki Diqie juga punya cerita yang menarik untuk dibahas. Keduanya bertemu dan berpacaran sejak masih duduk di bangku kuliah sekitar 2006 lalu. Ajeng dan Uki sempat bergabung dengan band kampus dan bermusik dari cafe ke cafe. 

Setelah lama menjadi sepasang kekasih, keduanya mantap melanjutkan ke jenjang pernikahan pada April 2018. Walaupun sudah dikaruniai dua anak, pasangan ini tak pernah berhenti berkarya. Ajeng dan Uki pun membentuk duo Aviwkila yang aktif sampai sekarang.

"Awalnya tidak ada rencana untuk kerja bareng dalam bidang musik, karena aku sudah bergabung dalam band dan Thana juga sudah berhenti nyanyi," kata Uki kepada Hypeabis.id.

Bermusik pun hanya dilakukan sebatas hobi saja. Mulanya Thana dan Uki rajin meng-cover lagu-lagu penyanyi lain dalam format video berdurasi 15 detik yang dulu sempat populer di Instagram. Sampai akhirnya mereka diundang sebagai bintang tamu dalam sebuah program TV. Ternyata banyak audiens yang menyukai penampilan mereka sebagai duo.

"Sebagai duo, kita punya pembagian peran masing-masing, aku mengurus audio (musik) dan sosial media, kalau istriku visualnya seperti video klip, outfit, dan lainnya," ujar Uki.

Sampai saat ini Aviwkila telah merilis lagu-lagu populer seperti Doa Untuk Kamu, Hei Kamu, Tangguh, Lahir. Menariknya, setiap bait-bait dalam lirik lagunya selalu menebarkan positif vibes, seperti ajakan untuk mencintai diri sendiri, rasa syukur untuk tuhan, ungkapan sayang untuk pasangan, harapan untuk sang buah hati, dan lainnya yang sangat menginspirasi.

Bicara soal membagi waktu antara karier dan keluarga yang menjadi persoalan sejumlah pasangan musisi, Uki dan Thana juga sempat mengalami kendala karena hal ini. Jauh sebelum terbentuknya Aviwkila, mereka sering kali diragukan 

"Dulu saat masih bergabung dengan band waktu kuliah, banyak yang meragukan karena kita kan pacaran tapi ada di grup yang sama, takutnya terjadi cekcok dan konflik lainnya," kata Thana.

Lebih lanjut ibu dua anak tersebut memaparkan, dari sanalah aku dan suami membiasakan diri untuk membagi waktu untuk pekerjaan dan urusan pribadi. Masing-masing porsinya tidak ada yang dominan, semua seimbang.

"Memang dibandingkan dengan sekarang, dulu kita pakai 100 persen waktu untuk kerja, sekarang sudah berkeluarga, bagaimana caranya supaya anak-anak enggak merasa ditinggalkan oleh kita," kata Thana.

Kuncinya adalah fokus, misalnya saat bersama anak dan pasangan maka habiskan waktu yang berkualitas untuk mereka, sementara waktunya kerja hanya dipakai untuk kerja saja. Mereka juga menyadari pentingnya komunikasi yang sehat dan terbuka dalam hal pekerjaan dan urusan keluarga.

"Aku set jam 8-10 pagi untuk bikin konten, lalu selebihnya untuk keluarga, nanti setelah Maghrib kerja lagi, misalnya upload konten di media sosial," ujar Uki.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Optimalkan Peluang Investasi Pada Tahun Naga Kayu, Cek Sektor Pembawa Cuan

BERIKUTNYA

5 Ide Hadiah Valentine Low Budget

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: