Leker Gajahan Bapak Fathoni Jr (sumber gambar : lekergajahan / instagram)

Strategi Tiga Pelaku Usaha Jadikan Kuliner Tradisional Naik Kelas

22 August 2023   |   23:08 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Indonesia memiliki ragam kuliner nusantara yang begitu kaya dan menggugah selera, mulai dari jajanan tradisional hingga kuliner khas daerah. Beberapa kuliner Indonesia bahkan dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia sebut saja rawon, rendang, sate, hingga siomay.

Maka tak heran bila bisnis kuliner tradisional akan terus berkembang di tengah gempuran berbagai kuliner luar kekinian. Para pelaku usaha pun berlomba-lomba menghadirkan cita rasa terlezat dan terus berinovasi mengembangkan bisnisnya agar naik kelas, salah satunya dengan beradaptasi melalui platform digital.

Salah satu pemilik usaha jajanan tradisional yang sukses membawa usahanya naik kelas adalah Sulistyono pemilik usaha Leker Gajah Bapak Fathoni Jr. Berkat kegigihannya dalam memperkenalkan kelezatan leker gajahan, kuliner ini terus diburu oleh masyarakat lokal dan wisatawan bahkan telah menjadi salah satu ikon kuliner khas Solo.

Baca jugaMengenal Histori Kuliner Sichuan, Ragam Hidangan Pedas dari Barat China

Pria yang akrab disapa Tyo ini mengisahkan bahwa leker gajahan yang dikembangkannya ini berasal dari resep sang mertua. Diakui olehnya bahwa sang mertua yang bernama Bapak Fathoni telah berjualan leker keliling di wilayah Gajahan sejak 1968.

Ingin usaha tersebut naik kelas, Tyo dan istrinya lantas mencoba mengembangkan leker gajahan tersebut sejak 2012 lalu secara lebih kekinian. Dia mulai dengan menjajakannya dari bazar kuliner di kampung sampai akhirnya bisa masuk ke dalam pusat perbelanjaan.

Tak disangka, Leker Gajahan Bapak Fathoni Jr mendapatkan antusiasme positif dari pengunjung. Hal ini mendorong Tyo untuk berani membuka outlet pertamanya di Solo Paragon Mall. Melihat antusiasme dan adanya permintaan pelanggan untuk menyediakan pesan-antar makanan, Tyo memutuskan bergabung dengan layanan pesan antar makanan online pada 2017.

Melalui online food delivery tersebut, bisnisnya makin berkembang dia bahkan bisa mengirimkan pesanan pelanggan dengan cepat sehingga cita rasanya dapat tetap terjaga karena langsung sampai ke tangan konsumen dalam keadaan hangat.

“Saat pandemi 50% pendapatan Leker Gajahan Bapak Fathoni Jr berasal dari online food delivery seperti GoFood,” ucapnya.

Saat ini, Leker Gajahan Bapak Fathoni Jr kian berkembang dan telah memiliki 6 cabang di wilayah Gajahan, food factory Solo Paragon Mall, street food Solo Paragon Mall, The Park Mall, Luwes Gentan Park, Rest Area KM 456 tol Salatiga, serta mampu mempekerjakan hingga 20 karyawan.

Selain leker, jajanan tradisional lainnya yang juga banyak diburu adalah es dawet. Salah satu minuman dawet yang telah berdiri sejak puluhan tahun adalah Dawet Telasih Yu Dermi, tepatnya pada 1930 lalu sehingga menjadikannya sebagai salah satu kuliner legendaris di kota Solo yang hadir bersamaan dengan dibangunnya Pasar Gede Hardjonagoro.

Baca juga4 Rekomendasi Kuliner Khas Bali yang Ramah di Kantong

Dawet Telasih Yu Dermi menjadi jajanan wajib para wisatawan ketika berkunjung ke Solo. Kesegaran minuman ini tidak perlu diragukan lagi karena semua bahan baku yang digunakan berasal dari bahan alami, baru, dan tanpa bahan pengawet.

Di samping itu, Dawet Telasih Yu Dermi juga masih menjaga proses memasak tradisional dengan menggunakan dapur yang sama yang telah digunakan secara turun menurun seperti tungku dan alat-alat masak tradisional lainnya.

Pada 2006, usaha kuliner Dawet Telasih Yu Dermi dijalankan oleh generasi ketiganya yakni oleh Tulus Subekti atau yang kerap disapa Ibu Utik. Agar bisnisnya dapat berkembang lebih luas, Ibu Utik terus berinovasi dan sering mengikuti bazaar kuliner di mall. “Kami juga terus menyempurnakan bentuk kemasan bagi pelanggan yang tidak makan di tempat,” tuturnya.

Lokasi penjualan yang berada di dalam pasar terkadang membuat pelanggan malas untuk antri menunggu ketersediaan tempat duduk. Ditambah lagi saat pandemi melanda sehingga Ibu Utik harus memutar otak untuk mempertahankan pendapatan.

Hingga akhirnya pada 2020, anak pertama Ibu Utik, yakni Yudith menyarankan untuk bergabung ke dalam layanan online food delivery. Setelah bergabung, setiap hari dia mendapatkan pesanan sehingga sangat membantu dalam meningkatkan jumlah penjualan per bulan. Para pelanggan pun jadi punya alternatif ketika malas pergi ke pasar.

“Dalam sehari kami dapat menjual 100-200 porsi secara offline dan penjualan online melalui GoFood juga mencapai ratusan transaksi per bulan. Selain itu, aplikasi GoBiz juga sangat membantu pencatatan transaksi usaha kami yang kini sudah ada 3 cabang di Kota Solo,” jelasnya.

Bisnis kuliner tradisional lainnya yang terus berkembang adalah Selat Viens. Bisnis yang didirikan oleh pasangan Hariyadi dan Sri Sumarni sejak 2008 ini telah menjadi salah satu restoran ikonik yang menyajikan berbagai hidangan dengan cita rasa khas Kota Solo.

Mengusung konsep daily food, Selat Viens menawarkan pengalaman mudah bagi pelanggan yang ingin menikmati makanan khas Solo untuk sehari-hari dan kapanpun dengan harga terjangkau.

Setelah 8 tahun beroperasi, usaha Selat Viens dikelola oleh Serra Argo Rianda yang merupakan anak pertama Hariyadi dan Sri Sumarni.

Di tangan laki-laki berusia 35 tahun ini, Selat Viens makin berkembang dengan berbagai inovasi yang dia lakukan, termasuk dengan terus mengikuti tren sehingga menjadi kuliner andalan warga Solo. Salah satunya dengan menanamkan sistem self-service di resto, agar pelanggan dari kalangan anak muda dan pekerja kantoran dapat menikmati pesanannya dengan cepat.

Selain inovasi layanan, Serra membuka jangkauan pasar yang lebih luas dengan mendaftarkan Selat Viens di layanan OFD sehingga mereka tidak hanya mengandalkan pendapatan secara dine in dari pelanggan.

“Dengan go online kami dapat menjangkau pelanggan di ujung timur hingga barat kota Solo. Kini kami pun berhasil menambah jumlah cabang dari 8 menjadi 11 cabang yang tersebar di berbagai wilayah Surakarta,” tuturnya.

Baca jugaCatat, Ini Delapan Blind Spot yang Tak Disadari Pebisnis Kuliner

Editor : Puput Ady Sukarno

SEBELUMNYA

Kenali Penyebab Sakit Kepala Thunderclap yang Menyerang secara Tiba-tiba

BERIKUTNYA

Fakta Menarik Para Aktor & Aktris Film Gran Turismo yang Tayang Besok di Bioskop Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: