Ilustrasi Nyadran (Sumber gambar: Wikimedia/ Susilo Hendro)

10 Tradisi Unik Sambut Ramadan di Indonesia, Ada Malamang hingga Nyadran

17 March 2023   |   17:29 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Like
Ramadan tinggal menghitung hari. Menjelang puasa seperti ini ada banyak tradisi unik yang digelar masyarakat untuk menyambut bulan suci bagi umat muslim di seluruh dunia itu, tak terkecuali di Indonesia. Ya, sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Tanah Air juga memiliki segudang tradisi unik menyambut momen puasa.

Hal ini tentu saja dipengaruhi beragamnya adat istiadat dan budaya berbagai suku yang multikultur. Dihimpun dari berbagai sumber resmi, berikut tradisi unik  dan kearifan lokal yang dirayakan masyarakat jelang Ramadan di berbagai daerah Indonesia.

Baca juga: Kolak hingga Barongko, Ini 10 Makanan Khas Ramadan dari Berbagai Daerah


1. Malamang, Sumatra Barat 

Malamang merupakan tradisi menyambut Ramadan yang galib dilakukan masyarakat Minang di Sumatera Barat. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan memasak lemang bersama keluarga dan kerabat yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi jelang puasa dimulai.

Lemang merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan yang dicampur santan dan dimasukan ke dalam bambu beralas daun pisang. Proses pembuatan lemang terbilang cukup lama sehingga harus melibatkan banyak orang. Proses guyub dan kerjasama inilah yang membuat tradisi ini menjadi unik.


2. Ngubek Lauk, Jawa Barat 

Selain di Sumatra, tradisi unik jelang Ramadan juga dilakukan masyarakat di Sukabumi, Jawa Barat. Salah satunya adalah tradisi Ngubek Lauk yang selalu diikuti ribuan warga dan berlangsung secara  meriah sebelum momen puasa dimulai.

Adapun, tradisi yang dijalankan turun-temurun ini merupakan simbol kebersamaan yang selalu dilestarikan oleh masyarakat setempat. Acara yang digelar pun beragam, mulai dari menangkap ikan, panjat pinang, hingga pameran makanan yang biasanya dilaksanakan di sungai atau kolam ikan.


3. Long Bumbung, Jawa Tengah 

berpindah ke Karanganyar, Jawa Tengah, terdapat tradisi Long Bumbung yang merupakan replika meriam yang dibuat dari pangkal bambu betung. Di beberapa tempat Long Bumbung juga dikenal dengan nama Mercon Bumbung, yang disulu menggunakan api dan minyak tanah.

Adapun, bunyi yang mirip suara meriam dari Long Bumbung itu digunakan warga setempat sebagai penanda masuknya bulan Ramadan. Tujuannya, agar masyarakat menyambut dan mengisi bulan suci dengan penuh suka cita. Kegiatan ini biasanya dilakukan di tempat terbuka dan jauh dari rumah penduduk.


4. Bantai Adat, Jambi 

Masyarakat di Merangin, Jambi juga memiliki tradisi unik menyambut  Ramadan. Yaitu Bantai Adat, kegiatan penyembelihan hewan ternak, seperti sapi dan kerbau yang dilakukan beberapa hari sebelum puasa Ramadan dilaksanakan .

Laman Kemenag menuliskan, Bantai Adat diyakini masyarakat Jambi sebagai tradisi untuk menjalin mempererat tali silaturahmi menyambut Ramadan. Adapun, daging hasil penyembelihan kemudian dijual pada masyarakat setempat  di bawah harga pasaran.


5. Gebyur Bustaman, Jawa Tengah 

Kampung Bustaman di Semarang, Jawa Tengah juga memiliki tradisi unik jelang Ramadan yang bernama Gebyur Bustaman. Tradisi perang air konon ditinggalkan oleh Kiai Bustaman, seorang tokoh agama yang meninggalkan jejak budaya Islam di kota Lumpia itu. 

Adapun, tujuan dari Gebyur Bustaman adalah untuk membersihkan diri dari kesalahan dan dendam yang ada sebelum momen puasa. kegiatan ini biasanya dimulai dengan ritual pengambilan air dari sumur yang dibuat oleh Kiai Bustaman dan diarak warga sampai depan masjid setempat.

Baca juga: Serba-Serbi Ramadan, Ini Asal Usul Istilah Ngabuburit
1
2


SEBELUMNYA

Rendezvous, Game Cyberpunk Lokal Berlatar Neo-Surabaya Siap Rilis 11 April 2023

BERIKUTNYA

Jimin BTS Tampil dengan Gaya Musik Baru di MV Set Me Free Pt.2

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: