Dugderan (Sumber Gambar: Visit Jawa Tengah)

8 Tradisi Ramadan Unik dari Berbagai Negara, Ada yang Serupa dengan Indonesia

02 March 2025   |   11:30 WIB
Image
Muhammad Agus Suyitno Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara

Genhype, bulan suci Ramadan selalu menjadi momen yang penuh makna bagi seluruh umat Muslim di berbagai penjuru dunia. Akan tetapi, tahukah Genhype bahwa setiap negara memiliki tradisi unik yang dilakukan selama bulan penuh berkah nan suci ini. 

Tradisi-tradisi ini tidak hanya mencerminkan keindahan budaya lokal, tetapi juga memperlihatkan bagaimana umat Muslim di berbagai belahan dunia merayakan bulan penuh berkah ini. Beberapa tradisi bahkan mirip dengan yang ada di Indonesia, lho! Yuk, kita bahas lebih lanjut. 

Baca juga: 10 Tradisi Unik Sambut Ramadan di Indonesia, Ada Malamang hingga Nyadran 


1. Indonesia: Dugderan & Padusan

Di Indonesia, suasana Ramadan terasa istimewa dengan tradisi Dugderan di Semarang. Tradisi ini melibatkan pawai budaya, pasar malam, dan tabuhan bedug sebagai simbol dimulainya bulan puasa.

Selain itu, masyarakat di beberapa daerah juga mengadakan Padusan, yaitu mandi besar sebagai simbol penyucian diri sebelum memasuki bulan Ramadan. Tradisi ini menjadi momen kebersamaan yang penuh makna, dengan keluarga dan teman-teman berkumpul untuk mempersiapkan diri secara spiritual. 
 

2. Mesir: Lentera Fanous & Mesaharaty

Lentera Fanous (Sumber Gambar: egyptianstreets.com)

Lentera Fanous (Sumber Gambar: egyptianstreets.com)

Dilansir dari Egyptian Streets, suasana Ramadan di Mesir dihiasi dengan lentera warna-warni yang disebut Fanous. Lentera ini digantung di rumah-rumah, jalanan, dan masjid, menciptakan atmosfer yang hangat dan meriah. Tradisi ini sudah ada sejak era Dinasti Fatimiyah dan menjadi simbol kegembiraan menyambut bulan suci.

Selain itu, ada juga tradisi Mesaharaty, yaitu seseorang yang berkeliling membangunkan warga untuk sahur dengan tabuhan drum dan nyanyian khas. Tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari Ramadan di Mesir. 
 

3. Turki: Davulcu & Tradisi Iftar 

Tradisi merayakan Ramadan di Turki tidak lengkap tanpa kehadiran para Davulcu, yaitu penabuh drum tradisional yang berkeliling pada pagi buta untuk membangunkan warga agar tidak melewatkan sahur. Tradisi ini sudah berlangsung selama berabad-abad dan menjadi bagian dari identitas budaya Turki.

Selain itu, masyarakat Turki juga dikenal dengan tradisi berbagi makanan berbuka puasa, dengan meja-meja panjang diisi oleh berbagai hidangan lezat untuk dinikmati bersama. 
 

4. India: Seheriwalas atau Zohridaars 

Sehariwalas (Sumber Gambar: timesofindia.indiatimes.com)

Sehariwalas (Sumber Gambar: timesofindia.indiatimes.com)

Dilansir dari Times of India, suasana Ramadhan di India terasa semarak dengan tradisi unik yang dilakukan oleh kelompok bernama Seheriwalas (atau Zohridaars). Selama bulan suci, mereka berkeliling kota pada pagi hari sambil meneriakkan nama Allah dan Nabi dengan lantang. Biasanya, Seheriwalas mulai beraksi sekitar pukul 02.30 waktu setempat, membawa tongkat untuk mengetuk pintu rumah warga sebagai tanda pengingat. 
 

5. Qatar: Garangao 

Dilansir dari Qatar Day, ada tradisi unik bernama Garangao, yang dirayakan pada pertengahan bulan Ramadan. Anak-anak mengenakan pakaian tradisional dan berkeliling dari rumah ke rumah untuk mengumpulkan permen dan kacang-kacangan. Tradisi ini mirip dengan Halloween, tetapi dengan nuansa Ramadan yang kental. Garangao menjadi momen yang sangat dinantikan oleh anak-anak dan keluarga di Qatar. 
 

6. Pakistan: Chand Raat 

Chand Raat (Sumber Gambar: White Star)

Chand Raat (Sumber Gambar: White Star)

Dilansir dari Dawn, tradisi merayakan Ramadan di Pakistan dikenal dengan Chand Raat, yang berlangsung pada malam sebelum bulan puasa dimulai. Pada malam ini, pasar-pasar dipenuhi dengan orang-orang yang membeli pakaian baru, perhiasan, dan makanan untuk menyambut Idul Fitri. Selain itu, masyarakat Pakistan juga memiliki tradisi menghias tangan dengan henna sebagai simbol kebahagiaan dan persiapan menyambut hari raya. 
 

7. Uni Emirat Arab: Kanon Ramadan

Tradisi merayakan Ramadan di Uni Emirat Arab ditandai dengan suara meriam yang disebut Kanon Ramadan. Suara meriam ini menandai waktu berbuka puasa dan menjadi simbol kebersamaan di seluruh negeri. Tradisi ini sudah berlangsung sejak zaman dahulu dan tetap dilestarikan hingga kini sebagai bagian dari budaya lokal. 
 

8. Malaysia: Bazar Ramadan 

Dilansir dari Malaymail, suasana Ramadan di Malaysia terasa semarak dengan kehadiran Bazar Ramadan yang tersebar di seluruh negeri. Bazar ini menjadi tempat favorit masyarakat untuk membeli makanan berbuka puasa, seperti nasi lemak, ayam percik, dan kue tradisional. Selain itu, Bazar Ramadan juga menjadi ajang berkumpulnya keluarga dan teman-teman untuk menikmati suasana Ramadan yang penuh kehangatan.

Tradisi-tradisi unik ini menunjukkan betapa kaya dan beragamnya budaya umat Muslim di seluruh dunia dalam merayakan bulan Ramadan. Meskipun berbeda cara dan kebiasaan, semangat kebersamaan, kasih sayang, dan ibadah tetap menjadi inti dari perayaan bulan suci ini. Beberapa tradisi, seperti membangunkan orang untuk sahur dan bazar Ramadan, juga mirip dengan yang ada di Indonesia. 

Baca juga: 7 Rekomendasi Tempat Ngabuburit di Jakarta, Masjid Istiqlal sampai MBloc Space

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

50 Ucapan Penuh Makna Untuk Menyambut Bulan Suci Ramadan 2025

BERIKUTNYA

Chiki Fawzi Mengenang Mendiang Marissa Haque Lewat Koleksi Busana Nglethis Series

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: