Smartphone telah jadi perangkat elektronik penting bagi banyak orang (Sumber gambar: Unsplash/Average Tech Guy)

Tren Smartphone 2023: Layar Lipat, Ponsel Spesifik hingga Ekosistem Gawai

08 January 2023   |   09:00 WIB

Tidak terbayangkan bagaimana dunia tanpa teknologi pada era serba digital seperti saat ini. Sudah miliaran orang di berbagai penjuru dunia sangat bergantung pada perangkat dengan layar berukuran rata-rata 6 inci di tangannya. Ponsel pintar alias smartphone
 
Dobrakan teknologi dan tren yang semakin masif mematahkan satu per satu ketidakmungkinan yang pernah terbersit di kepala manusia. Dari teknologi yang mulanya hanya sebagai alat komunikasi, kini teknologi serupa mampu menjadi penghasil cuan hingga menciptakan tren dan popularitas di dunia nyata. 

Baca juga: Kaleidoskop 2022: Smartphone Paling Populer & Ditunggu Sepanjang Tahun
 

Perkembangan Ponsel 

(Sumber gambar: GSM Arena)

(Sumber gambar: GSM Arena)

Beberapa dari Genhype barangkali masih ingat dengan pager. Alat komunikasi yang hits pada periode 1990-an. Teknologinya sangat sederhana, hanya menjadi perantara untuk orang berkirim dan menerima pesan pendek. Simpelnya, peger hanya dapat menyampaikan pesan satu arah. 
 
Namun, beberapa tahun kemudian alat komunikasi berkembang dengan. Muncul ragam ponsel lipat dengan tombol manual yang membantu banyak orang terhubung lebih mudah. Saat itu pengguna harus merogoh kocek tertentu untuk mengirimkan pesan singkat.
 
Bukti teknologi tidak pernah mati pun semakin nyata. Meski IBM Simon menjadi smartphone pertama di dunia yang dijual pada 1994, tidak bisa dimungkiri tren ponsel pintar mulai melonjak saat Apple mengumumkan iPhone generasi pertamanya pada 2007 lalu. 
 
Raksasa teknologi tersebut dengan produknya kala itu berhasil menciptakan branding yang menarik. Saking menariknya, mulai banyak vendor lain yang turut mengembangkan perangkat dengan kemampuan mirip. Hal ini menciptakan kompetisi sengit menggaet hati pengguna sampai sekarang. 
 
Saat ini, ponsel pintar sudah berkembang lebih jauh lagi. Smartphone terintegrasi dengan banyak fitur yang bisa diakses hanya dalam satu genggaman saja. Terkoneksi dengan perkembangan internet yang kondisinya bertahap makin cepat di Tanah Air. 
 

Pengguna Smartphone di Indonesia

(Sumber gambar: Datareportal)

(Sumber gambar: Datareportal)

Dilansir dari Data Reportal, Indonesia sudah memiliki 204,7 juta pengguna internet per Januari 2022. Analisis dari Kepios juga mengindikasikan jika pengguna internet Indonesia terus mengalami kenaikan sebanyak 1 persen antara 2021 ke 2022. Dengan capaian tersebut, Indonesia mencapai penetrasi internet yang besar, sekitar 73, 7 persen.
 
Peningkatan pengguna internet pun diprediksi mengalami kenaikan. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencatat data pengguna internet usia 15-49 tahun yang mencapai 68 persen. 
 
Sementara anak di bawah 15 tahun yang menggunakan internet sebanyak 10 persen. Artinya smartphone mulai menjadi kebutuhan juga bagi anak-anak. Ini membuktikan jika ponsel pintar sudah bersinggungan dengan segala kategori usia.
 
Tech Reviewers dan pengamat gawai, Wisnu Kumoro, menyampaikan hal senada melihat perkembangan smartphone setidaknya dalam 3 tahun terakhir. Menurutnya smartphone tidak hanya berkembang dari sisi perangkat, tapi juga kebiasaan para penggunanya. 
 
Banyaknya aspek teknologi yang dahulu terpisah-pisah, kini sudah menyatu dan hadir dalam satu genggaman perangkat ponsel pintar. Ini juga yang membuat orang melihat smartphone sebagai nyawa keduanya. Banyak yang tidak bisa lepas dari peranti tersebut untuk waktu yang lama. 
 
“Pengguna saat ini lebih memberi makna pada teknologi dari aspek kegunaan yang tentunya berbeda tiap orang. Ada faktor psikologi dan kebiasaan di dalamnya,” kata Wisnu kepada Hypeabis.id
 
Baca juga: Smartphone Bakal Pakai Lagi Baterai yang Bisa Dilepas, Ini Alasannya!
 

Tren Smartphone 2023

(Sumber gambar: Cezar Sampaio)

(Sumber gambar: Cezar Sampaio)

1. Desain Perangkat

Berbicara soal tren yang dinamis setiap tahunnya, Wisnu menyampaikan tren desain smartphone jadi salah satu hal yang cukup diperdebatkan beberapa tahun ini. Dia menyebut banyak vendor yang saling unjuk gigi menampilkan desain dan fitur ponsel terbaik. 
 
Tapi saya melihat ini sebagai hal yang akan membentuk perusahaan untuk berkembang. Sebuah fenomena positif untuk industri gadget,” kata Wisnu.

Sebagai orang yang berkecimpung di dunia gawai, Wisnu mengaku sudah melihat desain yang monoton dari smartphone yang rilis beberapa tahun ini. Bentuknya banyak yang mirip dan nihil inovasi. Tidak banyak ponsel yang berani merombak desain dengan bentuk drastis. Tak banyak perusahaan siap menerima risiko di balik pola baru itu. 
 
Hal itu memang tidak aneh. Perusahaan memerlukan waktu dan biaya besar untuk membuat smartphone tampil lebih segar. Selain itu, dibutuhkan investasi yang sangat besar untuk menciptakan desain dan fitur yang benar-benar baru atau berbeda. 
 
“Nah, desain yang tidak banyak berubah itu sengaja mereka buat untuk menjaga forecast industri tetap stabil. Tidak semua seberani itu bermain di ranah kreativitas dan menciptakan inovasi,” katanya.
 
Tampaknya pengguna pun tidak terlalu gengsi lagi untuk memegang smartphone hanya berdasarkan harganya saja. Wisnu menyebut, pengguna sudah mulai cerdas memilih perangkat yang sesuai dengan kebutuhannya. 
 

2. Smartphone Spesifik 

Oleh karena itu, akan sangat baik jika perusahaan melirik pasar baru yang lebih tersegmentasi. Misalnya, Nothing Phone yang mampu melirik pasar pengguna yang bosan dengan desain ponsel saat ini. Atau ASUS yang sukses dengan penjualan ponsel pintar khusus gim (smartphone gaming). 
 
“Perusahaan harus mulai menghadirkan hal berbeda tetapi mungkin bukan main di ranah smartphone kasual. Misalnya mulai fokus di kategori spesifik seperti smartphone gaming, Akan ada pasar tersendiri, pembelinya tersendiri, dan kita tahu bahwa industri game ini tidak akan pernah mati,” katanya. 
 
Bahkan smartphone sekelas iPhone pun mulai melirik target gaming melihat kenyataan bahwa pasar permainan video gim sangatlah besar. Sebagai perangkat ponsel yang awalnya lebih kasual, Apple mulai menambahkan fitur-fitur khusus gim seperti Apple Arcade beberapa waktu terakhir.
 

3. Smartphone Lipat & Kompak

Melihat kilas balik smartphone sepanjang 2022, Wisnu menyatakan bahwa teknologi ponsel pintar layar lipat (foldable smartphone) juga menjadi highlight. Kendati jumlahnya memang masih terbilang minim, tapi ke depan tampaknya bakal lebih banyak perusahaan yang menyediakan perangkat tersebut. 
 
“Menurut saya di 2023 ini, harusnya teknologi sekelas layar lipat sudah keluar semua. Mungkin komponennya bisa lebih wah dan harganya semakin murah sehingga akan banyak dipakai di 2023. Selain smartphone, saya rasa tablet lipat juga akan populer,” katanya.
 
Wisnu juga melihat banyak forecast yang meleset sepanjang 2022. Contohnya iPhone yang menghilangkan seri mini dari peredaran. Dia menyatakan bahwa masyarakat bakal lebih suka dengan perangkat yang berukuran medium. 

“Apalagi dengan desain yang lebih compact digenggam. Orang sudah mulai jenuh dengan layar smartphone yang terlalu kecil atau terlalu besar. Ponsel berukuran 6 inci akan jadi primadona tahun ini,” ujarnya. 
 
Adapun soal kamera boba yang tenar beberapa waktu terakhir, menurutnya, bakal ada perubahan pandangan pengguna soal fitur tersebut sebelum mereka memutuskan membeli ponsel. Trennya bukan ke arah jumlah kamera, tapi lebih ke ukuran sensor yang digunakan. 
 

4. Kompatibilitas

Tren kompatibilitas juga akan menjadi hal penting dari sisi konsumen. Perusahaan harus mampu melihat produknya sebagai sebuah ekosistem untuk terus berinovasi menciptakan produk gawai lainnya. 
 
“Keterikatan akan menjadi hal penting. Teknologi mulai bergeser lagi ke compatibility. Ini hal yang bagus untuk membuat ekosistem teknologi muncul. Misalnya kalau pengguna iPhone maka akan lebih mudah jika mereka menggunakan MacBook, dan berlaku untuk produk lainnya,” katanya.
 
Apabila melihat perkembangan smartphone dalam 2 dekade terakhir, tampaknya teknologi berhasil berkembang sebagaimana mestinya. Kemasifan ini akan terus berlanjut hingga tahun-tahun mendatang. Tentu saja banyak penggemar sudah tidak sabar menyaksikan bagaimana teknologi ponsel akan berevolusi. 
 
Wisnu menyebut, mungkin komputasi akan berubah total di masa depan, begitupun dengan cara dasar penggunaan smartphone. “Tidak ada yang tahu dan pernah terbayang dengan bentuk fisik smartphone di masa depan. Peran AI (artificial intelligence) dan metaverse akan semakin kuat, layaknya udara yang kita hirup saat ini,” katanya.
 
Barangkali smartphone belum banyak berubah sepanjang satu dekade ke depan. Mungkin yang mengalami perubahan masih masih dari segi prototipe saja. Terlebih adanya persoalan pendanaan dan geo politik yang pasti berpengaruh juga dengan perkembangan teknologi. 
 
“Dari komputer ke ponsel saja sebagai contohnya. Tidak secepat itu. Tapi yang pasti di masa depan, akan ada barang yang rasanya bisa menggantikan smartphone untuk berkomunikasi dan berkegiatan. Layaknya kita sekarang melihat pager, seperti itulah rasanya. Anak-anak kita di masa depan akan aneh dan bertanya apakah kita dahulu menggunakan smartphone yang terlihat kuno di mata mereka," tutup Wisnu.

Baca juga: Begini Cara Memilih Perangkat Smartphone, Smart Watch & True Wireless Stereo

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 
SEBELUMNYA

Begini Cara Perpanjang Paspor 2023 Lewat Aplikasi M-Paspor

BERIKUTNYA

5 Tip Agar Jadi Pelancong Ramah Lingkungan saat Traveling

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: