Ilustrasi NFT (Sumber gambar: Mohamed Hassan/Pixabay)

Keuntungan NFT Bagi Seniman, Salah Satunya Memperluas Jangkauan Kolektor

30 November 2022   |   11:17 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Like
NFT bisa diperjualbelikan atau dipindahkan kepemilikannya lewat berbagai marketplace. Harga sebuah NFT pun beragam dan bisa berubah. Selayak barang koleksi lainnya, harga akan dipengaruhi oleh berbagai hal seperti siapa kreatornya, kompleksitas karya, atau keunikan lainnya.

Satu hal yang perlu digaris bawahi, proof of ownership berbeda dengan hak cipta. Artinya, pemilik suatu NFT bisa berganti lewat aktivitas jual beli, namun hak cipta akan tetap dipegang oleh kreator, ataupun pihak yang melakukan minting terhadap karya tersebut.

Dari perspektif kreator, sistem smart contract yang disediakan teknologi NFT memungkinkan mereka untuk mengutip persentase royalti setiap kali karyanya berpindah tangan. Besaran royaltinya beragam, sesuai dengan kesepakatan awal yang mereka setujui dengan pihak platform.

"Pengintegrasian ini secara sistem akan aman, tapi yang masih bermasalah adalah apakah itu diakui atau disepakati legalitasnya," katanya.

Rain menilai bahwa pemahaman akan teknologi blockhain belum sepenuhnya jelas di berbagai negara tak terkecuali di Indonesia. Sebab, menurutnya, blockchain berkembang melewati batas-batas geografis seperti negara yang biasanya menjadi elemen penting dalam globalisasi.

Seperti misalnya dalam NFT, transaksi menggunakan koin kripto (cryptocurrency) sebagai alat pembayaran. Namun, ketika suatu lokapasar (marketplace) NFT dibuat di Indonesia, tidak boleh menggunakan nilai tukar di luar rupiah, sehingga harus merupiahkan alat tukar tersebut.

"Blockchain ini repotnya selalu menyangkut nilai yang dipertukarkan, dan nilai itu harus punya konversi dengan nilai yang diakui bersama," katanya.

Menurut Rain, selama kripto masih dianggap sebagai aset investasi, nilainya masih akan cenderung tidak stabil dimana naik turunnya akan terjadi secara drastis. Sebaliknya, ketika kripto sudah diterima sebagai sebuah nilai tukar, nilainya cenderung akan lebih stabil.

"Jadi saya kira yang perlu disiapkan adalah pemahaman secara bersama apakah kita membutuhkan hal itu, baik konsekuensinya maupun metode yang bisa dikerjakan melalui teknologi blockchain," katanya.

Baca jugaSimak Cerita Seniman Mamedz tentang Perkembangan Ekosistem NFT

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla
1
2


SEBELUMNYA

Final Kepagian Tak Terjadi, Inggris Terhindar dari Belanda di 16 Besar Piala Dunia

BERIKUTNYA

Cek Fakta Pertandingan Polandia vs Argentina

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: