Ilustrasi siswa sekolah (Sumber gambar - Unsplash - Mufid Majnun)

3 Hal Penting Siapkan Dana Pendidikan Anak, Menabung Saja Tak Cukup

07 September 2022   |   21:30 WIB
Image
Chelsea Venda Hypeabis.id

Pasangan milenial yang telah memiliki anak mesti segera memikirkan dana pendidikan buah hatinya. Sebab, pendidikan merupakan instrumen yang penting bagi masa depan sang anak. Memastikan pendidikan anak yang berkualitas harus menjadi prioritas utama orang tua.

Namun, masalahnya biaya pendidikan saat ini tidaklah murah. Biaya pendidikan setiap tahun bahkan selalu mengalami kenaikan. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui pengelolaan dana pendidikan anak sedini mungkin.

Dengan pengelolaan dana yang tepat, orang tua bisa mempersiapkan biaya pendidikan anak dengan baik, apalagi jika orang tua punya keinginan menyekolahkan anak ke luar negeri.

Baca juga: Biaya Sekolah Makin Mahal, Begini Kiat Menyusun Dana Pendidikan Anak

Rencana menyekolahkan anak hingga ke luar negeri perlu diimbangi dengan persiapan dana keuangan yang jumlahnya tidak sedikit. Jangan sampai pada masa depan terjadi kesalahan pengelolaan dan berujung pada ketidakcukupan dana untuk pendidikan anak. Oleh sebab itu, perhatikan tiga hal penting ini dalam menyiapkan dana pendidikan untuk buah hati. 
 

1. Waspada Peningkatan Biaya Pendidikan

Dana pendidikan merupakan sekumpulan uang yang dikumpulkan untuk kebutuhan anak sekolah. Di Indonesia, kebiasaan masyarakat untuk menabung memang telah meningkat setiap tahunnya.

Hasil Finansial Index Bank OCBC NISP 2022 mengungkap 46 persen masyarakat Indonesia telah menabung secara rutin. Bukan hanya itu, mereka bahkan memiliki kebiasaan menyisihkan minimal 20 persen dari pendapatan.

Masyarakat indonesia memang mulai sadar akan pentingnya menabung, tetapi apakah hal itu cukup? Perlu diketahui biaya pendidikan di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Alasan ini membuat dana pendidikan harus disiapkan dengan baik dan sedini mungkin.

Badan Pusat Statistik  mencatat inflasi dari sektor pendidikan di Indonesia pada 2021 mencapai 1,2 persen. Adapun uang pangkal pendidikan di Indonesia juga terus mengalami peningkatan.
 

2. Investasi yang Terencana Jadi Kunci

Dengan melihat tren kenaikan biaya pendidikan setiap tahun, menabung saja rasanya tidak akan cukup mencukupi rencana dana pendidikan. Wealth Managment Division Head Bank OCBC NISP Juky Mariska menerangkan berinvestasi yang terencana sesuai dengan profik risiko akan membantu kita mencapai tujuan lebih optimal.

Kunci dalam berinvestasi ialah rutin dilakukan. Selain itu, kalian perlu juga untuk menentukan jangka waktu investasi. Dengan demikian, harapannya investasi akan membantu kamu dalam mencapai goal yang diinginkan, termasuk untuk dana pendidikan anak.

“Dari pada enggak mulai sama sekali, lebih baik memulai walau dengan nominal yang masih kecil,” ujar Mariska di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (7/9).

Mariska menuturkan pasangan milenial memiliki keuntungan besar dalam berinvestasi. Sebab, mereka masih muda dan memiliki waktu lebih lama untuk meraih keuntungan jangka panjang. Mencicil dana pendidikan anak dengan jumlah yang masih kecil, tetapi konsisten lebih dianjurkan dibanding langsung dalam jumlah besar dan tidak rutin.

Pasangan milenial enggak perlu takut untuk memulai.  Seiring berjalannya waktu milenial bisa pelan-pelan menambahkan biaya investasi pendidikan anak.
 

3. Valas Bisa Jadi Alternatif

Mariska menambahkan bahwa investasi valas atau valuta asing bisa menjadi salah satu diversifikasi dalam menyusun dana pendidikan anak. Sebab, menabung saja tidak cukup kuat untuk mendapatkan return yang bisa melawan inflasi.

Untuk menyiapkan dana pendidikan anak dalam jangka pendek, masyarakat bisa memilih instrumen deposito. Untuk mempersiapkan dana pendidikan anak dalam jangka waktu panjang, masyarakat dapat memilih instrumen reksadana.

Namun, masalah lain akan muncul ketika sekolah yang dituju ada di luar negeri. Perpindahan nilai mata uang dari rupiah ke mata uang asing tentu juga akan mengalami penyesuaian. Oleh karena itu, diversifikasi investasi di mata uang asing juga jadi penting.

Mariska mencontohkan pergerakan mata uang dolar Amerika Serikat ke rupiah yang makin meningkat setiap tahun. Kalau beberapa tahun lalu nilai dolar masih Rp13.000, kini nilainya telah menembus Rp14.900. Jika seseorang hanya memiliki tabungan rupiah, tentu nilainya akan jadi berkurang ketika mata uangnya berpindah ke mata uang asing.

Baca juga: Pahami Tiga Risiko Saat Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Sebab, saat kita bersekolah di luar negeri, tentu semua transaksi yang dilakukan, dari pembayaran uang kuliah, biaya hidup, dan lainnya akan mengikuti mata uang di sana.

Editor: Dika Irawan
SEBELUMNYA

Yuk Pelajari 4 Benang Merah dalam Metode Self Healing ala Reza Gunawan

BERIKUTNYA

Penyelenggara Positif Konser Justin Bieber di Asia Masih Sesuai Jadwal

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: