Ilustrasi cara mengatur uang jajan anak. (sumber gambar: Unsplash)

Bunda, Yuk Simak 5 Cara Mengatur Uang Jajan Anak

27 July 2022   |   14:06 WIB

Mengatur uang jajan anak harus dilakukan oleh setiap orang tua, tidak memandang kondisi ekonomi berkecukupan atau berlebih. Apalagi pada era digital ini, di mana berbagai informasi dapat diakses dengan mudah, sedikit banyak turut mempengaruhi kebiasaan anak-anak dalam menghabiskan uang sakunya.

Pada prinsipnya, pemberian uang jajan kepada anak tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka, tetapi sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, supaya dapat mengelola uang dengan benar.

Nah, bagaimana sebaiknya orang tua mengatur uang jajan untuk anak-anak.  Apakah memberi uang jajan tanpa dibatasi adalah tindakan bijak? Atau kita perlu mengatur pemberian uang jajan baik secara harian, mingguan, atau mungkin bulanan.

Baca juga: Gadget Ancam Tumbuh Kembang? Begini Kata Dokter Spesialis Anak

Supaya pemberian uang jajan ini memberikan manfaat yang positif pada anak, yuk simak beberapa tip dari ahli perencanaan keuangan berikut ini.
 

1. Ketahui jumlah idealnya.

Menurut Managing Director WealthFlow 19 Technology (Motivation, Financial & Business Advisory) Hari Putra, cara paling sederhana untuk mengetahui jumlah ideal uang jajan anak adalah melalui perbandingan besaran uang jajan teman sebayanya.  “Cukup sebagai benchmark agar punya gambaran,” katanya dikutip dari Bisnis Weekend edisi 5 Agustus 2015.

Coba tanyakan dengan detail apa saja kebutuhan anak Anda, kemudian susunlah mana kebutuhan yang merupakan prioritas. Cermati mana kebutuhan anak-anak yang harus direalisasikan dan mana yang harus ditunda atau dihilangkan.
 

2. Catat kebutuhan utama anak.

Apa saja kebutuhan utama  anak-anak? Biasanya, anak- anak punya kebutuhan utama  untuk makan atau jajan saat di sekolah, biaya transportasi, hingga kebutuhan yang berkaitan dengan sekolah. Ajarkan anak-anak untuk memenuhi kebutuhan terlebih dahulu baru keinginan.
 

3. Ajarkan menabung.

Tak hanya memenuhi kebutuhan, jangan ragu untuk memperkenalkan anak-anak pada aktivitas menabung, beramal, dan berinvestasi. Ajarkan secara bertahap. Sebelum meng ajarkan pada anak-anak, orang tua juga harus memahami perbedaan menabung dan berinvestasi.

Baca juga: Ini Pentingnya Nutrisi Seimbang bagi Perkembangan Otak Anak

Kebiasaan baik di tengah keluarga misalnya berinvestasi pada emas kemudian membeli sawah, alangkah baiknya jika dapat diteruskan oleh anakanak kelak. Untuk memudahkan dalam hal kontrol, sebaiknya orang tua memberi uang saku secara mingguan kepada anakanak.

Pada satu hari tertentu, orang tua dapat mengevaluasi pengeluaran dan pemasukan anak-anak. Memberi anak uang jajan secara mingguan seperti ini akan mengajarkan mereka rasa tanggung jawab terhadap apa yang sudah diberikan orang tua.
 

4. Hitung dan bandingkan durasinya. 

Pemberian uang saku secara mingguan, pada dasarnya juga mampu membuat orang tua mengerem pengeluarannya. Coba bandingkan jika orang tua memberi uang saku secara harian atau bulanan.

Kekurangan uang jajan harian yaitu anak-anak akan berpikir orang tua memiliki banyak cadangan uang. Anak-anak pun dapat kehilangan daya juang untuk mendapatkan sesuatu. Uang jajan harian memicu anak-anak sembarangan dalam membeli makanan atau minuman.
 

5. Lakukan evaluasi.

Kemudian orang tua juga akan kehilangan kontrol. Namun, hal-hal tersebut dapat dihindari jika orang tua siap melakukan evaluasi secara harian.

Baca juga: 5 Kiat Bangun Ikatan yang Mendukung Tumbuh Kembang Anak

Di sisi lain, pemberian uang saku bulanan juga memiliki kelemahan, yakni jumlahnya yang besar berpotensi membuat anak-anak menyalahgunakan untuk tujuan-tujuan konsumtif.

Nah, apakah yang pola ini sudah diterapkan kepada anak Anda? Belum terlambat untuk mengevaluasinya.

Editor: Fajar Sidik
 

SEBELUMNYA

Seandainya Citayam Fashion Week Digelar di Citayam, Bojonggede & Depok

BERIKUTNYA

Dari Jakarta, The Script Bakal Mampir ke Bandung 2 Oktober 2022

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: