Sejumlah pemuda berkumpul di kawasan Dukuh Atas, Sudirman, Jakarta (Sumber gambar: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)

Seandainya Citayam Fashion Week Digelar di Citayam, Bojonggede & Depok

27 July 2022   |   14:41 WIB

Bagaimana jika Citayam Fashion Week (CFW) dikembalikan ke asalnya, yaitu di Citayam, Jawa Barat? Untuk menjawabnya kita perlu mencari area yang mirip atau setidaknya mendekati dengan kawasan Dukuh Atas, Jakarta. Tempat yang tersedia pedestrian, taman, dan marka jalan. 

Fenomena CFW ini meledak setelah anak-anak muda dari Citayam, Bojonggede, dan Kemang nongkrong di kawasan Dukuh Atas, Sudirman beberapa waktu lalu. Enggak cuma nongki, mereka juga tampil dengan style-nya yang nyentrik dan berani. Berkat gaya khasnya tersebut, aksi mereka pun viral di media sosial. Sampai akhirnya melahirkan istilah Citayam Fashion Week. 

Ironisnya, istilah CFW ini menjadi rebutan oleh sejumlah pihak. Termasuk Baim Wong dan Paula Perhoeven, yang mendaftarkannya ke Kemenkumham. Namun, ada satu lagi ironi lainnya, nama Citayam yang merujuk pada wilayah di Depok dan Bogor, Jawa Barat justru trending di Jakarta. Bukan di tempat asalnya, Depok dan Bogor, Jabar.

Baca juga: Ramai-Ramai Patenkan Citayam Fashion Week, Apa Itu HAKI?

Sekarang, bagaimana jika CFW betul-betul digelar di tempat asalnya tersebut? Berbekal pengamatan sederhana, ada beberapa tempat yang cocok untuk menggelar CFW di Citayam, Bojonggede, dan Depok. 

Kandidat lokasi pertama yang saya nominasikan adalah kawasan Stasiun Citayam yang memiliki mobilitas tinggi, tempat transit orang-orang yang ingin bepergian dari dan keluar kota. Namun, stasiun Citayam berada di tengah kawasan permukiman padat penduduk, berdekatan dengan pasar tradisional, terdapat palang pintu perlintasan kereta api. 

Jalan Raya Citayam juga hanya selebar trotoar Sudirman sehingga kemacetan adalah pemandangan sehari-hari. Tidak bisa membayangkan, saat Jeje dan Bonge bergaya melintasi Jalan Raya Citayam atau berfoto-foto di depan stasiun, bakal dihardik tukang ojek, sopir angkot, dan orang-orang yang mengejar kereta.

Kandidat berikutnya lapangan tanah merah Citayam. Jauh sebelum fenomena CFW, Jeje dan kawan-kawannya lebih dahulu viral di tempat ini. Lapangan ini sebetulnya hanyalah tanah kosong dengan hamparan tanah merah, layaknya gurun pasir di Arab. 

Mungkin tempat ini bisa dipertimbangkan untuk menghelat ajang CFW. Bonge, Jeje, dan kawan-kawan dapat mengusung peragaan busana dengan konsep desert collection. Agar kian meriah, perhelatan ini dikolaborasikan dengan festival musim semacam Choacella yang digelar di gurun pasir.

Pertanyaannya, siapa yang akan menjamin diizinkan penggunaan tersebut karena saat tempat itu viral beberapa waktu lalu, tiba-tiba ditutup oleh Satpol PP dengan dalih pencegahan kerumunan terkait Covid-19.

Lalu di mana lagi lokasi lainnya? Sekarang kita beranjak ke Bojonggede, tepatnya di Jalan Raya Bojonggede—Kemang, yang kini masih dalam proses pengerjaan. Mungkin mereka bisa mengusung konsep-konsep natural menyesuaikan konteks tempat. Saat yang sama, penyelenggara bisa menggelar lomba balap kecil-kecilan dengan konsep racing sport fashion

Lagi-lagi gelaran di tempat ini bukan tanpa tantangan. Mereka harus menghadapi ancaman sewaktu-waktu ditertibkan oleh Satpol PP.

Baca juga: Slebew hingga Haraduku, Ini 6 Istilah yang Populer Gara-gara Citayam Fashion Week

Bagaimana dengan Kota Depok? Kota ini sepatutnya bisa menjadi suksesor Jakarta. Sebab Depok mempunyai alun-alun seluas 3,9 hektare dengan fasilitas beragam seperti lapangan futsal, lapangan basket, arena skateboard, dan outdoor gym. Sayangnya anak-anak muda di wilayah Depok sendiri tidak tertarik datang ke sana. Hal itu terungkap lewat unggahan channel YouTube Rana Film, saat anak-anak muda ini ditanya tentang keengganannya datang ke alun-alun, alih-alih Dukuh atas.

Dengan demikian, sejauh ini tidak ada tempat yang cocok untuk Bonge, Jeje, Kurma, dan rekan-rekannya menghelat CFW. Semestinya, para pejabat di Kota Depok dan Kabupaten Bogor melihat fenomena Citayam Fashion Week sebagai peluang untuk mengembangkan kota mereka. CFW bila digelar di wilayah mereka bisa menghasilkan multiplier effect, menggerakkan roda-roda ekonomi di daerah. Namun, ya sudahlah membangun trotoar saja susah, apalagi ruang publik.

Editor : Syaiful Millah
SEBELUMNYA

4 Tips Desain Ruang Keluarga Berkonsep Terbuka

BERIKUTNYA

Bunda, Yuk Simak 5 Cara Mengatur Uang Jajan Anak

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: