Ilustrasi anak dengan makanan sehat. (Sumber gambar: Pexels/Alex Green)

Ini Pentingnya Nutrisi Seimbang bagi Perkembangan Otak & Saluran Pencernaan Anak

21 July 2022   |   22:21 WIB

Tumbuh kembang anak sejak dini memiliki beberapa faktor pendukung, salah satunya adalah konsumsi nutrisi seimbang. Hal ini merupakan salah satu elemen yang direkomendasikan oleh psikolog anak Nadya Pramesrani untuk mendukung pertumbuhan anak, terutama pada aspek sosial emosional.

Karena nutrisi menjadi hal yang penting bagi tumbuh kembang anak dalam aspek emosi dan sosial, maka menjaga saluran pencernaan dan otak juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Frieda Handayani Kawanto, dokter spesialis anak sekaligus konsultan gastrohepatologi, menjelaskan bahwa saluran pencernaan memiliki fungsi lain selain mencerna makanan dan minuman yang masuk ke tubuh.

Baca juga: Pembelajaran Sosial Emosional pada Anak Harus Diperhatikan saat Pandemi

Alasannya adalah saluran pencernaan memiliki sejumlah komponen seperti 70-80 persen saluran cerna memiliki fungsi pada sel imun tubuh dan menjadi organ imun terbesar dalam tubuh, ada juga 100 triliun neuron yang berperan dalam mengelola suasana hati, dan ada 100 triliun bakteri yang berperan dalam proses kerja pencernaan dengan gut-brain axis dan imunitas tubuh.

Gut-brain axis sendiri didefinisikan sebagai komunikasi dua arah antara otak dan saluran pencernaan yang saling berpengaruh satu sama lain. Saluran cerna punya pengaruh dalam bakteri baik dalam usus dan adanya produksi asam lemak rantai pendek (SCFA), di mana zat ini memiliki peran pada kerja otak seperti perkembangan saraf, fungsi memori, dan kecerdasan otak.
 

Ilustrasi nutrisi bagi anak/Bisnis.com

Ilustrasi nutrisi bagi anak/Bisnis.com

Meningkatkan Serotonin

Pekerjaan asam lemak rantai pendek ini didukung oleh neurotransmiter triptofan yang bisa meningkatkan produksi serotonin, hormon yang berperan pada pengelolaan suasana hati. Jika serotonin dalam tubuh cukup, maka suasana hati dan perilaku anak bisa menjadi lebih baik.

Untuk itulah, Frieda merekomendasikan keseimbangan nutrisi makronutrien dan mikronutrien terutama pada konsumsi produk dengan omega 3 dan omega 6 yang bisa mendukung kerja otak serta zat besi. Tujuan konsumsi produk ini bisa memperkuat perkembangan dan struktur otak, meningkatkan kemampuan kognitif, dan mendukung perilaku yang baik dan suasana hati yang sehat.

"Orang tua perlu memastikan kesehatan pencernaan anak terjaga karena pencernaan yang sehat dan kemampuan berpikir yang baik akan berpengaruh pada suasana hati anak agar dia siap untuk beraktivitas dan kembali bersosialisasi dengan lingkungannya," tambahnya.

Tidak hanya untuk membantu tumbuh kembang sosial dan emosional yang baik, hal ini juga bisa mengurangi risiko kesehatan pada anak seperti infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran pernafasan, risiko pada perkembangan otot dan otak, hingga kurangnya berat badan.

Baca juga: Simak Peran Orang Tua dalam Perkembangan Sosialisasi Anak

Sebagai bagian dari perkembangan sosial dan emosional, dia turut memberikan rekomendasi perlunya mengasah keterampilan motorik, bahasa, dan sosial emosional dalam perkembangan si kecil. Hal ini disebabkan karena nutrisi merupakan pendukung dari perkembangan anak selain dari pembelajaran dari keluarga dan lingkungan sekitar.

Terkait hal ini, Nadya menyarankan bahwa stimulasi kreatif dengan kegiatan fisik seperti berolahraga dan bermain di luar rumah bisa mejadi cara lain untuk mengembangkan anak, terutama dalam segi sosial emosional serta motorik yang sempat terdistrupsi saat masa pandemi Covid-19. 

Editor: M R Purboyo
SEBELUMNYA

Ini Tantangan Saat Melakukan Perjalanan Internasional Terkini

BERIKUTNYA

Mulai Tayang di Disney+ Hotstar, Yuk Kenalan dengan 5 Bintang di Serial In The Soop: Friendcation

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: