Ilustrasi (Dok. Nataliya Vaitkevich/Pexels)

7 Tanda Pradiabetes yang Harus Diwaspadai

28 February 2022   |   21:48 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Untuk memastikan tetap memiliki energi stabil yang dibutuhkan, tubuh akan mengatur glukosa darah atau gula darah melalui insulin. Tugas utama insulin adalah membantu mengarahkan gula darah ke dalam sel, yang kemudian digunakan sebagai energi dalam tubuh.

Jika kamu mengalami pradiabetes, sel-sel tersebut tidak merespons insulin sebagaimana mestinya atau yang dikenal dengan resistensi insulin. Pankreas akan memompa lebih banyak untuk mendorong sel-sel tersebut. Namun, pada akhirnya pankreas berhenti merespons karena kenaikan gula darah hingga muncul tanda-tanda awal diabetes.

Menurut ahli endokrinologi dari Texas Diabetes and Endocrinology Hien Tran, mengenali tanda-tanda pradiabetes dapat mencegah perkembangannya menjadi diabetes tipe 2. Seperti banyak kondisi kronis, lanjutnya, diabetes tipe 2 jauh lebih mudah untuk diobati pada tahap awal.

“Begitu kamu memiliki pradiabetes, kemungkinan berkembang menjadi diabetes cukup tinggi jika kamu terus mempertahankan kebiasaan gaya hidup yang sama,” katanya dikutip dari Self, Senin (28/2/2022).

Tanda-tanda pradiabetes dapat terjadi selama bertahun-tahun tanpa gejala yang tampak. Namun, karena gula darah tetap tinggi dari waktu ke waktu, kamu mungkin benar-benar mengalaminya saat mendekati diabetes tipe 2.

Kelelahan yang luar biasa bisa menjadi tanda pradiabetes (Dok. Ron Lach/Pexels)

Kelelahan yang luar biasa bisa menjadi tanda pradiabetes (Dok. Ron Lach/Pexels)

Menurut para ahli dari Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal (NIDDK), berikut adalah tanda-tanda pradiabetes yang perlu diwaspadai.
 

1. Bercak kulit gelap

Ini adalah salah satu dari sedikit gejala pradiabetes, menurut American Academy of Dermatology Association . Kulit yang gelap dan muncul secara berbeda tergantung pada warna kulit, dapat berkembang di area seperti siku, lutut, jari, leher, dan ketiak. Hal ini disebabkan oleh sel-sel kulit yang bereproduksi terlalu cepat karena tingkat insulin yang lebih tinggi. Kamu mungkin juga melihat pertumbuhan kulit kecil di area yang sama.
 

2. Kelelahan yang luar biasa 

Perubahan gula darah yang stabil sepanjang hari membantu menjaga energi tetap pada jalurnya. Ketika gula darah tidak terkontrol, kamu mungkin mengalami kelelahan berat, terutama setelah kamu mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat karena lonjakan glukosa tidak dapat diproses secara efektif. Kualitas tidur juga dapat menurun.
 

3. Fluktuasi berat badan

Kenaikan atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan dapat terjadi meskipun jumlah kalori yang dikonsumsi konsisten dan melakukan intensitas olahraga yang sama. Menurut Mayo Clinic, hal ini biasanya karena fluktuasi gula darah.

(Baca juga: Kurang Tidur Bisa Picu Diabetes, Ini Sebabnya)
 

4. Masalah sistem kekebalan tubuh

Gula darah tinggi yang tidak terkontrol juga dapat melemahkan sistem kekebalan. Hal ini akan membuat kamu lebih rentan terhadap masalah seperti sering masuk angin atau mengalami infeksi jamur berulang. Kadar glukosa yang tinggi juga dapat menyebabkan sirkulasi yang buruk dan menyebabkan luka atau menghambat penyembuhan luka.
 
1
2


SEBELUMNYA

Ini Deretan Update Game Pokemon dalam Ajang Presents 2022

BERIKUTNYA

Belajar & Mendalami Bahasa Lewat Aplikasi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: