Peluncuran NFT Bumilangit di Djakarta Theater, Selasa (21/12/21)

Bumilangit Luncurkan NFT Pertama dari Karakter Gundala & Sri Asih

21 December 2021   |   17:07 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

PT Bumilangit Digital Mediatama (BLDX), perusahaan join venture PT Digital Mediatama Maxima Tbk dan PT Bumilangit Entertainment, meluncurkan NFT (Non-Fungible Token) dari karakter Gundala dan Sri Asih. Peluncuran ini merupakan salah satu upaya untuk mengamankan aset karya anak bangsa melalui tren aset digital.

Dalam peluncuran perdananya, NFT Bumilangit edisi Gundala dan Sri Asih ini diterbitkan dalam jumlah terbatas yakni hanya 356 unit NFT untuk karakter Gundala dan 381 unit NFT untuk karakter Sri Asih dalam bentuk berbagai gamifikasi.

Direktur Utama BLDX, Budiasto Kusuma, mengatakan melalui NFT, pihaknya ingin memberikan infrastruktur digital untuk lebih dari 1.200 karakter superhero yang dimiliki oleh Bumilangit.

Melalui aset intelektual NFT, kata Budi, pihaknya ingin memberikan akses kepada para penggemar karya Bumilangit menuju ke berbagai aktivitas dan utilisasi digital mendatang seperti games, digital comic, aktivitas film dan konten guna menunjang ekosistem digital Bumilangit.

“Menurut kami, kalau ini cuma berjalan di era konvensional akan sayang sekali. Jadi inisiatif ini untuk mengembangkan lebih lanjut lagi di infrastruktur digitalnya,” ujarnya saat acara peluncuran NFT Bumilangit di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (21/12/2021).

(Baca juga: Keren, Ini 4 Karya Pemenang NFT Art Prized Moments 2021)
 

v

VP Licensing & Merchandising Bumilangit Entertainment Corpora, Agung Rachmawan (kiri) &  Direktur Utama BLDX, Budiasto Kusuma (tengah) saat peluncuran NFT Bumilangit di Djakarta Theater, Selasa (21/12/2021) (Dok. Hypeabis.id/Luke Andaresta)


Karya NFT Bumilangit ini menampilkan desain karakter Gundala dan Sri Asih versi komik legendaris Indonesia yang dihadirkan dalam bentuk video, gif, dan image dengan berbagai pose. 

Setiap image dari NFT Bumilangit akan menjadi hak milik untuk setiap pembeli dengan autentifikasi menggunakan teknologi blockchain. Hal ini menjadikan NFT Bumilangit sebagai barang koleksi digital yang telah memiliki aset crypto berupa Ethereum yang bisa dibeli melalui marketplace NFT, OpenSea atau melalui laman www.bumilangitdigital.com/nft.

Budi juga menjelaskan bahwa pihaknya akan meluncurkan NFT secara bertahap sekitar 100-150 NFT per dua minggunya. Dalam peluncuran pertamanya hari ini, Bumilangit telah meluncurkan 46 NFT karakter Gundala dan 55 NFT karakter Sri Asih. 

Nantinya, kata Budi, para pengoleksi NFT image yang telah membeli, dibolehkan untuk mengikuti bidding selanjutnya pada 5 Maret 2022 untuk bisa membeli NFT animated limited yang hanya tersedia 5 NFT per karakternya. Selanjutnya, kelima pemilik NFT itu akan mendapatkan kesempatan kembali untuk mendapatkan satu full animated NFT very rare (sangat jarang) untuk karakter tersebut.

“Hal ini kita lakukan untuk menjaga excitement dan mencegah terjadinya tindakan-tindakan yang tidak bisa kita atasi ke depan. Karena ini adalah aset karakter yang sangat berharga dan paling klasik, jadi kita perlu jaga alur launching-nya dengan baik,” imbuh Budi.

(Baca juga: Tanda Tangan Kreator Star Trek Akan Jadi Living Eco NFT Pertama)

Sementara itu, VP Licensing & Merchandising Bumilangit Entertainment Corpora, Agung Rachmawan, mengungkapkan alasan pihaknya memilih karakter Gundala dan Sri Asih dalam peluncuran NFT perdana Bumilangit. 

Agung menjelaskan bahwa Gundala merupakan salah satu karakter yang menjadi tonggak sejarah bagi Bumilangit Entertainment. Pasalnya, karakter yang dibuat pada 1969 ini dinobatkan sebagai figur superhero dari Indonesia pertama sejak perilisan filmnya pada 2019 dengan judul yang sama.

Sementara Sri Asih sendiri adalah karakter superhero perempuan pertama dari Bumilangit yang dibuat pada 1954. Menurut Agung, Sri Asih merupakan representasi tokoh wanita Indonesia yang ideal dengan karakter yang santun tetapi juga tegas dan senantiasa membela kebenaran.

“Dengan kolaborasi ini, kami mencoba untuk mengangkat aset bangsa dan mengamankan karya bangsa itu sendiri sekaligus memperkenalkan ke kalangan yang lebih muda. Itulah kenapa kita masuk ke dalam dunia aset digital,” katanya.


Editor: Avicenna

SEBELUMNYA

5 Tips Rayakan Tahun Baru Meriah di Rumah Saja

BERIKUTNYA

PeduliLindungi Akan Ganti Nama Jadi CitizenHealth, Apa Bedanya?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: