Ilustrasi anak-anak gen alpha. (Sumber foto: Freepik/jcomp)

Generasi Alpha Butuh Bekal Seimbang: Nutrisi, Aktivitas Fisik & Dukungan Emosional

30 September 2025   |   10:30 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Generasi Alpha merupakan kelompok anak yang lahir dan berkembang di era digital. Mereka terbiasa dengan kecepatan informasi, memiliki rasa ingin tahu tinggi, dan bersifat eksploratif. Generasi ini dituntut untuk kreatif dan mandiri, namun juga rawan mengalami ketidakseimbangan antara kebutuhan nutrisi, fisik, dan mental.

Dalam konteks tersebut, peran orang tua menjadi sangat krusial. Mulai dari menyediakan pola makan bergizi, ruang gerak yang cukup, serta dukungan emosional yang konsisten agar anak tumbuh menjadi individu sehat, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan.

Baca juga: Mulai dari Usia 20-an, Begini 10 Tips Jaga Kesehatan Sejak Muda dari Ahli Nutrisi

Pada aspek pemenuhan gizi, Indonesia masih menghadapi tantangan serius. Prevalensi kekurangan zat gizi mikro cukup tinggi, sementara tingkat konsumsi susu relatif rendah jika dibandingkan dengan negara lain di Asia. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa asupan harian anak-anak, khususnya usia sekolah, belum sepenuhnya mendukung pertumbuhan optimal. Padahal tanpa dukungan nutrisi yang tepat, risiko gangguan imunitas, keterlambatan perkembangan kognitif, hingga menurunnya kualitas hidup jangka panjang dapat meningkat.

Dokter spesialis anak, S. Tumpal Andreas, menekankan pentingnya memenuhi nutrisi lengkap bagi anak usia sekolah. Terutama usia 5-12 tahun merupakan periode krusial bagi perkembangan fisik dan kognitif, di mana terjadi peningkatan signifikan pada pertumbuhan tulang, pematangan sistem saraf, serta kapasitas neuroplastisitas otak. 

Pada tahap ini, defisiensi mikronutrien masih sering ditemukan di Indonesia dan berisiko menurunkan imunitas, menghambat konsentrasi belajar, hingga memengaruhi kualitas pertumbuhan jangka panjang. 

"Karena itu, anak membutuhkan bekal berupa pola makan seimbang yang mencakup makronutrien (energi, protein, lemak sehat) dan mikronutrien (vitamin dan mineral) yang saling bersinergi," kata dokter Andreas, dalam acara peluncuran kampanye 'Bekal Seru Semua Aksimu' dari Diamond UHT Milk.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa banyak jajanan di sekolah tinggi makronutrien namun rendah mikronutrien. Oleh karena itu, orang tua perlu bijak dalam menyiapkan bekal yang seimbang, mencakup baik makronutrien maupun mikronutrien meskipun hal ini menjadi tantangan tersendiri.

Sebenarnya, ada beberapa pilihan jajanan yang memenuhi syarat tersebut, salah satunya adalah susu. Minuman ini mengandung protein bermutu tinggi, vitamin esensial, kalsium, dan magnesium yang berperan penting dalam kepadatan tulang, perkembangan fungsi kognitif, serta homeostasis metabolik.

"Dengan pemenuhan bekal gizi yang adekuat, anak-anak memiliki fondasi kesehatan lebih kokoh untuk melewati fase pertumbuhan sekaligus membangun ketahanan jangka panjang,” jelasnya.
 

Mendukung Kebutuhan Fisik dan Mental Anak

Selain memenuhi gizi dan nutrisi lewat makanan bergizi, penting juga bagi orang tua untuk mendukung kebutuhan fisik dan mental anak melalui pola asuh yang tepat dan terarah.

Psikolog Anak ayoe Sutomo menekankan bahwa pola asuh untuk Generasi Alpha memang punya tantangan tersendiri. Menurutnya, anak-anak generasi ini tumbuh dalam dunia digital yang penuh stimulasi, sehingga mereka memiliki kemampuan kognitif yang adaptif, namun juga mudah terdistraksi.

“Pada tahap ini, anak membutuhkan aturan yang konsisten, stimulasi seimbang, serta pengalaman yang menggabungkan aktivitas fisik dan mental," katanya.

Orang tua bisa membangun interaksi dan aktif terlibat dengan anak, memberi penguatan emosional, dan kesempatan eksplorasi di ruang terbuka, ini karena generasi Alpha cenderung suka bereksplorasi dan mudah bosan.

Di sisi lain, Artika Sari Devi, aktris sekaligus ibu rumah tangga turut membagikan pengalamannya mendampingi anak di era digital. Sebagai orang tua, dia semakin menyadari bahwa setiap anak memiliki karakter dan keunikan yang perlu difasilitasi. 

Terlebih di tengah derasnya paparan teknologi, perannya sebagai ibu bukan hanya mengarahkan, tetapi juga menyiapkan bekal agar mereka tetap aktif, sehat, dan seimbang.

"Bekal di sini tidak sebatas nutrisi, tetapi juga kesempatan bergerak, ruang eksplorasi, serta dukungan emosional yang memberi rasa aman," ujarnya.

Artika percaya, langkah sederhana seperti menyediakan asupan bergizi dan mengajak anak beraktivitas menyenangkan akan menjadi bekal penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan kebahagiaan. 

Terakhir, dia mengajak seluruh keluarga untuk menjadikan momen sehari-hari sebagai sarana mempererat ikatan, menumbuhkan semangat, dan mendampingi anak dalam setiap fase pertumbuhannya.

Baca juga: Bunda, Begini Pola Asuh yang Tepat buat Anak Generasi Alpha

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Nagita Slavina Bagikan Kiat Jaga Kesehatan dan Pola Makan di Tengah Kesibukan

BERIKUTNYA

62% Anak Indonesia Kurang Tidur, Ini Pentingnya Memahami Ritme Sirkadian Si Kecil

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga