Novel terbaru Nukila Amal berjudul Ikhtiar yang Tak Benar-Benar. (sumber gambar: Hypeabis.id/Prasetyo Agung Ginanjar)

Resensi Novel Ikhtiar yang Tak Benar-benar, Eksperimen Baru Penulis Nukila Amal

23 September 2025   |   18:00 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Setelah lebih dari dua dekade absen, Nukila Amal akhirnya kembali dengan sebuah gebrakan. Penulis asal Ternate ini kembali dengan karya terbaru berjudul Ikhtiar yang Tak Benar-Benar, novel yang menuntun pembaca masuk ke ruang terdalam dari proses kreatif seorang penulis. 

Kisah ini menyingkap bagaimana ide lahir, berkembang, lalu tersendat sebelum menjadi karya. Dengan gaya khasnya, Nukila memperkarakan kodrat kata, membungkusnya dalam permainan fonetik yang rapi sekaligus acak. Dia menggugah sekaligus menggugat.

Tokoh utamanya, Juna, adalah sosok perfeksionis dengan julukan Raja Diraja dari segala Raja Tunda penuh. Di sampingnya ada Kinan, istrinya. Perempuan yang membuatnya terkesima saat menyanyikan lagu Widuri, dari Bob Tutupoly, yang melihat Juna sebagai penguasa kelembaman. 

Baca juga: Resensi Novel Life As I Know It, Buku Visual Tanpa Kata Karya Emte yang Rayakan Kesendirian 

Premis dari cerita ini cukup sederhana. Seorang penulis yang bercita-cita membuat karya agung tapi tak pernah rampung. Segala riset yang dilakukan, bertumpuk-tumpuk buku dan referensi yang dibaca, tak pernah memberi ilham untuk sekadar membuat outline atau kalimat pembuka. 

Kutipan seperti, “Ruang kerja, kata dia. Ruang bermain, kataku. Ruang bermain, dan bersenang-senang penuh sarana, dan wahana, tempatnya melakukan apa saja selain kerja menulis..(hlm. 8), menangkap semangat novel ini, yakni bentuk satire dari kerja menulis sebagai ruang bermain bahasa, bukan sekadar kerja kaku. 
 

Dalam membangun narasi, Nukila seakan menyusun fragmen. Membaca novel ini terasa seperti membuka kumpulan cerpen yang diikat oleh satu napas. Beberapa bab memang pernah muncul di media, namun dia berhasil merajutnya kembali menjadi sebuah kesatuan. 

Eksperimen bahasa kembali menjadi kekuatan sekaligus tantangan. Nukila mengajak pembaca memperbarui cara baca mereka, menikmati dialog panjang yang sewaktu-waktu terputus, memberi kesan baru pada makna. Ada kesadaran bahwa membaca seolah menjadi sebuah permainan. 

Gaya ini memang tak pelak menuntut fokus. Akan tetapi, justru di situlah ujian yang ditawarkan. Apakah pembaca siap diajak masuk ke dunia yang cair, di mana kata-kata bebas bergerak, atau memilih tetap di luar, untuk terbata-bata mengajak mereka menebak apa yang diinginkan Nukila.

Lebih jauh, novel ini menyimpan sindiran bagi para penulis perfeksionis. Mereka yang menunggu inspirasi, yang gemar menunda tanpa pernah mencoba menulis. Satir ini membuat Ikhtiar yang Tak Benar-Benar terasa relevan, terutama bagi siapa pun yang akrab dengan kerja kreatif.

Simak saja kutipan dari bagian 'Lampiran, dsb'-berikut. "Tidak perlu mencoba menulis jika sudah tahu hasilnya tidak akan sama seperti yang dibayangkan; tidak seperti saat ilham tiba pertama kali dalam benak: gagasan asali, murni, prabahasa. Muncul teramat sempurna." (hlm: 194). 

Terdiri dari 11 cerita yang saling berkaitan, pembaca juga bakal diajak menelusuri jejak tokoh-tokoh yang muncul secara bergantian, seolah menyusun kepingan mozaik yang perlahan membentuk gambaran utuh. Ada benang merah yang menghubungkan setiap kisah, meski masing-masing berdiri dengan suara dan nuansa sendiri.

Melalui teknik ini, Nukila Amal tidak hanya menghadirkan novel yang kaya akan suara dari karakter-karakternya, melainkan juga membangun semesta naratif yang berlapis, membuat pembaca terdorong untuk menafsirkan ulang setiap fragmen setelah menutup halaman terakhir.

Dengan rekam jejak panjang sejak Cala Ibi (2003), Nukila sekali lagi menegaskan dirinya sebagai penulis eksperimental penting. Novel terbarunya bukan sekadar penanda kembalinya ia ke dunia sastra, melainkan undangan untuk menimbang ulang hubungan antara kata, penulis, dan pembaca. 

Data Buku
  • Judul: Ikhtiar yang Tak Benar-Benar
  • Penulis: Nukila Amal
  • Perancang Sampul: Viona Daisy
  • Editor: Christina M. Udiani
  • Tahun Terbit: Agustus, 2025
  • Jumlah Halaman: 232 Halaman
  • Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
  • ISBN:978-623-134-434-2 
Baca juga: Resensi Novel Katri, Catatan Perempuan Korban Politik yang Bertahan Menantang Zaman 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Angka Keracunan MBG Terus Meningkat Jadi 6.452, Naik 1.000 Kasus dalam Seminggu

BERIKUTNYA

Refleksikan Denyut Kota, Amuya Gallery Siap Hadirkan Pameran Otak-atik Jakarta

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga