Novel Katri karya novelis Adeste Adipriyanti. (Sumber gambar: Danieliben Photography/Instagram Adeste Adipriyanti)

Resensi Novel Katri, Catatan Perempuan Korban Politik yang Bertahan Menantang Zaman

07 July 2025   |   09:30 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Geger politik pada era 1960an menjadi sejarah kelam bagi sejumlah orang yang hidup di Indonesia. Ada yang tiba-tiba hilang dan tidak sedikit pula yang dituduh tanpa sebab jelas hingga dijatuhi hukuman, kemudian menjalani siksaan. Pilihannya hanya dua, bertahan atau kematian. 

Bertahan, itulah yang dilakukan Katri, seorang warga dari Desa Trunuh, Klaten, Jawa Tengah. Pada Oktober 1965, anak bungsu dan perempuan satu-satunya dalam keluarga itu, tiba-tiba disatroni tentara di kediamannya, tiga hari setelah suami dan kakaknya raib menghilang.

Katri yang sedang hamil anak pertama dengan usia kandungan tujuh bulan, dituduh memfitnah tentara. Kepalanya ditodong pistol, peluru dimuntahkan dari jarak amat dekat agar hidupnya benar-benar tamat. Ajaibnya, dia selamat.

Kendati demikian, keindahan masa remajanya lenyap dalam sekejap. Kegiatan kesenian yang disenangi Katri ternyata ancaman bagi sekelompok orang yang ingin dia ditangkap.

Baca juga: Resensi Buku Pacar Merah Indonesia, Kisah Spionase Tan Malaka dalam Balutan Fiksi Sejarah

Sejak saat itu, rentetan kemalangan datang susul-menyusul. Katri dibawa dari satu kamp ke kamp lain, dari satu penjara ke penjara lain, hingga belasan tahun lamanya.

Puluhan tahun berlalu, siapa sangka Katri masih hidup. Kini usianya sudah lewat 70 tahun. Bagi Katri, hidup tak memberikan pilihan selain bertahan. Namun pertanyaannya, untuk siapa Katri bertahan?
 

Katri dan Adeste. (Sumber gambar: Instagram Adeste Adipriyanti)

Katri dan Adeste. (Sumber gambar: Instagram Adeste Adipriyanti)

Kisah nyata seorang perempuan bernama Katri ini dirajut dengan apik oleh penulis Adeste Adipriyanti dalam karya terbarunya berjudul Katri. Nama yang menjadi simbol perjuangan seorang perempuan yang berani dan teguh menghadapi pahitnya kenyataan, memang layak ditulis besar dalam sampul buku ini.

Novel Katri berisi empat bagian yang menceritakan kisah perempuan yang hidup lebih dari 70 tahun itu. Mulai dari kedamaian tinggal di kampung halaman, tiba-tiba harus meringkuk di penjara, tetap berharap dari kemalangan, pencarian, hingga diberi kesempatan untuk hidup dan bernafas di sebuah rumah kecil pinggir sawah, yang khas dengan jendela kayunya. 

Adeste mampu menarasikan dengan sempurna setiap kisah yang dijalani Katri, termasuk mimpi perempuan itu di penjara. Mimpi yang menggambarkan betapa dia merindukan rumah dan kehidupannya yang direnggut secara tiba-tiba. 

Mimpi ini pun mampu divisualisasikan Audrey Murty dengan cukup menarik. Terdapat beberapa ilustrasi dari penggalan cerita Katri yang pastinya membuat pembaca tidak bosan untuk menghabiskan lembaran demi lembaran sampai akhir. 

Pembaca bahkan bisa berkesempatan mendapatkan bonus zine novel Katri. Isinya yakni surat dari Katri untuk generasi muda penerus bangsa. Zine tersebut juga bisa diubah menjadi poster menarik untuk dipajang. 

Novel biopik berjudul Karti juga menjadi perayaan perkenalan Adeste dengan Katri 11 tahun lalu, hingga menjadi persahabatan istimewa yang diwariskan. Keterikatan itu terjalin dari rasa sama-sama kehilangan. Katri kehilangan suami dan kakak-kakaknya, sementara Adeste kehilangan kakeknya di masa yang sama. Masa kelam gejolak politik dimana ramai penculikan warga secara diam-diam. 


Data Buku

Judul: Katri
Penulis: Adeste Adipriyanti
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Editor: Aziz Azthar
Ilustrator: Audrey Murty
Perancang Sampul: Teguh Tri Erdyan
Genre: Novel
Tahun Terbit: 21 Mei 2025
Jumlah Halaman: 249

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Hypeprofil: Yukka Harlanda dan Perjalanan 15 Tahun Mendirikan Brand Sepatu Brodo

BERIKUTNYA

My Chemical Romance Jadi Headliner Hammersonic 2026, Cek Penjualan Tiketnya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: