Ilustrasi ChatGPT. Sumber gambar: Unsplash/Levart_Photographer

OpenAI akan Menambah Fitur Parental Control di ChatGPT

04 September 2025   |   17:21 WIB
Image
Aisyah Putri Maulidina Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Pada hari Selasa (4/9) lalu, OpenAI mengumumkan akan menambahkan fitur di ChatGPT agar orang tua dapat mengontrol penggunaan chatbot tersebut oleh anak-anaknya. Hal ini dilakukan oleh OpenAI menyusul tuntutan yang mereka terima, dari salah satu orang tua di Amerika Serikat yang mengklaim bahwa anak remaja mereka melakukan bunuh diri setelah mendapatkan saran yang berbahaya dari ChatGPT.

Mengutip laman resmi OpenAI, pihak mereka terus berusaha untuk menyempurnakan model chatbot mereka terutama dalam mengenali dan merespons tanda-tanda tekanan pada mental dan emosional pengguna. 

Baca  juga: OpenAI Siapkan GPT-5, Cek Bocoran Kebolehan dan Waktu Rilisnya 

Dengan melibatkan para ahli, OpenAI akan memperbaiki beberapa area utama yang menjadi fokus mereka pada tahun ini, antara lain:

- Memperluas intervensi ke lebih banyak orang yang sedang mengalami krisis
- Mempermudah akses layanan darurat dan bantuan dari para ahli
- Mengaktifkan koneksi ke kontak yang terpercaya
- Memperkuat perlindungan pengguna yang masih remaja.

OpenAI mengklaim akan berfokus dalam area perlindungan pengguna yang masih remaja dengan melakukan cara-cara yang efekif dan cepat seperti berikut.

Bekerja sama dengan para ahli
Bersama Dewan Pakar Kesejahteraan, AI, dan jaringan Dokter Global mereka, OpenAI akan memberikan keaslian medis khusus yang mendalam sekaligus keluasan perspektif dalam memberikan informasi.

Peran dewan pakar dalam program mereka adalah untuk menciptakan visi yang jelas dan berbasis bukti tentang AI, yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat dan membantu mereka berkembang. 

Sementara itu, Jaringan Dokter Global akan berperan untuk memberikan evaluasi informasi kesehatan yang ChatGPT sediakan. Jaringan ini memiliki jangkauan dokter praktisi yang terdiri dari 250 dokter dari 60 negara, termasuk ahli penyakit dalam, dokter anak, serta dokter umum, yang juga memberi masukan bagaimana ChatGPT haru berperilaku dalam konteks informasi mental.

Memanfaatkan model penalaran untuk momen sensitif
Dalam model ChatGPT 5 dan 03, dirancang untuk menghabiskan lebih banyak waktu dalam berpikir dan bernalar sebelum menjawab pertanyaan. Pengujian model ini dilakukan OpeanAI dengan penyelarasan deliberatif, di mana model tersebut akan lebih konsisten mengikuti dan menerapkan pedoman keselamatan, serta lebih tahan terhadap perintah yang bersifat serangan. 

OpenAI juga memperkenalkan router real-time yang dapat memungkinkan pengguna memilih model obrolan yang efisien dan model penalaran berdasarkan percakapan. Pendekatan ini dilakukan terutama untuk membantu menjawab percakapan tentang isu yang sensitif. 

Parental Control untuk memperkuat perlindungan remaja
Banyaknya anak muda yang menggunakan AI dalam kehidupan sehari-hari, dapat menimbulkan berbagai dampak, seperti memberikan dukungan, pembelajaran, dan kreativitas. Namun, OpenAI tidak memungkiri bahwa pengguna yang masih remaja memerlukan dukungan untuk menentukan pedoman yang sehat dalam penggunaan ChatGPT, terutama dari orang tua.

Maka dalam sebulan ke depan, orang tua dapat mengaktifkan parental control dalam ChatGPT yang anak-anak mereka gunakan dengan cara seperti berikut.
1. Hubungkan akun anak remajanya (minimal 13 tahun) melalui undangann email.
2. Kontrol bagaimana ChatGPT merespons anak remajanya dengan aturan perilaku model yang sesuai usia.
3. Kelola fitur mana yang akan dinonaktifkan, termasuk memori dan riwayat obrolan.
4. Orang tua akan menerima notifikasi ketika sistem mendeteksi remaja sedang mengalami tekanan berat.

Baca juga: OpenAI Kasih Bocoran Penting Lewat Podcast tentang Masa Depan ChatGPT
 

SEBELUMNYA

Sewa Kios Blok M Melonjak, Gubernur DKI Gratiskan 2 Bulan

BERIKUTNYA

Pemerintah Target Tambah 1,2 Juta Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif hingga 2029

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga