ChatGPT (Sumber gambar: Pexels/Hatice Baran)

OpenAI Siapkan GPT-5, Cek Bocoran Kebolehan dan Waktu Rilisnya 

26 July 2025   |   18:00 WIB

Dalam topik pembicaraan mengenai teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), nama OpenAI jadi salah satu pemain utamanya. Perusahaan inilah yang telah melahirkan tools AI paling populer yang dikenal di seluruh dunia yakni ChatGPT, baik model gratisnya GPT-3.5 dan GPT 4o maupun versi berbayar GPT-4 dan GPT-4.5.  

Setelah kedua model bahasa besar (large language model/LLM) tersebut menemani para pengguna dalam kurun waktu 2 sampai 3 tahun terakhir, pemberitaan mengenai generasi selanjutnya makin kuat. Dalam laporan terbarunya, The Verge menyatakan bahwa OpenAI bakal merilis model AI GPT-5 tak lama lagi. 

Dilaporkan, pengujian internal model anyar tersebut sudah hampir selesai, dan seluruh indikasi menunjukkan bahwa produk ini siap diluncurkan dalam waktu dekat. Prediksinya, GPT-5 paling cepat akan diumumkan bulan depan, Agustus 2025. 

Baca juga: OpenAI Kasih Bocoran Penting Lewat Podcast tentang Masa Depan ChatGPT 

Laporan ini menyusul informasi yang mencuat pada Mei lalu, yang menyatakan bahwa insinyur Microsoft tengah mempersiapkan ruang server yang kemungkinan akan dipakai untuk menampung aktivitas GPT-5. Meskipun jadwal itu telah bergeser, tanda-tanda penggunaan internal makin menguatkan bahwa OpenAI kini tengah berada di tahap akhir peluncuran AI mutakhirnya. 

Pengembangan GPT-5 sendiri memang telah dikonfirmasi oleh bos perusahaan, Sam Altman, dalam sebuah postingan di media sosialnya. 

CEO OpenAI itu lebih lanjut berbicara soal kemampuan model AI terbarunya di sebuah podcast bersama Theo Von dalam program This Past Weekend. Di sana, Altman bercerita bahwa dia pernah mengajukan pertanyaan yang tidak dipahaminya kepada GPT-5, dan model itu menjawab dengan sangat baik. “Saya merasa tidak berguna dibandingkan dengan AI,” katanya setelah mendengar jawaban GPT-5. 

Lantas seperti apa fitur dan kemampuan GPT-5? 

Dilansir dari Tomsguide, GPT-5 memadukan arsitektur GPT tradisional OpenAI dengan elemen dari model “o” yang berfokus pada penalaran. Hal ini memberikannya fleksibilitas untuk menyesuaikan seberapa banyak upaya yang difokuskan pada tugas-tugas berbeda, melakukan pekerjaan cepat pada pertanyaan-pertanyaan sederhana, sekaligus menerapkan penalaran yang lebih mendalam pada isu yang kompleks. 

Laporan The Information menyatakan bahwa salah satu keunggulan terbesar GPT-5 adalah kemampuan rekayasa perangkat lunaknya. Model ini dapat menangani pengkodean akademis dan tugas dunia nyata, secara lebih efektif ketimbang versi-versi sebelumnya. 

Seseorang yang menguji model terbaru OpenAI itu mengatakan bahwa performanya mengungguli Claude Sonnet dalam perbandingan berdampingan. Padahal model itu dianggap sebagai yang paling canggih dari Anthropic. 

Selain itu, sumber lain menyebutkan bahwa GPT-5 akan mencakup lebih dari sekadar peningkatan daya. Sistem itu bisa menggabungkan berbagai alat dan kemampuan ke dalam satu model saja. Sebab, pengguna ChatGPT kerap berganti-ganti model, tergantung pada penggunaannya baik itu untuk menulis, membuat kode, atau membuat video. 

Sementara, model GPT-5 dapat menggabungkan berbagai tuntutan pekerjaan dalam satu model saja. Artinya, pengguna dapat memakai antarmuka yang sama untuk semua tugas yang diperlukan, tanpa harus berpindah-pindah model. 

Ada juga indikasi bahwa GPT-5 akan lebih baik dalam penulisan kode. Dalam sebuah postingan awal bulan ini, Sam Altman menceritakan kisah yang dinilai terkait dengan hal tersebut. Pembaruan model utama biasanya disertai dengan kinerja yang lebih baik dalam pemrograman dan tugas-tugas kreatif, dan GPT-5 kemungkinan akan mengikuti tren tersebut. 

Model ini juga diperkirakan meluncur dalam beberapa versi. Setidaknya ada versi Mini dan Nano. Model yang lebih kecil kemungkinan akan tersedia melalui API OpenAI dan dirancang untuk memberikan pilihan fleksibel bagi para pengguna, memilih daya dengan performa yang lebih cepat atau biaya yang lebih rendah. 
 

Pembaruan Sora 

Selain GPT-5, OpenAI juga disebut-sebut tengah mempersiapkan pembaruan untuk Sora, tools yang bisa dipakai guna membuat video realistis hanya dari prompt. Analis teknologi Tibor Blaho baru-baru ini membagikan tangkapan layar yang menunjukkan tampilan nama berkas internal berlabel Sora 2. 

Sora pertama kali dirilis pada Desember 2024 yang mendapatkan respons positif, dan digadang sebagai langkah maju dalam pembuatan video berbasis AI. Akan tetapi, sejak saat itu, model serupa dari raksasa teknologi lain seperti Veo 3, Kling 2, dan Runway milik Google berlari lebih kencang dan mendapat sorotan lebih tinggi. 

Untuk itu, pembaruan Sora bersamaan dengan GPT-5 dinilai akan membantu OpenAI tetap mendapatkan spotlight-nya kembali. 
Meskipun belum ada konfirmasi apa pun dari OpenAI mengenai Sora 2, penambahan fitur baru dan peningkatan kinerja sangat mungkin terjadi dengan pengembangan model bahasa AI termutakhirnya. 

Baca juga: Waspada! Kata Sandi Saran dari ChatGPT, DeepSeek & Llama Rentan Dibobol 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Sutradara Joko Anwar Kembali Garap Genre Komedi Lewat Ghost in The Cell

BERIKUTNYA

Daftar Lineup dan Jadwal Tampil Musisi di BRI Jazz Gunung Series 2: Bromo

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga