Pemerintah Target Tambah 1,2 Juta Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif hingga 2029
04 September 2025 |
20:00 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif (Menteri Ekraf) Teuku Riefky Harsya berencana mendongkrak 1,2 juta tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif. Target ini diwujudkan melalui strategi kolaborasi dan sinkronisasi data antar-kementerian.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tenaga kerja sektor ekraf pada 2024 telah mencapai 26,5 juta orang. Tenaga kerja ditargetkan meningkat stabil sepanjang periode 2025-2029, sehingga Kementerian Ekraf optimis mampu menyerap 27,7 juta tenaga kerja pada 2029.
Baca juga: Hypereport: 10 Subsektor Ekonomi Kreatif di Luar Program Prioritas Kemenekraf
Kementerian Ekraf juga menargetkan kontribusi secara langsung melalui penciptaan lapangan kerja berkualitas yang mampu mendorong naiknya jumlah kelas menengah sekaligus mendukung pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.
“Penguatan profesionalisme terhadap pekerjaan tiap subsektor ekonomi kreatif sehingga bisa membuka lapangan kerja dan mendorong berwirausaha,” ujar Riefky dalam keterangannya, dikutip Hypeabis.id, Kamis (4/9/2025).
Dia menyebut sudah berkolaborasi dengan Kementerian Sosial untuk penguatan program Sekolah Rakyat, khususnya tingkat SMA dengan memberi pelatihan-pelatihan berbasis ekraf. Dengan demikian, setelah selesai dari Sekolah Rakyat, mereka punya kualitas untuk bekerja dalam subsektor ekonomi kreatif.
“Kemudian, kami juga berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi terkait program Koperasi Desa Merah Putih dalam hal keterlibatan melatih afiliator-afiliator setiap koperasi untuk menjual produk-produk kreatif di desanya,” sebut Riefky.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, dinamika data yang terus berkembang akan menjadi prioritas sehingga program-program pemerintah menjadi tepat sasaran.
Pihaknya juga terus bekerja untuk mengatasi persoalan-persoalan terutama terkait pengangguran biar tercipta lapangan kerja baru, baik di desa maupun di kota.
“Kami juga memperkuat kualitas dan sistem penempatan tenaga kerja di luar negeri dalam konteks memperluas kesempatan lapangan kerja,” Tambah pria yang karib disapa Cak Imin itu.
Kolaborasi juga sudah dilakukan dengan Kementerian UMKM dan Kementerian Perdagangan untuk menyiapkan tenaga kerja maupun wirausaha-wirausaha baru. Selain itu, dengan BPS, Kementerian Ekraf mendukung program Sensus Ekonomi Nasional yang dilakukan sepuluh tahun sekali supaya awal 2026 bisa kembali memetakan potensi-potensi ekraf yang ada di berbagai daerah, terutama kabupaten dan kota.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa kolaborasi menuju Sensus Ekonomi 2026 akan dilakukan lebih intensif. Hal ini dilakukan agar pendataan yang lengkap, langsung bisa dimanfaatkan hasilnya untuk merumuskan kebijakan pemerintah yang lebih tepat sasaran.
“Peran sensus ekonomi 2026 akan penting ke depan, terutama BPS akan berkolaborasi lebih dekat dengan Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian UMKM sebagai momen penting untuk memiliki potret sesungguhnya ekonomi Indonesia,” ungkap Amalia.
Baca juga: Ini Cara Kementerian Ekonomi Kreatif Tumbuhkan Ekraf di Desa & Daerah Tertinggal
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tenaga kerja sektor ekraf pada 2024 telah mencapai 26,5 juta orang. Tenaga kerja ditargetkan meningkat stabil sepanjang periode 2025-2029, sehingga Kementerian Ekraf optimis mampu menyerap 27,7 juta tenaga kerja pada 2029.
Baca juga: Hypereport: 10 Subsektor Ekonomi Kreatif di Luar Program Prioritas Kemenekraf
Kementerian Ekraf juga menargetkan kontribusi secara langsung melalui penciptaan lapangan kerja berkualitas yang mampu mendorong naiknya jumlah kelas menengah sekaligus mendukung pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.
“Penguatan profesionalisme terhadap pekerjaan tiap subsektor ekonomi kreatif sehingga bisa membuka lapangan kerja dan mendorong berwirausaha,” ujar Riefky dalam keterangannya, dikutip Hypeabis.id, Kamis (4/9/2025).
Dia menyebut sudah berkolaborasi dengan Kementerian Sosial untuk penguatan program Sekolah Rakyat, khususnya tingkat SMA dengan memberi pelatihan-pelatihan berbasis ekraf. Dengan demikian, setelah selesai dari Sekolah Rakyat, mereka punya kualitas untuk bekerja dalam subsektor ekonomi kreatif.
“Kemudian, kami juga berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi terkait program Koperasi Desa Merah Putih dalam hal keterlibatan melatih afiliator-afiliator setiap koperasi untuk menjual produk-produk kreatif di desanya,” sebut Riefky.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, dinamika data yang terus berkembang akan menjadi prioritas sehingga program-program pemerintah menjadi tepat sasaran.
Pihaknya juga terus bekerja untuk mengatasi persoalan-persoalan terutama terkait pengangguran biar tercipta lapangan kerja baru, baik di desa maupun di kota.
“Kami juga memperkuat kualitas dan sistem penempatan tenaga kerja di luar negeri dalam konteks memperluas kesempatan lapangan kerja,” Tambah pria yang karib disapa Cak Imin itu.
Kolaborasi juga sudah dilakukan dengan Kementerian UMKM dan Kementerian Perdagangan untuk menyiapkan tenaga kerja maupun wirausaha-wirausaha baru. Selain itu, dengan BPS, Kementerian Ekraf mendukung program Sensus Ekonomi Nasional yang dilakukan sepuluh tahun sekali supaya awal 2026 bisa kembali memetakan potensi-potensi ekraf yang ada di berbagai daerah, terutama kabupaten dan kota.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa kolaborasi menuju Sensus Ekonomi 2026 akan dilakukan lebih intensif. Hal ini dilakukan agar pendataan yang lengkap, langsung bisa dimanfaatkan hasilnya untuk merumuskan kebijakan pemerintah yang lebih tepat sasaran.
“Peran sensus ekonomi 2026 akan penting ke depan, terutama BPS akan berkolaborasi lebih dekat dengan Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian UMKM sebagai momen penting untuk memiliki potret sesungguhnya ekonomi Indonesia,” ungkap Amalia.
Baca juga: Ini Cara Kementerian Ekonomi Kreatif Tumbuhkan Ekraf di Desa & Daerah Tertinggal
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.