Sewa Kios Blok M Melonjak, Gubernur DKI Gratiskan 2 Bulan
04 September 2025 |
17:00 WIB
Kawasan distric Blok M atau dikenal Plaza 2 Blok M kini tak lagi seramai tahun kemarin, di mana area tersebut selalu dipenuhi orang-orang yang datang untuk sekadar nongkrong atau berburu jajanan viral. Rupanya para pemilik usaha mengeluhkan tarif sewa kios yang kini melonjak hingga Rp15 juta per bulan.
Situasi ini memicu keresahan pedagang, bahkan membuat sebagian di antaranya memilih menutup usahanya. Distric Blok M sebelumnya diisi oleh gerai-gerai kuliner seperti Nasi Matah Blok M, Ice WS, HoHiHoHeng, Ayam Renald, hingga Hi! Fruit yang setiap harinya dipenuhi antrean panjang pembeli.
Baca juga: Deretan Kafe Viral di Kawasan Blok M, Referensi Nongkrong Kalcer
Gubernur Jakarta, Pramono Anung pun tak tinggal diam menanggapi keresahan para pelaku UMKM makanan di District Blok M. Solusinya, dia memfasilitasi pedagang yang ingin pindah dengan memberikan pembebasan biaya sewa selama dua bulan di Blok M Hub.
“Bagi pedagang atau siapa pun yang mau menggunakan fasilitas ini, selama dua bulan kami berikan free, dan tentunya kami minta juga untuk menjaga kondusifitas, kenyamanan, keamanan yang ada di Blok M ini,” katanya saat kunjungannya ke Blok M.
Pramono menawarkan relokasi ke Blok M Hub dengan keringanan biaya sewa. Dia memastikan dua bulan pertama pedagang yang pindah tidak akan dikenakan biaya alias gratis. Menurutnya, lokasi baru tersebut jauh lebih nyaman, dilengkapi pendingin ruangan, dan memiliki fasilitas yang lebih baik dibanding sebelumnya.
Adapun Kios di Plaza 2 Blok M saat ini berada di bawah pengelolaan PT MRT Jakarta. Sejak Januari 2025, Pemprov DKI Jakarta menunjuk MRT Jakarta sebagai pengelola resmi kawasan tersebut. Dalam praktiknya, MRT Jakarta bekerja sama dengan Koperasi Pedagang Pasar Pusat Melawai (KOPEMA) untuk mengurus penyewaan kios.
Tarif sewa yang ditetapkan berkisar antara Rp300 ribu per bulan untuk anggota koperasi hingga Rp1,5 juta per bulan bagi non-anggota. Namun, belakangan muncul laporan adanya penagihan hingga belasan juta rupiah.
Pramono menegaskan, harga sewa di Plaza 2 Blok M wajib mengikuti kesepakatan awal. Segala bentuk kenaikan di luar batas yang ditetapkan tidak bisa dibenarkan. Kontrak kerja sama harus dihentikan bila terbukti ada pelanggaran.
"Kalau mereka tidak memenuhi apa yang menjadi kesepakatan, maka saya minta untuk di-postpone, kerja samanya dihentikan saja,” kata dia.
Menanggapi isu tersebut, Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, mengaku pihaknya tidak mengetahui adanya penagihan dengan nominal tinggi hingga isu tersebut ramai di publik. Dia menegaskan, tarif sewa selama ini tetap berjalan sesuai kesepakatan, yakni antara Rp600 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan. MRT Jakarta, hanya bermitra dengan KOPEMA dalam urusan operasional kios dan tidak pernah mengambil keputusan sepihak terkait tarif.
Sementara itu, pihak KOPEMA juga membantah tudingan telah menaikkan harga sewa hingga belasan juta rupiah. Penasihat KOPEMA, Mumu Mujtahid, menegaskan bahwa angka Rp15 juta yang beredar merupakan akumulasi tunggakan dari beberapa bulan, bukan tarif resmi.
Dia menyebut tarif resmi tetap berada di kisaran Rp300.000 per bulan bagi anggota koperasi, dan Rp1,5 juta ditambah biaya jaminan serta service charge bagi nonanggota.
Baca juga: Rekomendasi Makanan Viral Blok M, Genhype Sudah Coba yang Mana?
Situasi ini memicu keresahan pedagang, bahkan membuat sebagian di antaranya memilih menutup usahanya. Distric Blok M sebelumnya diisi oleh gerai-gerai kuliner seperti Nasi Matah Blok M, Ice WS, HoHiHoHeng, Ayam Renald, hingga Hi! Fruit yang setiap harinya dipenuhi antrean panjang pembeli.
Baca juga: Deretan Kafe Viral di Kawasan Blok M, Referensi Nongkrong Kalcer

Kios-kios District Blok M (Sumber Foto: Hypeabis.id/Fanny
“Bagi pedagang atau siapa pun yang mau menggunakan fasilitas ini, selama dua bulan kami berikan free, dan tentunya kami minta juga untuk menjaga kondusifitas, kenyamanan, keamanan yang ada di Blok M ini,” katanya saat kunjungannya ke Blok M.
Pramono menawarkan relokasi ke Blok M Hub dengan keringanan biaya sewa. Dia memastikan dua bulan pertama pedagang yang pindah tidak akan dikenakan biaya alias gratis. Menurutnya, lokasi baru tersebut jauh lebih nyaman, dilengkapi pendingin ruangan, dan memiliki fasilitas yang lebih baik dibanding sebelumnya.
Adapun Kios di Plaza 2 Blok M saat ini berada di bawah pengelolaan PT MRT Jakarta. Sejak Januari 2025, Pemprov DKI Jakarta menunjuk MRT Jakarta sebagai pengelola resmi kawasan tersebut. Dalam praktiknya, MRT Jakarta bekerja sama dengan Koperasi Pedagang Pasar Pusat Melawai (KOPEMA) untuk mengurus penyewaan kios.
Tarif sewa yang ditetapkan berkisar antara Rp300 ribu per bulan untuk anggota koperasi hingga Rp1,5 juta per bulan bagi non-anggota. Namun, belakangan muncul laporan adanya penagihan hingga belasan juta rupiah.
Pramono menegaskan, harga sewa di Plaza 2 Blok M wajib mengikuti kesepakatan awal. Segala bentuk kenaikan di luar batas yang ditetapkan tidak bisa dibenarkan. Kontrak kerja sama harus dihentikan bila terbukti ada pelanggaran.
"Kalau mereka tidak memenuhi apa yang menjadi kesepakatan, maka saya minta untuk di-postpone, kerja samanya dihentikan saja,” kata dia.
Menanggapi isu tersebut, Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, mengaku pihaknya tidak mengetahui adanya penagihan dengan nominal tinggi hingga isu tersebut ramai di publik. Dia menegaskan, tarif sewa selama ini tetap berjalan sesuai kesepakatan, yakni antara Rp600 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan. MRT Jakarta, hanya bermitra dengan KOPEMA dalam urusan operasional kios dan tidak pernah mengambil keputusan sepihak terkait tarif.
Sementara itu, pihak KOPEMA juga membantah tudingan telah menaikkan harga sewa hingga belasan juta rupiah. Penasihat KOPEMA, Mumu Mujtahid, menegaskan bahwa angka Rp15 juta yang beredar merupakan akumulasi tunggakan dari beberapa bulan, bukan tarif resmi.
Dia menyebut tarif resmi tetap berada di kisaran Rp300.000 per bulan bagi anggota koperasi, dan Rp1,5 juta ditambah biaya jaminan serta service charge bagi nonanggota.
Baca juga: Rekomendasi Makanan Viral Blok M, Genhype Sudah Coba yang Mana?
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.