Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat ditemui awak media di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Sabtu (16/8/2025). Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta.

Menbud Fadli Zon Beberkan Alasan Buku Sejarah Indonesia Batal Rilis 17 Agustus 2025

17 August 2025   |   08:00 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Buku hasil penulisan ulang sejarah Indonesia dipastikan batal untuk dirilis pada 17 Agustus 2025 atau bertepatan dengan momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI. Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon.

Menbud menyampaikan bahwa 17 Agustus 2025 yang ditetapkan sebelumnya merupakan tenggat waktu (deadline) dari penulisan buku sejarah Indonesia versi terbaru. Dia pun menepis anggapan bahwa tidak dirilisnya buku sejarah Indonesia pada momen HUT ke-80 Kemerdekaan RI bukan karena ditunda.

"Bukan ditunda. Memang belum selesai karena rancangannya itu penulisannya selesai 17 Agustus [2025]. Itu deadline yang kami berikan dan sudah selesai," katanya saat ditemui di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Sabtu (16/8/2025).
 
Fadli mengatakan bahwa proses penyusunan buku sejarah Indonesia kini tengah memasuki proses editing. Dalam proses editing tersebut, akan ditambahkan pula masukan-masukan yang disampaikan oleh masyarakat di kalangan akademik dari sejumlah diskusi publik yang telah digelar oleh Kemenbud.
 
Seperti diketahui, Kementerian Kebudayaan telah menggelar uji publik buku sejarah Indonesia di empat tempat berbeda, yakni dimulai pada 25 Juli 2025 di Universitas Indonesia (UI), berlanjut di Universitas Lambung Mangkurat pada 28 Juli 2025, Universitas Negeri Padang pada 31 Juli 2025, serta Universitas Negeri Makassar pada 4 Agustus 2025. 
 
"Kita sedang melakukan proses editing, nanti proses editing-nya tentu memasukkan masukan-masukan dari masyarakat setelah adanya diskusi publik, adanya seminar publik. Nah baru nanti setelah itu kita luncurkan," ujar Fadli.
 
Dalam keterangan sebelumnya sebagaimana yang telah diberitakan Hypeabis.id, Menbud menyampaikan bahwa rencananya buku hasil penulisan ulang sejarah Nasional bakal diterbitkan dalam rentang waktu antara Oktober hingga November 2025. 
 
"Penulisan sudah selesai masih proses editing. Peluncuran nanti Oktober-November [2025]," kata Fadli dalam pesan singkat saat dikonfirmasi oleh Hypeabis.id, Jumat (15/8/2025).
 
Awalnya, buku hasil penulisan ulang sejarah nasional ditargetkan rampung dan akan secara resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan perayaan 80 tahun kemerdekaan Indonesia. Pemilihan tanggal ini juga dimaksudkan untuk menjadikan buku tersebut sebagai kado bagi bangsa Indonesia yang usianya memasuki 8 dekade.
 
Buku yang nantinya akan berjudul Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global tersebut dikerjakan oleh 112 penulis dengan latar belakang disiplin ilmu yang beragam, seperti arkeologi, sejarah, epigrafi, filologi, geografi, hingga ilmu sosial-humaniora.
 
Para penulis berasal dari 34 perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan delapan lembaga non-akademik, dengan memperhatikan keterwakilan wilayah serta keseimbangan gender. Adapun, buku sejarah tersebut terdiri atas 10 jilid dan setiap jilidnya berisi 550 halaman.
 
Sebagai gambaran, berikut adalah 10 jilid dari buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global berdasarkan draf yang diumumkan dalam acara Diskusi Publik Draf Penulisan Buku Sejarah Indonesia, Jumat (25/7/2025) di Universitas Indonesia, Depok.
 
  1. Jilid 1 -  Akar Peradaban Nusantara
  2. Jilid 2 - Nusantara dalam Jaringan Global: India, Tiongkok dan Persia
  3. Jilid 3 - Nusantara Dalam Jaringan Global: Asia Barat
  4. Jilid 4 - Interaksi Awal dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi
  5. Jilid 5 - Masyarakat Indonesia dan Terbentuknya Negara Kolonial
  6. Jilid 6 - Pergerakan Kebangsaan
  7. Jilid 7 - Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
  8. Jilid 8  - Konsolidasi Negara Bangsa: Konflik, Integrasi, dan Kepemimpinan Internasional, 1950–1965
  9. Jilid 9 - Pembangunan dan Stabilitas Nasional Era Orde Baru 1967–1998
  10. Jilid 10 - Dari Reformasi ke Konsolidasi Demokrasi, 1998–2024
 
Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, mengatakan per 25 Juli 2025, proses penulisan buku sejarah nasional telah menghasilkan sebanyak 5.536 halaman. Dia menambahkan bahwa proses penggarapannya telah memasuki tahap editing dari editor jilid, dan akan dilanjutkan dengan tahapan editing umum.
 
Sebelum resmi diluncurkan, Kementerian Kebudayaan pun telah menggelar beberapa uji publik. Tahap uji publik ini bertujuan memberi kesempatan bagi masyarakat akademik maupun umum untuk memberikan saran dan masukan yang bersifat konstruktif terhadap rancangan naskah buku tersebut.
 
"Nanti setelah dapat masukan ini mudah-mudahan bisa melengkapi yang masih bolong-bolong, yang kurang-kurang, sebelum masuk kepada editor umum untuk disempurnakan, dibaca kembali dan diselaraskan dengan temuan-temuan baru dan masukan," katanya.
 
Adapun, tiga editor umum yang memimpin penyusunan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global adalah Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.Hum dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum dari Universitas Diponegoro, dan Prof. Jajat Burhanudin, M.A dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 
 
Sementara itu, setiap jilid ditangani oleh satu hingga dua editor khusus, antara lain Prof. Dr. R. Cecep Eka Permana, M.Si, Dr. Ninie Susanti Tejowasono, M.Hum, Zacky Khairul Umam, Ph.D, Prof. Dr. Agus Suwignyo, M.A, Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan, M.Hum, Prof. Nawiyanto, M.A., Ph.D, Nur Aini Setiawati, Ph.D, Dr. Didik Pradjoko, M.Hum, dan Dr. Amurwani Dwi Lestariningsih, M.Hum.
 

SEBELUMNYA

Teddy Aditya Tampil Memukau di The 48th JGTC Margocity Jazz Night Depok

BERIKUTNYA

Karya-Karya Henk Ngantung Era Kemerdekaan Tampil di Pameran Seni dan Diplomasi Museum Proklamasi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga