Menteri Kebudayaan Fadli Zon (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)

Menbud Fadli Zon Targetkan Buku Sejarah Indonesia Rampung Tahun Ini, Tak Harus 17 Agustus

04 August 2025   |   12:04 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa penulisan buku Sejarah Indonesia masih ditargetkan rampung tahun ini. Sebab, sedari awal, buku ini memang ditulis sebagai pembaharuan sekaligus kado untuk peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, sejauh ini, proyek penulisan buku Sejarah Indonesia masih sesuai dengan deadline. Saat ini, katanya, progres penulisan sudah mencapai 80 persen sampai 90 persen.

"Kita harapkan penulisan sejarah Indonesia ini bisa selesai dalam rangka 80 tahun kemerdekaan Indonesia. Tapi, tentu tidak harus strict pada 17 Agustus," ungkapnya. 

Baca juga: Hypereport: Urgensi & Konsep Proyek Penulisan Ulang Sejarah Nasional 

Sebelumnya, Fadli memang mengatakan penyelesaian proyek penulisan itu bisa selesai sebelum peringatan HUT ke-80 RI. Akan tetapi, belakangan dia menyebut tanggal tersebut hanya ancar-ancar. Kini, dia menyebut target penulisan menjadi tahun ini supaya masih dalam bagian perayaan 80 tahun kemerdekaan.

Dia optimistis buku ini tetap bakal rampung pada tahun ini. Sebab, para sejarawan sebenarnya tidak menulis dari nol. Dia menyebut para sejarawan hanya memutakhirkan dan menambahkan data baru ke dalam buku. "Ini bukan dari nol. Sebelumnya kan sudah ada buku sejarah Indonesia, jadi referensi cukup banyak," imbuhnya.

Sejauh ini draf tersebut telah terdiri dari 10 jilid. Buku ini akan membahas sejarah Indonesia dari akar peradabannya, yakni dari zaman manusia di gua sampai ke masa transisi Presiden Joko Widodo ke Presiden Prabowo Subianto. 

Fadli menyadari bahwa tidak semua sejarah bisa masuk ke dalam buku ini. Sebab, jika semua dimasukkan, jumlahnya akan begitu banyak. Namun, dia ingin buku ini menjadi benang merah yang menyatukan narasi Indonesia.

Setelah buku ini selesai, Fadli pun bicara kemungkinan tahun depan akan menulis buku sejarah lagi, tetapi bukan sejarah umum. Dia ingin memperdalam sejarah dari suatu masa tertentu.

"Mungkin nanti ada sejarah khusus periode 1945-1949. Sejarah tentang Majapahit, Pajajaran, atau Sriwijaya. Lalu kita akan buat juga ensiklopedik, keraton, kesultanan di Nusantara, dan lain-lain, banyak lah." ucapnya.

Penulisan Buku Sejarah Indonesia sejauh ini telah menghasilkan sebanyak 5.536 halaman yang terbagi dalam 10 jilid utama. Saat ini, naskah tersebut tengah menjalani proses penyuntingan oleh tim editor. Penyusunan buku melibatkan 112 kontributor dari lintas disiplin ilmu, seperti arkeologi, sejarah, epigrafi, filologi, geografi, hingga ilmu sosial dan humaniora.

Para penulis berasal dari 34 perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia, serta delapan lembaga non-akademik. Penyusunannya turut mempertimbangkan keseimbangan representasi wilayah dan gender.

Saat ini, buku tersebut sedang memasuki tahap diskusi publik. Forum uji publik ini diselenggarakan di empat perguruan tinggi: Universitas Indonesia (25 Juli 2025), Universitas Lambung Mangkurat (28 Juli 2025), Universitas Negeri Padang (31 Juli 2025), dan Universitas Negeri Makassar (4 Agustus 2025). 

Baca juga: AAI Kritik Proses Diskusi Publik Buku Sejarah Indonesia karena Lebih Mirip Sosialisasi 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

7 Konser K-Pop & Fan Meeting Agustus 2025, Ada D.O EXO hingga Park Bo-gum

BERIKUTNYA

Koalisi Seni Catat 60 Pelanggaran Kebebasan Berkesenian Sepanjang 2024, Tertinggi 1 Dekade

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga