Seniman Ugo Untoro saat ditemui di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (21/7/2025). (sumber gambar: Hypeabis.id/Fanny Kusumawardhani)

Melukis Ingatan Masa Kecil, Ugo Untoro Siap Gelar Pameran di Nadi Gallery

23 July 2025   |   13:16 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Seniman kontemporer Ugo Untoro siap menggelar pameran tunggal bertajuk Melukis Rintik yang Menolak Kering di Nadi Gallery, Jakarta. Seteleng tunggal perupa asal Purbalingga yang menetap di Yogyakarta ini dijadwalkan dibuka pada Kamis, 24 Juli 2025.

Dikuratori oleh Sudjud Dartanto, pameran ini digadang bakal menghadirkan eksplorasi estetika yang berbeda dari apa yang selama ini Ugo kerjakan. Sang seniman mengungkap, hampir seluruh karya juga dibuat di kampung halamannya, Purbalingga.

Tajuk Melukis Rintik yang Menolak Kering dipilih karena sang seniman memang menyukai hujan sejak lama. Dia kerap melukis saat hujan, serta mengibaratkan hujan sebagai tangisan dan kepedihan dari bumi dan isinya.

"Jadi lewat hujan itu bisa menjadi kesedihan, tangisan, tapi juga memperbaiki atau mencuci yang ada di muka bumi. Tapi di sini saya mengambil suasana hujan dengan warna-warna pastel," katanya saat ditemui Hypeabis.id. 

Baca juga: Sajian Artistik Agus Suwage dalam Pameran Fragmen di Nadi Gallery 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Ugo Untoro (@ugountoro)


Lain dari itu, pameran ini juga bakal mengeksplorasi kenangan-kenangan Ugo terhadap masa kecilnya di Purbalingga. Tentang bagaimana dia melihat dan menyikapi rumah yang selama ini ditinggalkan saat memilih berkarya di Yogyakarta.

Momen tersebut misalnya, saat dua tahun terakhir dia melihat sosok ibunya yang semakin ringkih, atau kamar masa kecilnya yang ditinggalkan saat merantau. Benda atau subjek tersebut, yang menurutnya selama ini luput dari perhatian, justru memberi banyak insight baru baginya.

"Jadi akhirnya malah benda-benda di rumah saya itu seperti menarik saya untuk melukis mereka. Bukan saya mencari-cari. Tapi ada benda tiba-tiba kayak saya disuruh melihat mereka kembali," imbuhnya.

Namun, Ugo belum banyak membeberkan berapa banyak karya yang bakal dipamerkan. Dia mengungkap pameran ini juga bakal berbeda dari tema-tema yang selama ini dia usung, sebab dirinya memang tak pernah mengikat karya dalam satu gaya atau pendekatan tertentu. 
 

Profil Ugo Untoro 

Ugo Untoro adalah seniman kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah, pada 28 Juni 1970. Dia menempuh pendidikan seni rupa di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Sejak masa kuliah, Ugo telah aktif dalam berbagai kegiatan seni, menjadikan Kota Gudeg sebagai pusat eksplorasinya dalam seni rupa.

Gaya artistik Ugo Untoro dikenal ekspresif dan spontan. Dia kerap menggabungkan unsur grafiti, komik, dan tulisan tangan dalam lukisan maupun instalasinya. Karyanya penuh coretan kasar, warna kontras, serta simbol-simbol yang menyerupai fragmen kehidupan urban dan konflik batin manusia.

Medium yang digunakan pun beragam, mulai dari kanvas, tembok, kertas bekas, hingga instalasi tiga dimensi. Di tangannya, seni bukan hanya objek yang indah secara visual, tetapi menjadi wacana yang menggugah kesadaran sosial dan eksistensial.

Karier seninya mulai mencuat lewat pameran tunggal pertamanya bertajuk Corat-Coret di Bentara Budaya Yogyakarta pada 1995. Sejak itu, dia aktif berpameran, baik di dalam negeri maupun luar negeri, seperti di Singapura, Kuala Lumpur, hingga AS.

Penghargaan penting juga pernah diraih Ugo, di antaranya menjadi lima besar finalis Philip Morris ASEAN Art Awards Indonesia pada 1998. Pada 2007, majalah Tempo menganugerahinya gelar “Man of the Year” karena kontribusinya yang signifikan dalam mendorong dinamika seni rupa Indonesia.

Kontribusi Ugo terhadap seni rupa Indonesia tidak hanya terletak pada kekuatan visual karyanya, tetapi juga pada pendekatan tematik yang berani dan reflektif. Dia kerap mengangkat isu-isu marjinal, kehidupan sehari-hari, keterasingan, serta absurditas politik dan kekuasaan dalam visual yang jujur dan mentah. 

Baca juga: 200 Tahun Perang Diponegoro, Galnas Hadirkan Pameran Interdisipliner Bertajuk Nyala 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Melihat Potensi Adopsi AI Dalam Layananan Kesehatan di Indonesia

BERIKUTNYA

Gejala & Penyebab Parkinson, Penyakit Ozzy Osbourne Sebelum Meninggal

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: