Eksplorasi Kenangan dan Hujan, Ugo Untoro Gelar Pameran Tunggal di Nadi Gallery
25 July 2025 |
00:07 WIB
Seniman kontemporer Ugo Untoro kembali turun gunung dengan menggelar pameran tunggal bertajuk Melukis Rintik yang Menolak Kering di Nadi Gallery, Jakarta. Pameran tunggal perupa asal Purbalingga ini dibuka pada Kamis (24/7/2025) malam.
Melalui pameran ini, Ugo Untoro kembali menegaskan posisi dan kontribusinya dalam dunia seni rupa Indonesia. Ia menampilkan karya-karya yang kaya akan refleksi pribadi dan visual-visual metaforik yang menjadi ciri khasnya.
Baca juga: Melukis Ingatan Masa Kecil, Ugo Untoro Siap Gelar Pameran di Nadi Gallery
Melukis Rintik yang Menolak Kering merupakan tema yang Ugo eksplorasi setelah pulang ke kampung. Hujan, bagi Ugo, adalah sebuah metafora yang dalam, pemanggil ingatan akan siklus yang mengikat seni dan eksistensi.
Kurator Sudjud Dartanto mengatakan, pemilihan tajuk tersebut merepresentasikan sikap dan praktik artistik Ugo yang menolak stagnasi, atau kekeringan spiritual. Judul ini juga menandai fase pengkaryaan Ugo yang menekankan pentingnya otentisitas dalam seni.
"Ini adalah Ugo yang terus-menerus membasahi kanvas kehidupannya dengan tetesan-tetesan makna yang segar. Dia menolak untuk berhenti atau mengering dalam kemapanan," katanya.
Setali tiga uang, Ugo menyebut bahwa melukis atau menggambar baginya adalah sebuah petualangan. Dari situlah, paparnya, ia bisa menemukan bahasa-bahasa baru—yang belum pernah ia gunakan atau yang harus ia cari agar terjadi komunikasi.
Melukis, bagi Ugo, ibarat menulis puisi yang sangat sulit untuk dimulai. Ia mengibaratkan kegiatan ini layaknya seorang prajurit yang memampatkan tebaran mesiu ke dalam peluru, lalu melepaskannya dan menyebarkannya kembali.
Melukis juga seperti seorang ibu yang mencuci sprei besar, lalu memerasnya menjadi padat, dan menjemurnya kembali agar kembali lebar—supaya seseorang bisa nyaman tidur di atasnya.
"Jadi di situlah saya menemukan sebuah petualangan, dan yang terpenting bagi saya dalam setiap petualangan itu adalah menemukan bahasa-bahasa [visual] yang baru untuk pengkaryaan," katanya.
Secara umum, pameran ini memajang puluhan karya Ugo Untoro yang dibuat selama ia pulang ke Purbalingga untuk menemani ibunya yang semakin renta. Namun di balik alasan itu, ada pula kepentingan pribadi untuk sejenak melakukan penyembuhan setelah sakit.
Lukisan-lukisan yang dibuat mencerminkan kedekatan Ugo terhadap rumah, lingkungan masa kecil, dan kenangan-kenangan yang mampat. Misalnya, karya bertajuk Bapak Telepon (2024), menggambarkan sebuah ponsel menyala di atas meja dalam ruang remang.
Ada pula karya berjudul Karena Hujan Lebat (2025). Berdimensi 100 x 120 cm, lukisan cat minyak di atas kanvas ini menggambarkan meja makan dalam suasana malam remang. Di atasnya terdapat lilin, kopi, dan air putih, serta tangan sang ibu berjarit yang duduk di bangku pojok.
Ugo menjelaskan, karya ini dibuat saat ia berada di kampung dan hujan lebat turun. Akibatnya, listrik di rumah padam dan ia bersama ibunya duduk berdua dalam gelap, hanya ditemani lilin dan kudapan di atas piring.
Saat di rumah sang ibu, Ugo juga menemukan kembali jangkar-jangkar kenangan masa kecil. Salah satunya adalah barang-barang lama yang masih disimpan sang ibu, seperti sarung, buku, bokor tembaga tempat mandi, dan kendil—yang kemudian jadi inspirasi karya.
Judul-judul karya Ugo beragam, mencakup spektrum dari tema domestik hingga yang berhubungan dengan alam. Namun sebagian besar, baik dari segi judul maupun visual, didominasi oleh tema hujan—seperti Di Tengah Hujan, Hujan Lagi, Tumpukan Hujan, dan lainnya.
Sudjud mengungkap, salah satu kekuatan Ugo dalam pameran ini adalah kemampuannya memainkan garis untuk membangun metafor dari berbagai objek. Penekanan pada garis ini, menurutnya, merupakan usaha kembali ke bahasa artistik yang fundamental untuk menggali esensi seni dan spiritualitas.
"Garis ini penting bagi Ugo, karena ia banyak memulai dari sketsa. Dan karena itu, kalau kita naik ke atas, kita akan menemukan sejumlah lukisan yang menekankan kekuatan garis," katanya.
Baca juga: Karya-karya Ugo Untoro yang Baru Pertama Kali Dipamerkan di Art Jakarta 2023
Melalui pameran ini, Ugo Untoro kembali menegaskan posisi dan kontribusinya dalam dunia seni rupa Indonesia. Ia menampilkan karya-karya yang kaya akan refleksi pribadi dan visual-visual metaforik yang menjadi ciri khasnya.
Baca juga: Melukis Ingatan Masa Kecil, Ugo Untoro Siap Gelar Pameran di Nadi Gallery
Melukis Rintik yang Menolak Kering merupakan tema yang Ugo eksplorasi setelah pulang ke kampung. Hujan, bagi Ugo, adalah sebuah metafora yang dalam, pemanggil ingatan akan siklus yang mengikat seni dan eksistensi.
Kurator Sudjud Dartanto mengatakan, pemilihan tajuk tersebut merepresentasikan sikap dan praktik artistik Ugo yang menolak stagnasi, atau kekeringan spiritual. Judul ini juga menandai fase pengkaryaan Ugo yang menekankan pentingnya otentisitas dalam seni.
"Ini adalah Ugo yang terus-menerus membasahi kanvas kehidupannya dengan tetesan-tetesan makna yang segar. Dia menolak untuk berhenti atau mengering dalam kemapanan," katanya.
Setali tiga uang, Ugo menyebut bahwa melukis atau menggambar baginya adalah sebuah petualangan. Dari situlah, paparnya, ia bisa menemukan bahasa-bahasa baru—yang belum pernah ia gunakan atau yang harus ia cari agar terjadi komunikasi.
Melukis, bagi Ugo, ibarat menulis puisi yang sangat sulit untuk dimulai. Ia mengibaratkan kegiatan ini layaknya seorang prajurit yang memampatkan tebaran mesiu ke dalam peluru, lalu melepaskannya dan menyebarkannya kembali.
Melukis juga seperti seorang ibu yang mencuci sprei besar, lalu memerasnya menjadi padat, dan menjemurnya kembali agar kembali lebar—supaya seseorang bisa nyaman tidur di atasnya.
"Jadi di situlah saya menemukan sebuah petualangan, dan yang terpenting bagi saya dalam setiap petualangan itu adalah menemukan bahasa-bahasa [visual] yang baru untuk pengkaryaan," katanya.

Pengunjung menyaksikan sejumlah karya Ugo Untoro dalam pameran bertajuk Melukis Rintik yang Menolak Kering di Nadi Gallery, Jakarta, Kamis (24/7/2025). (sumber gambar: Hypeabis.id/Robby Fathan)
Secara umum, pameran ini memajang puluhan karya Ugo Untoro yang dibuat selama ia pulang ke Purbalingga untuk menemani ibunya yang semakin renta. Namun di balik alasan itu, ada pula kepentingan pribadi untuk sejenak melakukan penyembuhan setelah sakit.
Lukisan-lukisan yang dibuat mencerminkan kedekatan Ugo terhadap rumah, lingkungan masa kecil, dan kenangan-kenangan yang mampat. Misalnya, karya bertajuk Bapak Telepon (2024), menggambarkan sebuah ponsel menyala di atas meja dalam ruang remang.
Ada pula karya berjudul Karena Hujan Lebat (2025). Berdimensi 100 x 120 cm, lukisan cat minyak di atas kanvas ini menggambarkan meja makan dalam suasana malam remang. Di atasnya terdapat lilin, kopi, dan air putih, serta tangan sang ibu berjarit yang duduk di bangku pojok.

Karya Ugo Untoro bertajuk Karena Hujan Lebat (2025) dalam pameran bertajuk Melukis Rintik yang Menolak Kering di Nadi Gallery, Jakarta, Kamis (24/7/2025). (sumber gambar: Hypeabis.id/Robby Fathan)
Saat di rumah sang ibu, Ugo juga menemukan kembali jangkar-jangkar kenangan masa kecil. Salah satunya adalah barang-barang lama yang masih disimpan sang ibu, seperti sarung, buku, bokor tembaga tempat mandi, dan kendil—yang kemudian jadi inspirasi karya.
Judul-judul karya Ugo beragam, mencakup spektrum dari tema domestik hingga yang berhubungan dengan alam. Namun sebagian besar, baik dari segi judul maupun visual, didominasi oleh tema hujan—seperti Di Tengah Hujan, Hujan Lagi, Tumpukan Hujan, dan lainnya.
Sudjud mengungkap, salah satu kekuatan Ugo dalam pameran ini adalah kemampuannya memainkan garis untuk membangun metafor dari berbagai objek. Penekanan pada garis ini, menurutnya, merupakan usaha kembali ke bahasa artistik yang fundamental untuk menggali esensi seni dan spiritualitas.
"Garis ini penting bagi Ugo, karena ia banyak memulai dari sketsa. Dan karena itu, kalau kita naik ke atas, kita akan menemukan sejumlah lukisan yang menekankan kekuatan garis," katanya.
Baca juga: Karya-karya Ugo Untoro yang Baru Pertama Kali Dipamerkan di Art Jakarta 2023
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.