Sutradara Ejen Ali the Movie 2, Usamah Zaid Yasin

Mengapa Industri Animasi Malaysia Lebih Maju dari Indonesia?

21 June 2025   |   15:06 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Perkembangan industri animasi di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang positif. Di antara negara-negara kawasan, Malaysia kerap disebut sebagai salah satu contoh keberhasilan, terutama karena industri animasinya begitu tumbuh.

Animasi-animasi produksi Malaysia bahkan tak hanya digemari secara lokal, tetapi juga mampu menembus pasar negara-negara tetangga. Di tengah munculnya sejumlah karya animasi Indonesia yang mulai mendapat perhatian publik, apa yang perlu dipelajari dari Malaysia agar industri dalam negeri juga berkembang. 

Baca juga: Film Animasi Laris Malaysia Ejen Ali The Movie 2 Dibuat Selama 2,5 Tahun

Sutradara Ejen Ali the Movie 2, Usamah Zaid Yasin memberikan perspektif menarik. Dia tidak serta merta menyebut industri animasi di Malaysia lebih mapan atau berkembang. Sebab, menurutnya, Indonesia dan Malaysia punya potensi yang sama.

Namun, Usamah menyebut ekosistem animasi di Malaysia memang sudah terbentuk lebih lama. Dia pun menilai ada peran penting dari pemerintah yang membuat animasi di Malaysia tampak lebih bertumbuh.

“Mungkin tidak harus disebut lebih mapan. Tapi di Malaysia, pemerintah sudah lama memberikan sokongan dan bantuan yang konkret,” ujar Usamah.

Usamah mengatakan jika ditarik ke belakang, kepedulian pemerintah terhadap industri animasi di Malaysia sudah terjadi 15-20 tahun yang lalu. Dengan demikian, apa yang terjadi sekarang memang merupakan satu proses yang panjang.

Di Malaysia, katanya, sudah ada sistem pembinaan industri animasi yang cukup terstruktur, terutama melalui lembaga seperti MDEC (Malaysia Digital Economy Corporation). Lembaga ini berfungsi sebagai fasilitator industri kreatif, memberikan panduan langkah demi langkah dalam membangun proyek animasi, serta mempertemukan kreator lokal dengan pemain global.

“Jika ada Disney atau Nickelodeon yang singgah ke Malaysia, pasti MDEC itu akan memfasilitasi untuk bertemu dengan studio-studio di Malaysia dan kemudian membicarakan banyak peluang,” imbuhnya.

Menurutnya,proses ini membuka peluang pitching dan menjembatani akses pasar secara lebih langsung. Sebab, tak hanya bimbingan dan jaringan, pendanaan juga menjadi kunci.

Usamah juga menyebut banyak proyek animasi top Malaysia yang mendapatkan dukungan finansial dari pemerintah. Hal ini memungkinkan studio-studio lokal untuk berani mencoba, bereksperimen, dan bertumbuh secara berkelanjutan.

Menurutnya, Indonesia sebenarnya tak kalah dengan Malaysia. Indonesia, katanya, punya segudang talenta. Namun, menurutnya, mungkin diperlukan ekosistem yang berjalan beriringan dan menyeluruh.

“Saya lihat bakat di Indonesia itu enggak pernah kekurangan. Tapi menghasilkan animasi itu cost-nya tinggi banget. Jadi enggak mudah dicoba. Itu proses,” kata Usamah.

Meski demikian, dia melihat secercah harapan besar melalui kemunculan film JUMBO yang mencetak rekor sebagai film animasi terlaris di Indonesia. Kualitas teknis dan kekuatan naratifnya menandai fase baru dalam perkembangan animasi lokal.

“Akhirnya ada film animasi Indonesia seperti JUMBO yang begitu indah dan juga jadi top selling movie di Indonesia. Itu pencapaian yang hebat,” tuturnya.

Usamah melihat selama ini hubungan antara industri animasi Indonesia dan Malaysia sendiri cukup erat. Tak jarang, animator Indonesia juga turut terlibat dalam produksi film Malaysia.

Selain itu, Usamah juga menyebut bahwa penonton Indonesia selama ini menjadi bagian dari kesuksesan film animasi Malaysia. Namun, tahun ini, katanya, ada periode yang cukup menarik.

Baca juga: Komik Klasik Panji Tengkorak Diadaptasi Jadi Film Animasi

Sebab, bukan hanya film animasi Malaysia saja yang tayang di Indonesia. Sebaliknya, karya Indonesia, Jumbo, itu kini juga sedang tayang di bioskop Malaysia, berbarengan dengan penayangan Ejen Ali 2 di bioskop Indonesia.

“Saya harap kedua-duanya bisa mendapat sambutan yang baik. Kita satu kawasan, satu industri. Kalau bisa, kita sama-sama makin berkembang, makin besar,” tutupnya.

SEBELUMNYA

Turis Asing Dapat izin Tinggal Lebih Akibat Erupsi Lewotobi

BERIKUTNYA

Perunggu Rilis Single Pikiran Yang Matang, Refleksi Kehidupan Era Medsos

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga