Perunggu Rilis Single Pikiran Yang Matang, Refleksi Kehidupan Era Medsos
21 June 2025 |
19:54 WIB
Band pop rock Perunggu kembali menyapa para penggemarnya dengan merilis single anyar berjudul "Pikiran Yang Matang". Single ini mengusung pesan reflektif tentang detoks media sosial serta pengelolaan energi dan mental di era digital, sekaligus jadi lagu terakhir menuju album penuh kedua.
"Pikiran Yang Matang" menjadi lagu ketiga yang dirilis menuju peluncuran album panjang kedua Perunggu. Lagu ini juga menegaskan kembali identitas musik mereka yang lebih familiar, sekaligus membawa pesan reflektif relevan dengan dinamika kehidupan pada era digital. Dua single sebelumnya yang telah dirilis yakni "Tapi" dan "Berhasil".
Lewat single ini, Perunggu kembali menunjukkan kematangan musikal dan kedalaman pesan dalam karya mereka. Karya anyar ini hadir sebagai pengingat dan ajakan untuk lebih sadar dalam mengelola pikiran dan energi di tengah derasnya arus informasi pada era digital.
Baca juga: Perunggu Rilis Single Berhasil, Ungkap Peran Pasangan dalam Perjalanan Bermusik
Ildo Hasman, sang drummer, mengatakan lirik lagu "Pikiran Yang Matang" ditulis oleh gitaris sekaligus vokalis Perunggu, Maul Ibrahim. Liriknya terinspirasi dari pengalaman pribadi Ildo saat menjalani 'puasa' media sosial (medsos), yang memicu refleksi mendalam tentang pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari.
Kebiasaan penggunaan medsos dirasa membuat kebanyakan orang kurang produktif karena banyaknya waktu terbuang hanya untuk scrolling tanpa tujuan jelas. Keputusan untuk uninstall semua aplikasi medsos pun membawa Ildo pada pengalaman baru yang lebih bermakna, seperti menghabiskan waktu bersama keluarga dan melakukan aktivitas fisik.
Lagu ini kemudian menjadi cerminan pentingnya melakukan 'detoks mental' dari fenomena banjirnya informasi yang kerap kali membawa perasaan negatif dan kelelahan.
“Kadang kita terlalu sibuk memikirkan hal-hal yang tidak bisa dikontrol, yang tidak jelas benar atau salahnya, sehingga lama-lama jadi stres. Lagu ini mengingatkan kita untuk fokus pada hal positif dan mensyukuri apa yang ada di depan mata,” ujar Ildo dalam keterangan resminya.
Diakui oleh Maul, sebelumnya dia bisa menghabiskan waktu hingga delapan jam per hari untuk membuka medsos, terutama pada pagi dan malam hari. Akan tetapi, perlahan dia mulai mengontrol akses medsosnya dengan lebih selektif terhadap akun yang diikuti, serta menghindari untuk mengonsumsi konten negatif dan algoritma yang tidak memberikan nilai tambah dalam menjalani keseharian.
“Intinya mah ya tentang gimana ambil alih kendali dan kalo bisa selalu jemput bola tentang apa yang mau saya konsumsi. Sekarang sih jadinya tetap buka sosmed tapi jadi lebih dikontrol aja. Lebih banyak nge-search daripada makan apa aja yang nongol di recommendation,” ucap Maul.
Sementara itu, dari segi aransemen, Ildo mengatakan single “Pikiran Yang Matang” tidak banyak berubah dari versi demo awal. Perunggu juga menggaet Petra Sihombing dan Enrico Octaviano sebagai produser, untuk memberikan kontribusi penting dalam pemilihan sound serta penambahan elemen vokal dan instrumen yang memperkaya warna musik tanpa menghilangkan nuansa rock yang menjadi ciri khas mereka.
Lagu “Pikiran Yang Matang” direkam di Duapuluhtiga Studio yang berlokasi di Jakarta Selatan dan Ubud. Mixing dikerjakan oleh Stevano dan mastering oleh Harmoko Aguswan, demi menghasilkan kualitas rekaman yang matang dan detail. Tidak hanya sebagai produser, Petra dan Enrico juga berkontribusi dalam pengisian vokal latar serta permainan keyboard dan synthesizer.
Dalam lagu terbaru ini, Perunggu juga menghadirkan energi rock yang natural dan lugas. Menurut Ildo, lagu ini sejak awal dianggap nyaman baik untuk didengarkan maupun dibawakan secara live, sehingga dirasa menjadi pilihan yang tepat untuk diluncurkan sebagai single ketiga. “Setelah rekaman pun jadi salah satu lagu yang kami paling puas hasilnya. Jadi agak sayang aja kalau enggak di-release segera,” ungkap dia,
Adam Adenan selaku pemain bas mengungkapkan dari sisi kreativitas dan persiapan album, "Pikiran Yang Matang” kemungkinan menjadi single terakhir sebelum perilisan album penuh kedua Perunggu. Proses rekaman kali ini, katanya, berbeda dibandingkan album sebelumnya karena harus dilakukan secara bertahap di sela kesibukan pekerjaan dan jadwal manggung.
Dia juga mengaku merasakan energi baru dalam menjalani proses kreatif dan tampil live setelah merilis dua single sebelumnya. Lagu ini dianggap sangat menggambarkan suasana hati band dalam menghadapi dinamika media sosial dan informasi yang tak terputus pada era digital saat ini.
"Jadinya begitu deh nyicil-nyicil rekamannya, dan waktu lagu Pikiran Yang Matang jadi pun sudah terpikirkan ini jadi single karena lagunya cukup straight forward. Insyaallah jadi single terakhir sebelum album kedua,” tutur Adam.
Baca juga: Kolaborasi Danilla dan Hindia Persembahkan Single Jika dengan Sentuhan Baru
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
"Pikiran Yang Matang" menjadi lagu ketiga yang dirilis menuju peluncuran album panjang kedua Perunggu. Lagu ini juga menegaskan kembali identitas musik mereka yang lebih familiar, sekaligus membawa pesan reflektif relevan dengan dinamika kehidupan pada era digital. Dua single sebelumnya yang telah dirilis yakni "Tapi" dan "Berhasil".
Lewat single ini, Perunggu kembali menunjukkan kematangan musikal dan kedalaman pesan dalam karya mereka. Karya anyar ini hadir sebagai pengingat dan ajakan untuk lebih sadar dalam mengelola pikiran dan energi di tengah derasnya arus informasi pada era digital.
Baca juga: Perunggu Rilis Single Berhasil, Ungkap Peran Pasangan dalam Perjalanan Bermusik
Ildo Hasman, sang drummer, mengatakan lirik lagu "Pikiran Yang Matang" ditulis oleh gitaris sekaligus vokalis Perunggu, Maul Ibrahim. Liriknya terinspirasi dari pengalaman pribadi Ildo saat menjalani 'puasa' media sosial (medsos), yang memicu refleksi mendalam tentang pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari.
Kebiasaan penggunaan medsos dirasa membuat kebanyakan orang kurang produktif karena banyaknya waktu terbuang hanya untuk scrolling tanpa tujuan jelas. Keputusan untuk uninstall semua aplikasi medsos pun membawa Ildo pada pengalaman baru yang lebih bermakna, seperti menghabiskan waktu bersama keluarga dan melakukan aktivitas fisik.
Lagu ini kemudian menjadi cerminan pentingnya melakukan 'detoks mental' dari fenomena banjirnya informasi yang kerap kali membawa perasaan negatif dan kelelahan.
“Kadang kita terlalu sibuk memikirkan hal-hal yang tidak bisa dikontrol, yang tidak jelas benar atau salahnya, sehingga lama-lama jadi stres. Lagu ini mengingatkan kita untuk fokus pada hal positif dan mensyukuri apa yang ada di depan mata,” ujar Ildo dalam keterangan resminya.

Perunggu. (Sumber gambar: Podium Records)
Proses Penggarapan Lagu
Maul menambahkan bahwa proses penulisan lirik lagu "Pikiran Yang Matang" dilakukan pada awal 2024, bertepatan dengan pengalamannya sendiri yang mencoba membatasi penggunaan medsos setelah menyadari dampak negatifnya.Diakui oleh Maul, sebelumnya dia bisa menghabiskan waktu hingga delapan jam per hari untuk membuka medsos, terutama pada pagi dan malam hari. Akan tetapi, perlahan dia mulai mengontrol akses medsosnya dengan lebih selektif terhadap akun yang diikuti, serta menghindari untuk mengonsumsi konten negatif dan algoritma yang tidak memberikan nilai tambah dalam menjalani keseharian.
“Intinya mah ya tentang gimana ambil alih kendali dan kalo bisa selalu jemput bola tentang apa yang mau saya konsumsi. Sekarang sih jadinya tetap buka sosmed tapi jadi lebih dikontrol aja. Lebih banyak nge-search daripada makan apa aja yang nongol di recommendation,” ucap Maul.
Sementara itu, dari segi aransemen, Ildo mengatakan single “Pikiran Yang Matang” tidak banyak berubah dari versi demo awal. Perunggu juga menggaet Petra Sihombing dan Enrico Octaviano sebagai produser, untuk memberikan kontribusi penting dalam pemilihan sound serta penambahan elemen vokal dan instrumen yang memperkaya warna musik tanpa menghilangkan nuansa rock yang menjadi ciri khas mereka.
Lagu “Pikiran Yang Matang” direkam di Duapuluhtiga Studio yang berlokasi di Jakarta Selatan dan Ubud. Mixing dikerjakan oleh Stevano dan mastering oleh Harmoko Aguswan, demi menghasilkan kualitas rekaman yang matang dan detail. Tidak hanya sebagai produser, Petra dan Enrico juga berkontribusi dalam pengisian vokal latar serta permainan keyboard dan synthesizer.
Dalam lagu terbaru ini, Perunggu juga menghadirkan energi rock yang natural dan lugas. Menurut Ildo, lagu ini sejak awal dianggap nyaman baik untuk didengarkan maupun dibawakan secara live, sehingga dirasa menjadi pilihan yang tepat untuk diluncurkan sebagai single ketiga. “Setelah rekaman pun jadi salah satu lagu yang kami paling puas hasilnya. Jadi agak sayang aja kalau enggak di-release segera,” ungkap dia,
Adam Adenan selaku pemain bas mengungkapkan dari sisi kreativitas dan persiapan album, "Pikiran Yang Matang” kemungkinan menjadi single terakhir sebelum perilisan album penuh kedua Perunggu. Proses rekaman kali ini, katanya, berbeda dibandingkan album sebelumnya karena harus dilakukan secara bertahap di sela kesibukan pekerjaan dan jadwal manggung.
Dia juga mengaku merasakan energi baru dalam menjalani proses kreatif dan tampil live setelah merilis dua single sebelumnya. Lagu ini dianggap sangat menggambarkan suasana hati band dalam menghadapi dinamika media sosial dan informasi yang tak terputus pada era digital saat ini.
"Jadinya begitu deh nyicil-nyicil rekamannya, dan waktu lagu Pikiran Yang Matang jadi pun sudah terpikirkan ini jadi single karena lagunya cukup straight forward. Insyaallah jadi single terakhir sebelum album kedua,” tutur Adam.
Baca juga: Kolaborasi Danilla dan Hindia Persembahkan Single Jika dengan Sentuhan Baru
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.