Pengunjung melihat karya seni dalam Pameran Jakarta Provoke 2025 di Gedung Pos Bloc, Jakarta, Jumat (20/6/2025). (sumber gambar: Hypeabis.id/Himawan L Nugraha)

Menikmati Panggung Provokasi Artistik dari 19 Seniman Jakarta di Pos Bloc

20 June 2025   |   12:00 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Di tengah riuhnya Jakarta, pameran Provoke hadir seperti letupan kecil yang menyentak. Digagas oleh komunitas Artpora dan digelar di Pos Bloc, eksibisi ini menyatukan 19 seniman bersama 19 kurator dalam medan eksplorasi visual yang tak biasa—berisik, tajam, dan penuh sikap. Belasan seniman tersebut memacak karya-karya dwimatra, trimatra, dan instalasi, yang terintegrasi dalam satu panggung besar.

Ekshibisi ini mengundang pengunjung untuk masuk ke dalam isu-isu aktual melalui 'provokasi artistik' oleh para seniman kontemporer Jakarta. Para perupa yang terlibat antara lain Ade Artie, di Sundoro, Aidil Usman, Ari Okta, Awan Simatupang, Budi Karmanto, Dolorosa Sinaga, Hanafi, Irawan Karseno, Izal Batubara, K.P Nugroho, Lenny Ratnasari, Setiyoko Hadi, Syakieb Sungkar, Ve Dhanito, Vy Patiah, Yayat Lesmana, Yani Mariani, dan The Popo. 

Baca juga: Menangkap Esensi Bumi dan Kehidupan Sehari-hari di Pameran Re-earth Generation

Koordinator pameran Agung Hujatnikajennong menegaskan bahwa Provoke bukanlah pameran dengan tema tunggal yang kaku. Sebaliknya, ia lahir dari percakapan, gesture, dan semangat untuk menyatakan diri secara bebas. “Para seniman ingin bicara bukan dengan satu suara, tapi dengan banyak suara yang saling melengkapi,” ujarnya.

Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah milik Awan Simatupang bertajuk Entah Kapan (2025). Menggunakan film seluloid 35 mm, ia menyusun kolase visual ledakan bom atom yang dijatuhkan dari udara. Karya ini menjadi kritik terhadap lanskap geopolitik global yang penuh ketegangan dan memori kelam sejarah.

Kurator Oscar Motuloh menyebut Awan telah lama mengeksplorasi seluloid, namun baru kali ini dapat mewujudkannya dalam dimensi yang sesuai visi artistiknya. “Awan menghadirkan sosok cendawan raksasa, organisme dari kelembaban sejarah. Dia bisa dibaca sebagai luka kolektif, sekaligus peringatan akan datangnya penderitaan baru,” jelas Oscar.

Seniman lain, Syakieb Sungkar, juga menghadirkan instalasi The Cats World (2025). Dengan gaya komikal dan palet warna cerah, dia menciptakan dunia surealis yang mempertemukan figur manusia dan kucing. Karya ini mencerminkan ironi kota besar: pertumbuhan yang cepat tapi disertai keterasingan manusia di dalamnya.

“Saya ingin menunjukkan bagaimana kedekatan emosional manusia hari ini kadang lebih mudah dibangun dengan hewan peliharaan, karena relasi antarmanusia kian renggang,” ujar Syakieb.
 

Pengunjung bermain ayunan di karya Syakieb Sungkar dalam Pameran Jakarta Provoke 2025 di Gedung Pos Bloc, Jakarta, Jumat (20/6/2025).

Pengunjung bermain ayunan di karya Syakieb Sungkar dalam Pameran Jakarta Provoke 2025 di Gedung Pos Bloc, Jakarta, Jumat (20/6/2025).  (sumber  gambar: Hypeabis.id/Himawan L Nugraha).
 

Di lantai dua, Legislatif Korosif (2025) karya The Popo, juga mengajak publik tersenyum pahit. Menggunakan seng bekas, Popo merekonstruksi The Last Supper dengan karakter ikoniknya dan kritik keras terhadap elite politik. Sindiran tajam tergambar lewat teks dan visual sarkastik khas Popo.

Sementara itu, K.P Nugroho lewat Matrikulasi (2025) menyuarakan kritik terhadap dunia pendidikan Indonesia yang dinilainya gagal melahirkan generasi kritis. Dengan menara dari kursi-kursi kekuasaan, dia menciptakan suasana distopia yang menggambarkan institusi yang justru memperkuat budaya antikritik. 

Baca juga: Pameran Re-Earth Generation, Seni Visual untuk Terhubung Kembali dengan Alam

Kurator Rizki Asisi menyebut karya itu sebagai peringatan akan sistem pendidikan yang tak sadar tengah membentuk pasifisme massal. "Karya ini menawarkan sebuah kemungkinan distopis, di mana institusi seperti sekolah justru gagal membendung pengaruh tak kasat mata dari totalitarianism," katanya.
 

SEBELUMNYA

Ketika Seni dan Science Jalan Beriringan Lewat Buku dan Pameran 39 is 0

BERIKUTNYA

Bangkitkan Lagu Anak, KILA 2025 Hadirkan Drama Musikal dan Talenta Baru

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: