Program Creators Lab (sumber : Tokopedia)

Kreator Muda Jadi Kunci Promosi UMKM dan Pariwisata Lokal

16 June 2025   |   15:13 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Di tengah pertumbuhan ekonomi digital, profesi konten kreator makin diminati oleh generasi muda yang mayoritasnya merupakan digital native. Tak sekadar menjadi wadah berekspresi, peran kreator kini juga menyentuh sektor strategis seperti promosi produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta mengangkat pariwisata lokal.

Melihat potensi ini, lebih dari 100 mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali mendapatkan pelatihan intensif seputar strategi konten, pemasaran digital, dan afiliasi dalam program Creators Lab.

Baca juga: 3 Kisah Inspiratif Kreator yang Menyulut Semangat Membaca di Era Digital

Dalam program pelatihan yang merupakan hasil kolaborasi antara TikTok Shop by Tokopedia bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tersebut, para mahasiswa dibekali keterampilan seputar pembuatan konten video, strategi live streaming, serta prinsip-prinsip personal branding yang relevan pada era digital.

Vonny Susamto selaku Direktur Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia mengatakan, generasi muda memiliki peran besar sebagai motor penggerak utama ekonomi kreatif. Mereka cenderung berani, inovatif, dan sangat adaptif terhadap teknologi.

Menariknya, profesi sebagai konten kreator kini juga menawarkan banyak manfaat untuk semua pihak. Di sektor pariwisata misalnya, kreator konten memiliki kekuatan besar untuk mempromosikan destinasi daerah dan otomatis ikut memajukan ekonomi masyarakat setempat.

"Di TikTok Shop sendiri, kreator bisa langsung merasakan dampak nyata dengan mendapatkan komisi dari setiap produk yang terjual berkat rekomendasi di short video atau live streaming yang mereka buat. Di sisi lain, UMKM juga ikut terbantu peningkatan penjualannya dari konten video yang dibuat oleh para kreator," tuturnya.

Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur dan Pendidikan Vokasi Kemenparekraf, Andar Danova L. Goeltom menuturkan, keterlibatan anak muda dalam mempromosikan produk dan destinasi lokal melalui platform digital sangat penting.

“Di era digital, platform teknologi punya peran penting dalam hal promosi pariwisata dan produk unggulan lokal di tiap daerah,” ujarnya.

Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian program yang telah menjangkau hampir 500 mahasiswa dari berbagai kota, termasuk Palembang, Makassar, Lombok, Bali, dan akan berlanjut ke Medan dan Bandung.

Tujuan utama program ini adalah mengembangkan kemampuan generasi muda dalam menciptakan konten yang tidak hanya menarik, tetapi juga berdampak pada peningkatan ekonomi lokal.

Direktur Poltekpar Bali, Ida Bagus Putu Puja menyebut bahwa pelatihan semacam ini sejalan dengan misi kampus dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali. “Kami mengapresiasi inisiatif yang mendorong mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan digital dan menciptakan peluang usaha pada era digital,” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta, Nur Eliza Anggraini, menilai pelatihan ini membuka wawasan baru tentang potensi ekonomi digital. “Kami jadi lebih paham tentang pentingnya personal branding dan kualitas konten. Ini bukan cuma soal tampil di media sosial, tapi juga memberi dampak untuk UMKM dan pariwisata lokal,” ujarnya.

Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali pemahaman mengenai cara merekomendasikan produk dan penjual yang terpercaya secara etis. Hal ini penting dalam konteks membangun ekosistem digital yang aman dan bertanggung jawab bagi konsumen.

Baca juga: Kemendikdasmen Dukung Guru Pakai AI Lewat Program Gemini Academy & Edukreator

Inisiatif pelatihan kreator seperti ini menunjukkan bahwa peran anak muda di era digital tidak lagi terbatas sebagai pengguna teknologi. Mereka juga bisa menjadi aktor penting dalam ekosistem ekonomi kreatif, terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi besar dalam pariwisata dan produk lokal.
 

SEBELUMNYA

Sulit Mengglobal, Sastra Indonesia Terkendala Penerjemahan dan Promosi

BERIKUTNYA

Kemegahan Omo Nifolasara Sebua, Warisan Arsitektur 160 Tahun di Nias Selatan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga