Menjaga kesehatan usus (Sumber Foto: Freepik/KamranAydinov)

5 Kiat Sehat Usus: Konsumsi Makanan Berserat dan Kelola Stres

30 April 2025   |   10:00 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Menjaga kesehatan usus menjadi langkah penting untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Usus bukan hanya berperan dalam proses pencernaan dan penyerapan nutrisi, tetapi juga berfungsi sebagai pusat sistem kekebalan tubuh, serta memengaruhi suasana hati yang stabil dan kualitas tidur yang lebih baik.

Mengutip Mayo Clinic, usus adalah bagian penting dari sistem pencernaan manusia, yang terdiri dari saluran pencernaan dan organ-organ pendukung seperti hati, pankreas, dan kantung empedu. Saluran pencernaan terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus.

Usus halus dibagi menjadi tiga bagian, yakni duodenum, jejunum, dan ileum, sedangkan usus besar mencakup sekum, kolon, dan rektum. Usus besar juga berfungsi menyerap air dan mengubah sisa pencernaan menjadi tinja.

Baca juga: 8 Manfaat Jus Wortel Untuk Kesehatan yang Terbukti Ilmiah

Di dalam usus, terdapat mikrobiota, yakni sekumpulan mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur yang berperan penting dalam proses pencernaan, metabolisme, dan sistem kekebalan tubuh. Mikrobiota ini membantu mencerna makanan, menghasilkan vitamin, dan melindungi tubuh dari patogen. Keseimbangan mikrobiota yang sehat berkontribusi pada fungsi tubuh yang optimal

Dengan demikian, menjaga kesehatan usus sangat penting untuk memastikan pencernaan dan penyerapan nutrisi bekerja dengan optimal. Gangguan pada usus dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Yuk, simak tips menjaga kesehatan usus sehari-hari.


1. Konsumsi Makanan Tinggi Serat

Serat membantu memperlancar proses pencernaan, meningkatkan volume tinja, dan mencegah sembelit. Serat juga berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan menyediakan makanan bagi bakteri baik. Penting untuk meningkatkan asupan makanan tinggi serat secara bertahap.

Makanan yang baik untuk serat, meliputi buah-buahan dan sayuran segar, biji-bijian utuh seperti gandum utuh, beras merah, dan quinoa, kacang-kacangan dan polong-polongan seperti lentil dan kacang hitam.


2. Konsumsi Probiotik dan Prebiotik

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh, terutama bagi keseimbangan mikrobiota usus. Prebiotik adalah senyawa yang tidak dapat dicerna oleh tubuh tetapi menjadi makanan bagi bakteri baik di usus.

Mengonsumsi makanan yang kaya akan probiotik dan prebiotik dapat membantu meningkatkan jumlah bakteri baik di usus, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan pencernaan.

Sumber probiotik misalnya seperti yogurt dan kefir, kimchi, serta tempe dan miso, sementara sumber prebiotik ada bawang putih, bawang merah, dan daun bawang, pisang hijau dan asparagus, kacang-kacangan dan biji-bijian.


3. Hindari Penggunaan Antibiotik Berlebihan

Antibiotik dapat membunuh bakteri jahat penyebab infeksi, tetapi juga dapat membunuh bakteri baik di usus. Penggunaan antibiotik yang tidak perlu atau berlebihan dapat mengganggu keseimbangan mikrobiota usus dan meningkatkan risiko infeksi.

Jika diresepkan antibiotik, sebaiknya ikuti petunjuk dokter dan menyelesaikan seluruh dosis yang diberikan. Setelah pengobatan, pertimbangkan untuk mengonsumsi probiotik untuk membantu memulihkan keseimbangan mikrobiota usus.


4. Kelola Stres dengan Baik

Stres dapat mempengaruhi sistem pencernaan dan keseimbangan mikrobiota usus. Tekanan psikologis dapat memperburuk gejala gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar (IBS) dan meningkatkan peradangan di usus. 

Baca juga: Fakta Menarik Green Coffee, Superfood Baru Penambah Energi untuk Gaya Hidup Sehat

Kelola stres dengan melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam. Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan mood dan mengurangi kecemasan. Tidur yang cukup dan berkualitas, dan mengatur waktu untuk bersantai dan melakukan aktivitas yang menyenangkan


5. Berolahraga Secara Teratur

Olahraga tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan, tetapi juga penting untuk kesehatan usus. Aktivitas fisik dapat meningkatkan motilitas usus, memperlancar pencernaan, dan mendukung keseimbangan mikrobiota usus.

Jenis olahraga yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan usus misalnya berjalan kaki atau jogging ringan, bersepeda atau berenang, latihan kekuatan dan fleksibilitas seperti yoga atau pilates. Melakukan olahraga secara teratur, minimal 30 menit sehari, dapat membantu menjaga kesehatan usus dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

SEBELUMNYA

7 Film tentang Perjuangan Buruh yang Menarik Ditonton & Jadi Bahan Diskusi

BERIKUTNYA

Cerita di Balik 30 April Diperingati Sebagai Hari Jaz Internasional

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga