7 Film tentang Perjuangan Buruh yang Menarik Ditonton & Jadi Bahan Diskusi
30 April 2025 |
09:30 WIB
Perjuangan buruh telah lama menjadi pemantik untuk berkarya di dunia seni, termasuk melalui medium film. Kisah-kisah mengenai mogok massal hingga potret kehidupan para pekerja di deru mesin industri selalu menghasilkan film yang tak hanya dramatik, tetapi juga penuh kritik.
Sinema memang kerap dipakai menjadi ruang kritik sosial terhadap ketimpangan yang dialami para pekerja. Namun, film tak sekadar alat kritik, tetapi juga penggerak sekaligus pengingat tentang pentingnya solidaritas kelas pekerja.
Baca juga: 10 Daftar Promo Belanja & Diskon pada Hari Buruh 2025
Tak jarang, film-film bertema seperti ini juga menyentuh isu-isu yang lebih luas seperti korupsi, kesenjangan sosial, dan hak asasi manusia. Berikut adalah beberapa film bertema perjuangan buruh yang menarik dan layak ditonton:
Mengusung genre komedi, film 9 to 5 atau Nine to Five mencoba menyentilkan isu-isu tentang diskriminasi gender di tempat kerja, kesenjangan gaji, dan bagaimana wanita dapat menghadapi otoritas yang otoriter. Film yang disutradarai oleh Colin Higgins ini berfokus pada tiga wanita, Judy, Doralee, dan Violet, yang bekerja di sebuah perusahaan besar. ketiganya memiliki bos bernama Frank Hart yang dikenal arogan dan seksis.
Ketiga wanita itu, yang juga sekretaris pribadi Hart, merasa terbebani dengan perilaku sang bos yang diskriminatif. Mereka lantas bersekongkol untuk melakukan balas dendam dengan cara yang lucu dan cerdik. Mereka menyusun rencana untuk membuat Hart tidak nyaman dan akhirnya berhasil menggulingkannya dari posisinya. Ketiganya kemudian mendapatkan kenaikan gaji dan perubahan status di tempat kerja mereka.
Roma adalah film drama sejarah tahun 2018 yang ditulis dan disutradarai oleh Alfonso Cuaron. Film ini mendapat apresiasi tinggi karena narasi yang dibawanya, bahkan hingga meraih penghargaan best film di BAFTA pada tahun tersebut. Menampilkan keindahan kota Meksiko, film Roma mengambil sebagian besar gambar dalam warna hitam putih untuk menciptakan kesan realisme era 1970-an.
Sebuah keluarga kelas menengah ke atas yang menetap di kawasan Colonia Roma, Meksiko, hidup bersama seorang asisten rumah tangga sekaligus pengasuh anak-anak mereka yang bernama Cleo. Berbeda dari hubungan majikan dan pekerja rumah tangga yang umumnya dibatasi oleh perbedaan status sosial, Cleo menjalin ikatan emosional yang kuat dengan Sofia, sang ibu rumah tangga, serta keempat anaknya. Situasi keluarga mulai berubah ketika Cleo diketahui mengandung, bersamaan dengan keretakan rumah tangga yang dialami oleh Sofia.
Disutradarai oleh Nigel Cole, Made in Dagenham memfokuskan kisahnya pada perjuangan 187 pekerja wanita di perusahaan produsen mobil Ford di kota Dagenham, Inggris. Mereka tengah dalam perjuangan untuk mendapatkan upah yang setara dengan para pekerja pria. Para pekerja perempuan ini juga melakukan mogok kerja dan memprotes tindakan diskriminasi seksual yang terjadi di kantor.
Film ini merupakan dramatisasi yang diangkat dari kisah nyata mengenai upaya pekerja wanita untuk mendapatkan upah yang setara di perusahaan produsen mobil Ford pada tahun 1968. Film yang naskahnya ditulis William Ivory ini dibintangi oleh Sally Hawkins, Bob Hoskins, dan Andrea Riseborough
Blue Collar adalah sebuah film drama kriminal Amerika Serikat rilisan 1978 yang disutradarai oleh Paul Schrader. Film inimenerima banyak penghargaan dan nominasi, termasuk satu kemenangan dan dua nominasi di Los Angeles Film Critics Association Awards. Selain itu, film ini juga memenangkan Silver Bear di Valladolid International Film Festival dan mendapatkan pujian dari kritikus, dengan rating 96 persen di Rotten Tomatoes.
Film ini menceritakan kisah tiga pekerja pabrik otomotif di Detroit, Zeke (Richard Pryor), Jerry (Harvey Keitel), dan Smokey (Yaphet Kotto), yang frustrasi dengan kondisi kehidupan dan tengah kesulitan keuangan. Mereka memutuskan untuk merampok kantor serikat pekerja, tetapi mereka menemukan bukti korupsi dan keterlibatan serikat pekerja dengan mafia.
North Country adalah film drama Amerika Serikat rilisan 2005 yang disutradarai oleh Niki Caro. Dibintangi oleh Charlize Theron, Frances McDormand, dan Sean Bean, film ini sempat meraih beberapa penghargaan dan nominasi, terutama dari segi akting. Charlize Theron, Frances McDormand, dan Sissy Spacek memenangkan penghargaan Best Female Images in a Movie di Women Film Critics Circle Awards.
Film ini menceritakan perjuangan seorang wanita yang bekerja di tambang, yang mengalami pelecehan seksual dan melancarkan tuntutan class-action. Dia menuntut atasannya karena mereka tidak mampu melindungi dirinya dan karyawan wanita lainnya.
12 Years a Slave adalah film drama sejarah biografi rilisan 2013 yang disutradarai oleh Steve McQueen. Film ini diadaptasi dari memoar tahun 1853 berjudul sama mengenai Solomon Northup, seorang pria berkulit hitam kelahiran New York yang diculik di Washington pada tahun 1841 dan dijual sebagai budak.
Sejak pertama kali dijebak, Solomon yang kemudian diubah namanya menjadi Platts tersebut harus menjalani kehidupan yang sarat penderitaan di bawah perlakuan kejam tuannya. Derita yang dia alami bukan hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga ketidakadilan mendalam yang merampas hak-haknya sebagai manusia.
Baca juga: Fakta-fakta Menarik Hari Buruh Internasional yang Diperingati Tiap 1 Mei
Film ini meraih pengakuan luas dengan mendapatkan tujuh nominasi Golden Globe Awards dan berhasil memenangkan kategori Best Motion Picture – Drama. Di ajang Academy Awards 2014, film ini memperoleh sembilan nominasi dan meraih tiga kemenangan, yakni untuk kategori Best Picture, Best Supporting Actress, dan Best Adapted Screenplay.
Norma Rae adalah sebuah film drama Amerika Serikat rilisan 1979 yang disutradarai oleh Martin Ritt. Film ini menceritakan seorang bernama Norma Rae, seorang buruh pabrik tekstil di North Carolina, yang terinspirasi oleh seorang organisator, Reuben Warshowsky, untuk berjuang demi hak-hak para pekerja dan membentuk serikat pekerja.
Norma Rae, yang awalnya tidak tertarik dengan serikat pekerja, mulai menyadari pentingnya bersatu dan berjuang untuk kondisi kerja yang lebih baik, terutama setelah melihat dampak negatif pabrik terhadap kesehatan keluarganya. Film ini akan berfokus pada perjuangan kelas pekerja, feminisme, dan pentingnya serikat pekerja dalam meningkatkan kondisi kerja dan kesejahteraan pekerja. Norma Rae adalah simbol dari seorang wanita biasa yang berani berjuang untuk hak-haknya dan hak-hak rekan kerjanya.
Sinema memang kerap dipakai menjadi ruang kritik sosial terhadap ketimpangan yang dialami para pekerja. Namun, film tak sekadar alat kritik, tetapi juga penggerak sekaligus pengingat tentang pentingnya solidaritas kelas pekerja.
Baca juga: 10 Daftar Promo Belanja & Diskon pada Hari Buruh 2025
Tak jarang, film-film bertema seperti ini juga menyentuh isu-isu yang lebih luas seperti korupsi, kesenjangan sosial, dan hak asasi manusia. Berikut adalah beberapa film bertema perjuangan buruh yang menarik dan layak ditonton:
1. 9 to 5 (1980)
Mengusung genre komedi, film 9 to 5 atau Nine to Five mencoba menyentilkan isu-isu tentang diskriminasi gender di tempat kerja, kesenjangan gaji, dan bagaimana wanita dapat menghadapi otoritas yang otoriter. Film yang disutradarai oleh Colin Higgins ini berfokus pada tiga wanita, Judy, Doralee, dan Violet, yang bekerja di sebuah perusahaan besar. ketiganya memiliki bos bernama Frank Hart yang dikenal arogan dan seksis.
Ketiga wanita itu, yang juga sekretaris pribadi Hart, merasa terbebani dengan perilaku sang bos yang diskriminatif. Mereka lantas bersekongkol untuk melakukan balas dendam dengan cara yang lucu dan cerdik. Mereka menyusun rencana untuk membuat Hart tidak nyaman dan akhirnya berhasil menggulingkannya dari posisinya. Ketiganya kemudian mendapatkan kenaikan gaji dan perubahan status di tempat kerja mereka.
2. Roma (2018)
Roma adalah film drama sejarah tahun 2018 yang ditulis dan disutradarai oleh Alfonso Cuaron. Film ini mendapat apresiasi tinggi karena narasi yang dibawanya, bahkan hingga meraih penghargaan best film di BAFTA pada tahun tersebut. Menampilkan keindahan kota Meksiko, film Roma mengambil sebagian besar gambar dalam warna hitam putih untuk menciptakan kesan realisme era 1970-an.
Sebuah keluarga kelas menengah ke atas yang menetap di kawasan Colonia Roma, Meksiko, hidup bersama seorang asisten rumah tangga sekaligus pengasuh anak-anak mereka yang bernama Cleo. Berbeda dari hubungan majikan dan pekerja rumah tangga yang umumnya dibatasi oleh perbedaan status sosial, Cleo menjalin ikatan emosional yang kuat dengan Sofia, sang ibu rumah tangga, serta keempat anaknya. Situasi keluarga mulai berubah ketika Cleo diketahui mengandung, bersamaan dengan keretakan rumah tangga yang dialami oleh Sofia.
3. Made in Dagenham (2010)
Disutradarai oleh Nigel Cole, Made in Dagenham memfokuskan kisahnya pada perjuangan 187 pekerja wanita di perusahaan produsen mobil Ford di kota Dagenham, Inggris. Mereka tengah dalam perjuangan untuk mendapatkan upah yang setara dengan para pekerja pria. Para pekerja perempuan ini juga melakukan mogok kerja dan memprotes tindakan diskriminasi seksual yang terjadi di kantor.
Film ini merupakan dramatisasi yang diangkat dari kisah nyata mengenai upaya pekerja wanita untuk mendapatkan upah yang setara di perusahaan produsen mobil Ford pada tahun 1968. Film yang naskahnya ditulis William Ivory ini dibintangi oleh Sally Hawkins, Bob Hoskins, dan Andrea Riseborough
4. Blue Collar (1978)
Blue Collar adalah sebuah film drama kriminal Amerika Serikat rilisan 1978 yang disutradarai oleh Paul Schrader. Film inimenerima banyak penghargaan dan nominasi, termasuk satu kemenangan dan dua nominasi di Los Angeles Film Critics Association Awards. Selain itu, film ini juga memenangkan Silver Bear di Valladolid International Film Festival dan mendapatkan pujian dari kritikus, dengan rating 96 persen di Rotten Tomatoes.
Film ini menceritakan kisah tiga pekerja pabrik otomotif di Detroit, Zeke (Richard Pryor), Jerry (Harvey Keitel), dan Smokey (Yaphet Kotto), yang frustrasi dengan kondisi kehidupan dan tengah kesulitan keuangan. Mereka memutuskan untuk merampok kantor serikat pekerja, tetapi mereka menemukan bukti korupsi dan keterlibatan serikat pekerja dengan mafia.
5. North Country (2005)
North Country adalah film drama Amerika Serikat rilisan 2005 yang disutradarai oleh Niki Caro. Dibintangi oleh Charlize Theron, Frances McDormand, dan Sean Bean, film ini sempat meraih beberapa penghargaan dan nominasi, terutama dari segi akting. Charlize Theron, Frances McDormand, dan Sissy Spacek memenangkan penghargaan Best Female Images in a Movie di Women Film Critics Circle Awards.
Film ini menceritakan perjuangan seorang wanita yang bekerja di tambang, yang mengalami pelecehan seksual dan melancarkan tuntutan class-action. Dia menuntut atasannya karena mereka tidak mampu melindungi dirinya dan karyawan wanita lainnya.
6. 12 Years a Slave (2013)
12 Years a Slave adalah film drama sejarah biografi rilisan 2013 yang disutradarai oleh Steve McQueen. Film ini diadaptasi dari memoar tahun 1853 berjudul sama mengenai Solomon Northup, seorang pria berkulit hitam kelahiran New York yang diculik di Washington pada tahun 1841 dan dijual sebagai budak.
Sejak pertama kali dijebak, Solomon yang kemudian diubah namanya menjadi Platts tersebut harus menjalani kehidupan yang sarat penderitaan di bawah perlakuan kejam tuannya. Derita yang dia alami bukan hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga ketidakadilan mendalam yang merampas hak-haknya sebagai manusia.
Baca juga: Fakta-fakta Menarik Hari Buruh Internasional yang Diperingati Tiap 1 Mei
Film ini meraih pengakuan luas dengan mendapatkan tujuh nominasi Golden Globe Awards dan berhasil memenangkan kategori Best Motion Picture – Drama. Di ajang Academy Awards 2014, film ini memperoleh sembilan nominasi dan meraih tiga kemenangan, yakni untuk kategori Best Picture, Best Supporting Actress, dan Best Adapted Screenplay.
7. Norma Rae (1979)
Norma Rae adalah sebuah film drama Amerika Serikat rilisan 1979 yang disutradarai oleh Martin Ritt. Film ini menceritakan seorang bernama Norma Rae, seorang buruh pabrik tekstil di North Carolina, yang terinspirasi oleh seorang organisator, Reuben Warshowsky, untuk berjuang demi hak-hak para pekerja dan membentuk serikat pekerja.
Norma Rae, yang awalnya tidak tertarik dengan serikat pekerja, mulai menyadari pentingnya bersatu dan berjuang untuk kondisi kerja yang lebih baik, terutama setelah melihat dampak negatif pabrik terhadap kesehatan keluarganya. Film ini akan berfokus pada perjuangan kelas pekerja, feminisme, dan pentingnya serikat pekerja dalam meningkatkan kondisi kerja dan kesejahteraan pekerja. Norma Rae adalah simbol dari seorang wanita biasa yang berani berjuang untuk hak-haknya dan hak-hak rekan kerjanya.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.