Hypereport: Uji Adrenalin Sambil Bangun Relasi Bisnis dari Hobi Jetski
29 April 2025 |
12:06 WIB
Tidak lagi sekadar permainan pantai musiman, jetski air kini menjelma menjadi simbol gaya hidup baru yang penuh prestise. Menggabungkan sensasi adrenalin, kemewahan, hingga potensi membangun relasi bisnis, olahraga air ini kian digandrungi banyak kalangan, terutama profesional dan pengusaha.
Layaknya lapangan golf di atas air, jetski menawarkan lebih dari sekadar petualangan di antara deburan ombak. Jetski terus berkembang menjadi arena untuk memperluas jaringan, berbincang peluang usaha, hingga mempertegas status sosial di tengah gemuruh laut yang membebaskan.
Baca juga: Hypereport: 10 Olahraga Mewah yang Populer di Kalangan Gen Z, Golf sampai Equestrian
Salah satu pegiat jetski di Indonesia, Caristheo Bonancy, mengatakan minat masyarakat terhadap olahraga jetski dalam dua tahun terakhir cukup besar. Pesatnya perkembangan jetski di Indonesia juga didukung oleh beberapa faktor.
Salah satunya adalah infrastruktur yang makin siap dan tak terpusat. Pelabuhan kecil, marina, hingga dermaga khusus jetski mulai banyak dibangun di kawasan strategis di berbagai daerah. Selain itu, asosiasi jetski, komunitas jetski, hingga kreator konten jetski juga makin bertumbuh yang membuat olahraga ini makin populer.
Tak hanya di sektor rekreasi, di level profesional, atlet-atlet jetski Indonesia mulai menunjukkan prestasi gemilang di ajang-ajang dunia, menandakan bahwa jetski di Tanah Air telah bergerak dari sekadar hobi menuju arena yang lebih kompetitif.
“Kalau ditanya mana yang cukup tumbuh, dua-duanya berkembang kok, baik itu rekreasinya maupun kompetisinya. Namun, pastinya sisi rekreasi lebih besar ya karena ini masyarakat umum kan juga bisa nyoba dan itu mulai banyak,” ungkap Theo kepada Hypeabis.id
Theo, kreator konten yang dikenal luas dengan julukan Si Anak Jetski, mengungkapkan bahwa olahraga ini kini telah berkembang pesat di berbagai wilayah. Tidak lagi terbatas di Bali atau Jakarta, sejumlah kota lain, terutama yang memiliki pantai atau bahkan danau, juga mulai menjadi pusat aktivitas jetski yang kian digemari.
Salah satu belakangan yang tengah viral ialah di Samosir, Danau Toba. Menurutnya, jetski jadi salah satu olahraga dan rekreasi yang punya banyak peminat di sana karena menawarkan pengalaman wisata yang menarik.
Sebab, olahraga jetski tak hanya untuk adrenalin semata. Jetski juga bisa jadi semacam wahana yang membuat pengunjung berkeliling ke seisi danau Toba. “Jadi, dengan jetski itu kita bisa muterin danau Toba gitu sih di sana. Paket komplet deh. Memacu adrenalin iya, tetapi kita juga dapat pemandangan yang bagus kan di sana. Makanya banyak peminat di sana,” jelasnya.
Theo mengatakan daya jelajah jetski modern terbilang sudah tinggi. Umumnya, satu jetski yang diisi bensin penuh bisa untuk berjalan hingga 120 km. Dengan makin tingginya daya jelajah jetski, Theo menyebut cara menikmati jetski kini juga berubah.
Jika sebelumnya jetski kerap dinikmati di suatu wilayah tertentu saja, jetski kini juga dinikmati untuk mengeksplorasi suatu wilayah. Theo, yang tergabung ke beberapa komunitas jetksi, menyebut beberapa kali rombongannya berkeliling ke sejumlah daerah menggunakan jetski.
“Touring menggunakan jetski itu sudah cukup masif sekarang. Ada yang riding Jakarta ke Pulau Seribu, lalu ada juga yang Jakarta ke Lampung. Kemudian, di anak-anak Batam bikin riding Batam ke Malaysia. Banyak deh, tetapi biasanya ini memang lebih banyak dilakukan komunitas, bukan jetski rentalan,” imbuhnya.
Theo mengatakan bermain jetski selalu punya keseruan yang berbeda-beda, tergantung dari tantangan dan wilayah bermainnya. Misalnya, ketika touring menggunakan jetski, salah satu hal menarik ialah ketika dirinya bisa bepergian ke suatu wilayah tanpa terkena macet.
Menurutnya, itu memunculkan sensasi tersendiri, terutama bagi orang yang tinggal di perkotaan yang sudah biasa dengan macet. Selain itu, riding di laut juga lebih memacu adrenalin, karena ombak, cuaca, hingga sinyal yang terkadang hilang.
Oleh karena itu, persiapan untuk riding pun biasanya akan dipikirkan matang-matang. Dari mengecek standar perjalanan, prediksi cuaca, hingga pola komunikasi agar rombongan bisa menikmati perjalanan tetapi tetap selamat sampai tujuan.
Theo menambahkan, ada hal menarik lain dari aktivitas ini. Tak jarang, pertemuan di komunitas jetski justru membuka peluang baru, seperti menjalin kerja sama bisnis atau proyek bersama. "Soalnya, saat touring dan eksplorasi pulau, kita banyak ngobrol santai, dari situ kadang bisa tercetus ide-ide untuk kerja bareng," ungkapnya.
Dalam perjalanannya, Theo juga menjelaskan bahwa jetski saat ini bukan lagi sekadar olahraga air, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus hobi. Seperti halnya dalam dunia otomotif, khususnya motor, tak sedikit orang kini juga mulai mengoleksi berbagai jenis dan model jetski.
“Kisaran harga jetski itu sekarang sekitar Rp150 juta untuk tipe standar. Namun, untuk tipe yang lebih tinggi bisa sekitar Rp400 juta ke atas,” katanya.
Theo mengatakan orang umumnya mengoleksi jetski karena fitur dan tenaga mesinnya. Selain itu, jetski sebenarnya terbagi ke dalam beberapa jenis. Setidaknya, ada tiga besar, yakni jetski untuk rekreasi, jetski balap, dan jetski untuk memancing.
Jika orang hobi jetski dan melakukan tiga jenis kegiatan itu, mereka umumnya akan mengoleksi ketiga-tiganya. Sebab, setiap jetski peruntukannya memang berbeda-beda.
“Habit-nya sama kayak di dunia moge ya. Karena biasanya memang orangnya bisa jadi sama. Namun, enggak seekstrem moge ya. Kalau dia punya moge belasan, di jetski engak sampai belasan,” tuturnya.
Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azhari mengatakan olahraga jetski dalam beberapa tahun terkahir cukup banyak peminatnya. Menurutnya, jetski kini menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat perkotaan yang mencari alternatif untuk melepas penat sekaligus menyalurkan hasrat akan tantangan dan gaya hidup dinamis.
"Jetski menawarkan kombinasi unik antara adrenalin dan prestise, sehingga menjadi bentuk pelarian yang menarik bagi kalangan urban," jelas Azril.
Baca juga: Hypereport: Menyelami Serunya Dunia Bawah Laut dengan Diving
Azril mengatakan olahraga ini termasuk yang kerap dianggap high class. Pasalnya, biaya rental jetski di cukup merogoh kocek, yakni di atas Rp500.000, tergantung pada durasi, lokasi, dan paket yang dipilih.
Namun, aktivitas ini tetap disukai karena tidak hanya memenuhi kebutuhan dari sisi rekreasi, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa citra sosial, mengingat jetski kerap diasosiasikan dengan kemewahan, kebebasan, serta eksklusivitas. Hal ini turut mendorong tumbuhnya komunitas-komunitas pengguna jetski di berbagai daerah, memperkaya dinamika pariwisata berbasis olahraga air di Indonesia.
Menurutnya, Indonesia punya potensi besar untuk mengembangkan olahraga dan wisata atas air, termasuk jetski. Salah satu keunggulannya adalah karena di Indonesia, olahraga ini tak hanya menawarkan adrenalin, tetapi juga pemandangan indah.
Namun, yang perlu diperhatikan dalam pengembangan wisatanya ialah soal ekosistem. Dalam artian, bukan hanya tempat untuk bermain jetski saja yang dipikirkan. Namun, lebih luas lagi, dari mulai akses ke lokasi hingga masalah klinik kesehatan khusus, terutama untuk antisipasi risiko bagi wisatawan.
Layaknya lapangan golf di atas air, jetski menawarkan lebih dari sekadar petualangan di antara deburan ombak. Jetski terus berkembang menjadi arena untuk memperluas jaringan, berbincang peluang usaha, hingga mempertegas status sosial di tengah gemuruh laut yang membebaskan.
Baca juga: Hypereport: 10 Olahraga Mewah yang Populer di Kalangan Gen Z, Golf sampai Equestrian
Salah satu pegiat jetski di Indonesia, Caristheo Bonancy, mengatakan minat masyarakat terhadap olahraga jetski dalam dua tahun terakhir cukup besar. Pesatnya perkembangan jetski di Indonesia juga didukung oleh beberapa faktor.

Bermain jetski (Sumber gambar: Instagram/caristheobonancy/difpri/kennethjntn)
Salah satunya adalah infrastruktur yang makin siap dan tak terpusat. Pelabuhan kecil, marina, hingga dermaga khusus jetski mulai banyak dibangun di kawasan strategis di berbagai daerah. Selain itu, asosiasi jetski, komunitas jetski, hingga kreator konten jetski juga makin bertumbuh yang membuat olahraga ini makin populer.
Tak hanya di sektor rekreasi, di level profesional, atlet-atlet jetski Indonesia mulai menunjukkan prestasi gemilang di ajang-ajang dunia, menandakan bahwa jetski di Tanah Air telah bergerak dari sekadar hobi menuju arena yang lebih kompetitif.
“Kalau ditanya mana yang cukup tumbuh, dua-duanya berkembang kok, baik itu rekreasinya maupun kompetisinya. Namun, pastinya sisi rekreasi lebih besar ya karena ini masyarakat umum kan juga bisa nyoba dan itu mulai banyak,” ungkap Theo kepada Hypeabis.id
Theo, kreator konten yang dikenal luas dengan julukan Si Anak Jetski, mengungkapkan bahwa olahraga ini kini telah berkembang pesat di berbagai wilayah. Tidak lagi terbatas di Bali atau Jakarta, sejumlah kota lain, terutama yang memiliki pantai atau bahkan danau, juga mulai menjadi pusat aktivitas jetski yang kian digemari.
Salah satu belakangan yang tengah viral ialah di Samosir, Danau Toba. Menurutnya, jetski jadi salah satu olahraga dan rekreasi yang punya banyak peminat di sana karena menawarkan pengalaman wisata yang menarik.
Sebab, olahraga jetski tak hanya untuk adrenalin semata. Jetski juga bisa jadi semacam wahana yang membuat pengunjung berkeliling ke seisi danau Toba. “Jadi, dengan jetski itu kita bisa muterin danau Toba gitu sih di sana. Paket komplet deh. Memacu adrenalin iya, tetapi kita juga dapat pemandangan yang bagus kan di sana. Makanya banyak peminat di sana,” jelasnya.

Bermain jetski (Sumber gambar: Instagram/caristheobonancy/difpri/kennethjntn)
Theo mengatakan daya jelajah jetski modern terbilang sudah tinggi. Umumnya, satu jetski yang diisi bensin penuh bisa untuk berjalan hingga 120 km. Dengan makin tingginya daya jelajah jetski, Theo menyebut cara menikmati jetski kini juga berubah.
Jika sebelumnya jetski kerap dinikmati di suatu wilayah tertentu saja, jetski kini juga dinikmati untuk mengeksplorasi suatu wilayah. Theo, yang tergabung ke beberapa komunitas jetksi, menyebut beberapa kali rombongannya berkeliling ke sejumlah daerah menggunakan jetski.
“Touring menggunakan jetski itu sudah cukup masif sekarang. Ada yang riding Jakarta ke Pulau Seribu, lalu ada juga yang Jakarta ke Lampung. Kemudian, di anak-anak Batam bikin riding Batam ke Malaysia. Banyak deh, tetapi biasanya ini memang lebih banyak dilakukan komunitas, bukan jetski rentalan,” imbuhnya.
Theo mengatakan bermain jetski selalu punya keseruan yang berbeda-beda, tergantung dari tantangan dan wilayah bermainnya. Misalnya, ketika touring menggunakan jetski, salah satu hal menarik ialah ketika dirinya bisa bepergian ke suatu wilayah tanpa terkena macet.
Menurutnya, itu memunculkan sensasi tersendiri, terutama bagi orang yang tinggal di perkotaan yang sudah biasa dengan macet. Selain itu, riding di laut juga lebih memacu adrenalin, karena ombak, cuaca, hingga sinyal yang terkadang hilang.
Oleh karena itu, persiapan untuk riding pun biasanya akan dipikirkan matang-matang. Dari mengecek standar perjalanan, prediksi cuaca, hingga pola komunikasi agar rombongan bisa menikmati perjalanan tetapi tetap selamat sampai tujuan.
Theo menambahkan, ada hal menarik lain dari aktivitas ini. Tak jarang, pertemuan di komunitas jetski justru membuka peluang baru, seperti menjalin kerja sama bisnis atau proyek bersama. "Soalnya, saat touring dan eksplorasi pulau, kita banyak ngobrol santai, dari situ kadang bisa tercetus ide-ide untuk kerja bareng," ungkapnya.

Bermain jetski (Sumber gambar: Unplash/ Misagh Laghaei)
Dalam perjalanannya, Theo juga menjelaskan bahwa jetski saat ini bukan lagi sekadar olahraga air, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus hobi. Seperti halnya dalam dunia otomotif, khususnya motor, tak sedikit orang kini juga mulai mengoleksi berbagai jenis dan model jetski.
“Kisaran harga jetski itu sekarang sekitar Rp150 juta untuk tipe standar. Namun, untuk tipe yang lebih tinggi bisa sekitar Rp400 juta ke atas,” katanya.
Theo mengatakan orang umumnya mengoleksi jetski karena fitur dan tenaga mesinnya. Selain itu, jetski sebenarnya terbagi ke dalam beberapa jenis. Setidaknya, ada tiga besar, yakni jetski untuk rekreasi, jetski balap, dan jetski untuk memancing.
Jika orang hobi jetski dan melakukan tiga jenis kegiatan itu, mereka umumnya akan mengoleksi ketiga-tiganya. Sebab, setiap jetski peruntukannya memang berbeda-beda.
“Habit-nya sama kayak di dunia moge ya. Karena biasanya memang orangnya bisa jadi sama. Namun, enggak seekstrem moge ya. Kalau dia punya moge belasan, di jetski engak sampai belasan,” tuturnya.
Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azhari mengatakan olahraga jetski dalam beberapa tahun terkahir cukup banyak peminatnya. Menurutnya, jetski kini menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat perkotaan yang mencari alternatif untuk melepas penat sekaligus menyalurkan hasrat akan tantangan dan gaya hidup dinamis.
"Jetski menawarkan kombinasi unik antara adrenalin dan prestise, sehingga menjadi bentuk pelarian yang menarik bagi kalangan urban," jelas Azril.
Baca juga: Hypereport: Menyelami Serunya Dunia Bawah Laut dengan Diving
Azril mengatakan olahraga ini termasuk yang kerap dianggap high class. Pasalnya, biaya rental jetski di cukup merogoh kocek, yakni di atas Rp500.000, tergantung pada durasi, lokasi, dan paket yang dipilih.
Namun, aktivitas ini tetap disukai karena tidak hanya memenuhi kebutuhan dari sisi rekreasi, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa citra sosial, mengingat jetski kerap diasosiasikan dengan kemewahan, kebebasan, serta eksklusivitas. Hal ini turut mendorong tumbuhnya komunitas-komunitas pengguna jetski di berbagai daerah, memperkaya dinamika pariwisata berbasis olahraga air di Indonesia.

Bermain jetski (Sumber gambar: Unsplash/Susan Weber)
Menurutnya, Indonesia punya potensi besar untuk mengembangkan olahraga dan wisata atas air, termasuk jetski. Salah satu keunggulannya adalah karena di Indonesia, olahraga ini tak hanya menawarkan adrenalin, tetapi juga pemandangan indah.
Namun, yang perlu diperhatikan dalam pengembangan wisatanya ialah soal ekosistem. Dalam artian, bukan hanya tempat untuk bermain jetski saja yang dipikirkan. Namun, lebih luas lagi, dari mulai akses ke lokasi hingga masalah klinik kesehatan khusus, terutama untuk antisipasi risiko bagi wisatawan.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.