Aktivitas paralayang (sumber gambar : sebastian mittermeir / unsplash)

Terbang Bebas Sambil Nikmati Keindahan Alam dengan Paralayang

07 December 2022   |   20:00 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Menikmati keindahan alam sambil menguji adrenalin dengan terbang bebas di atas ketinggian 100 meter hingga 300 meter, bisa didapatkan melalui wisata paralayang atau paragliding. Aktivitas yang merupakan bagian dari olahraga ekstrem tersebut saat ini makin diminati oleh masyarakat.

Pada mulanya, aktivitas atau olahraga paralayang hanya dikenal di kalangan terbatas khususnya para pehobi atau komunitas saja. Hal itu disebabkan masih minimnya standar keamanan serta akses dan informasi yang belum tersebar luas. Akan tetapi, saat ini hal tersebut semakin baik dan memadai. 

Paralayang atau yang awalnya dikenal dengan sebutan terjun gunung ini mulai masuk ke dalam cabang olahraga di bawah naungan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Seiring berjalannya waktu, paralayang tidak hanya dapat dinikmati oleh para atlet atau kelompok terbatas saja, tapi menjadi salah satu wisata petualangan ekstrem yang dapat dinikmati oleh masyarakat awam.

Baca jugaCobain Wisata Ekstrem Rope Jump dari Jembatan Rajamandala Yuk! Segini Biayanya
 


Dengan menaiki paralayang, para wisatawan dapat merasakan sensasi terjun dari puncak gunung sambil menikmati keindahan alam dengan didampingi oleh tandem berlisensi sehingga lebih terjamin keamanannya.Ada beberapa lokasi wisata yang menawarkan paket wisata paralayang seperti di Puncak, Bogor; Pantai Parangtritis, Yogyakarta; Lido, Jawa Barat; Lombok, dan Bali. 

Para pengelola wisata Paralayang ini pun makin profesional, mereka tidak hanya menyediakan peralatan dan menjadi tandem saja tetapi juga memiliki berbagai fasilitas hingga menjalin kerjasama dengan perusahaan asuransi.

Salah satu pengelola wisata paralayang di Bali yang sudah mengembangkan usahanya secara profesional adalah Nyang Nyang Paragliding yang memiliki lokasi di area Pantai Nyang Nyang, Uluwatu, Bali. Area tersebut dibuat lebih menarik bagi para turis dengan membuat ruang tunggu yang nyaman dan cozy berbentuk rumah dengan bahan bambu yang artistik.

Rizky Widiantoro, pengelola Nyang Nyang Paragliding mengatakan wisata Paralayang makin diminati oleh para wisatawan ketika dikelola secara profesional dengan standar operasional dan standar keamanan yang mumpuni apalagi dengan adanya proteksi dari perusahaan asuransi.

“Ketika dikelola secara profesional maka ketika terjadi risiko maka ada pertanggungjawabannya sehingga para wisatawan makin berani dan tertarik untuk mencobanya karena sistem keamanannya juga makin bagus,” ucap Rizky. 

Baca jugaLagi Tren, Yuk Cobain Sensasi Wisata Budaya saat Liburan Nataru Nanti

Dia mengatakan wisata Paralayang di Bali naik daun terutama pada masa sebelum pandemi, sekitar 2018 dengan peminat terbesar adalah wisatawan asal China. Menurutnya, terdapat empat operator yang menyediakan paket wisata paralayang secara profesional di Bali. Pada saat itu, setiap operator bisa melayani rata-rata sekitar 100 hingga 150 tamu per hari.

"Peak season dimulai sejak liburan Imlek dari Januari hingga Februari, lalu mulai lagi di tengah tahun pada Mei sampai Juli," ujarnya.

Namun, sejak terjadinya pandemi jumlah tamu yang berkunjung ke Bali mengalami penurunan sehingga berdampak pada bisnis yang dijalankan. Meski demikian, sejak 2021 secara perlahan bisnis ini kembali bangkit. Hanya saja, Rizky melihat adanya perubahan karakteristik dan perilaku para tamu.

Apabila sebelumnya  didominasi wisman asal China, sekarang wisata ini lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal dan turis asal Eropa terutama Jerman. Adapun, wisatawan domestik tidak terlalu suka wisata yang di dalam ruangan dan group besar, karena itulah mereka mulai tertarik menikmati wisata outdoor dan petualangan sehingga aktivitas paralayang ini mulai digemari oleh wisatawan domestik.

"Kalau behaviour wisatawan asing saat ini masih belum bisa kami baca karena masih minim banget. Ya setelah semester 2 ini mulai banyak wisman yang datang sebagian besar dari Eropa Timur," ujarnya.

Kendati sempat mati suri, tetapi Nyang Nyang Paragliding masih tetap diminati meski jumlah tamu tidak sebanyak sebelumnya. Rata-rata dalam satu bulan jumlah tamu antara 30 hingga 50 orang. "Sekarang kami belum ketemu masa peak season karena memang belum begitu ramai, tapi kita coba lihat akhir tahun gimana perkembangannya karena pola liburan wisatawan juga berubah," ujarnya.

Untuk merasakan sensasi terbang di udara sambil menyaksikan keindahan wisata Bali, tepatnya di area pantai Nyang Nyang, Uluwatu, para tamu perlu merogoh kocek sebesar Rp1 juta untuk satu kali terbang selama 15 menit sudah termasuk foto dan video dokumentasi.

Baca juga5 Destinasi Wisata Ekstrem di Indonesia, Cocok untuk Pacu Adrenalin

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 
 

SEBELUMNYA

Pacu Adrenalin dengan Wahana Zipcoaster, Padukan Flying Fox di Jalur Roller Coaster

BERIKUTNYA

4 Inspirasi Outfit yang Kece Abis ala Aktor & Aktris Film & Serial

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: