Hari Tari Internasional atau yang dikenal juga dengan Hari Tari Sedunia diperingati pada 29 April tiap tahunnya. (Sumber gambar: Kosyginl/Pexels)

Simak Sejarah & Pesan Penting Hari Tari Sedunia yang Diperingati Tiap 29 April

29 April 2025   |   11:39 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Hari Tari Internasional atau yang dikenal juga dengan Hari Tari Sedunia diperingati pada 29 April tiap tahunnya. Peringatan ini dibuat untuk merayakan seni tari sekaligus mengakui bahasa tari yang universal, melampaui batas budaya dan bahasa, serta menyoroti pentingnya tari dalam menyatukan orang-orang, mempromosikan pemahaman budaya dan menumbuhkan kreativitas.

Hari Tari Sedunia merupakan acara tahunan yang dibuat untuk merayakan tari sebagai bentuk seni dan sarana ekspresi. Peringatan ini bertujuan untuk mempromosikan tari dalam segala bentuknya, meningkatkan kesadaran akan nilainya di semua budaya, serta mendorong partisipasi tari oleh orang-orang dari segala usia dan latar belakang.

Baca juga: Jarum dalam Jerami, Refleksi Pasca-Reformasi Lewat Panggung Tari

Peringatan Hari Tari Sedunia juga menjadi momentum untuk mengakui kontribusi penari dan koreografer terhadap lanskap budaya dan seni secara keseluruhan.


Sejarah Hari Tari Sedunia

Hari Tari Sedunia digagas oleh Komite Tari Institut Teater Internasional (ITI), mitra utama untuk seni pertunjukan UNESCO, dan diperingati pertama kali pada 29 April 1982. Dikutip dari situs resmi ITI, peringatan ini dibuat untuk merayakan seni tari, meningkatkan kesadaran akan makna budayanya, serta menarik perhatian pada kebutuhan pemerintah dan masyarakat untuk mendukung seni tari.

Tanggal 29 April dipilih sebagai Hari Tari Sedunia merujuk pada hari lahir Jean-Georges Noverre (1727-1810), seorang penari dan master balet Prancis yang dianggap sebagai pencipta balet modern. Hari ini menjadi pengingat akan kekuatan tari untuk menginspirasi, menyatukan, dan menghibur orang-orang di seluruh dunia.

Hari Tari Sedunia hadir untuk mempromosikan tari di seluruh dunia, membuat orang-orang di seluruh dunia sadar akan nilai dan makna seni tari, serta untuk memungkinkan komunitas tari mempromosikan karya mereka dalam skala yang lebih luas. 

"Hari Tari Sedunia adalah hari perayaan bagi mereka yang dapat melihat nilai dan pentingnya bentuk seni tari, dan sekaligus sebagai pengingat bagi pemerintah, politisi, dan lembaga yang belum mengakui nilainya bagi masyarakat dan individu serta belum menyadari potensinya untuk pertumbuhan ekonomi," demikian tulis ITI.
 

Sumber gambar: ITI.

Sumber gambar: ITI.


Pesan Hari Tari Sedunia 2025

Setiap tahun, ITI memilih seorang koreografer atau penari inspiratif untuk menuliskan pesan resmi terkait peringatan Hari Tari Sedunia. Penulis pesan dipilih oleh Komite Tari Internasional ITI dan Dewan Eksekutif ITI. Nantinya, pesan tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan disebarkan ke seluruh dunia.

Tahun ini, ITI memilih penari sekaligus koreografer asal Latvia, Amerika Serikat, Mikhail Baryshnikov. Dalam pesannya, Baryshnikov menuliskan bahwa tari merupakan bentuk seni yang dapat mengekspresikan banyak hal yang sulit terucapkan. Lewat tari, kegembiraan, kesedihan, dan keputusasaan menjadi terlihat, ekspresi yang diwujudkan dari kerapuhan manusia. 

"Dalam konteks ini, tari dapat membangkitkan empati, menginspirasi kebaikan, dan memicu keinginan untuk menyembuhkan alih-alih menyakiti," tulisnya.

Baryshnikov menyampaikan refleksi yang jujur saat ini menjadi hal yang sangat penting, terutama di tengah kondisi dunia yang sedang bergejolak, ratusan ribu orang menanggung dampak perang, menghadapi pergolakan politik, serta berusaha bangkit lewat protes terhadap ketidakadilan. "Ini adalah beban berat untuk diletakkan pada tubuh, pada tari, pada seni," katanya.

Menurutnya, seni masih merupakan cara terbaik untuk memberikan bentuk pada yang tak terucapkan, dan itu dapat dimulai dengan bertanya pada diri sendiri. "Di ??mana kebenaran saya? Bagaimana saya menghormati diri saya dan komunitas saya? Kepada siapa saya harus bertanggung jawab?" tulis Baryshnikov.

Lahir di Riga, Latvia dan tinggal di New York City, Mikhail Baryshnikov dianggap sebagai salah satu penari terhebat di dunia. Kiprah kariernya membentang selama lebih dari 50 tahun baik dalam seni tari, teater, televisi maupun film, dan telah bekerja dengan banyak koreografer dan sutradara kenamaan dunia.

Setelah bergabung dengan Kirov Ballet di Leningrad, Baryshnikov menjadi penari utama dengan American Ballet Theatre (ABT) pada 1974. Empat tahun berselang, dia bergabung dengan New York City Ballet, tempat dia bekerja dengan George Balanchine dan Jerome Robbins.

Baca juga: Tari di Tengah Kota, Koreografer Hartati Bawa Jarum dalam Jerami ke Esplanade Theater

Lalu pada 1980, dia menjadi direktur artistik ABT di mana untuk dekade berikutnya, dia memperkenalkan generasi baru penari dan koreografer. Baryshnikov lalu mendirikan White Oak Dance Project dengan koreografer Mark Morris pada 1990, dengan tujuan untuk memperluas repertoar dan visibilitas tari modern Amerika.

Pada 2005, dia meluncurkan Baryshnikov Arts di New York City, sebuah ruang kreatif yang dirancang untuk mendukung seniman multidisiplin dari seluruh dunia.

SEBELUMNYA

Jumlah Penonton Bioskop Indonesia Melonjak Sepanjang April 2025

BERIKUTNYA

Hypereport: Uji Adrenalin Sambil Bangun Relasi Bisnis dari Hobi Jetski

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: