Jumbo Tembus 3 Juta Penonton, Film Animasi yang Memeluk Hati Keluarga Indonesia
13 April 2025 |
21:00 WIB
Film animasi asal Indonesia, yakni Jumbo terus menunjukkan tajinya. Karya garapan sutradara Ryan Adriandhy itu berhasil meraih 3 juta penonton dalam 2 minggu penayangannya di bioskop – menjadi salah satu film paling laris yang rilis pada 2025.
Jumbo terus menunjukkan rekor sebagai film animasi lokal paling laris sepanjang masa. Setelah menembus 2 juta penonton dalam waktu 11 hari, film yang bercerita tentang Don dan kawan-kawannya itu berhasil mencapai 3 juta orang.
Baca juga: Daftar Lagu Viral yang Jadi Soundtrack Film Animasi Jumbo
Sutradara Jumbo Rian Ryan Adriandhy menuturkan bahwa antusiasme penonton untuk menyaksikan Jumbo tidak pernah surut meskipun libur sekolah telah selesai. Momen masuk sekolah justru menjadi pemantik para penonton di dalam negeri untuk menyaksikan film animasi ini.
Para siswa, wali murid, dan juga guru menonton bareng film Jumbo pada momen kembali masuk sekolah. Kondisi ini membuat karya animasi itu terus berada di layar bioskop. Selain itu, pencapaian 3 juta tersebut juga membuktikan kekuatan cerita dan kualitas animasi film Jumbo sebagai tonggak sejarah industri animasi Indonesia yang masih terus bertumbuh.
“Ini adalah perasaan yang belum pernah saya rasakan dan perasaan yang tak tergantikan. Perjalanan saya bersama para kreator selama lima tahun dan kini dicintai oleh banyak keluarga Indonesia,” katanya dalam siaran pers pada Minggu (13/4/2025).
Dia berharap Jumbo memiliki makna untuk keluarga Indonesia dan akan lebih banyak mimpi yang terwujud setelah karya tersebut. Sementara itu, Produser Jumbo Anggia Kharisma memiliki kepercayaan bahwa cerita yang dibuat dengan tulus dan beresonansi dengan yang dirindukan penonton akan menemukan jalan ke hati.
“Lebih dari lima tahun lalu kami menanam kepercayaan, harapan, impian dan berproses bersama ratusan kreator lokal dan hari ini, lebih dari 3 juta orang telah membuka hati untuk film Jumbo,” katanya.
Dia mengatakan bahwa film tersebut bukan hanya untuk menghibur para penonton. Karya ini juga untuk menemani, memeluk, dan mungkin membantu semua orang membuka ruang diskusi bersama keluarga dan anak-anak dalam diri sendiri.
Film animasi Jumbo bercerita tentang karakter anak bernama Don yang kerap merasa diremehkan oleh teman-temannya. Pada suatu waktu, Don pun bertekad mengikuti pertunjukan bakat yang diselenggarakan di kampung guna membuktikan bahwa diri lebih dari sekadar anak dengan tubuh besar yang tidak pernah memenangkan apa pun.
Dalam ajang pertunjukan bakat itu, Don berencana menampilkan sandiwara panggung karya peninggalan sang kedua orang tua yang telah tiada. Namun, jalan sang anak untuk tampil tidaklah mulus. Sebelum pertunjukan, salah satu anak yang kerap merundungnya merampas buku tersebut.
Don pun menyusun strategi untuk merebut kembali buku cerita tersebut. Di tengah-tengah diskusi di sebuah bangunan, sesosok anak kecil datang menghampiri untuk meminta bantuan agar dapat bertemu kembali dengan orang tuanya. Don dan kawan-kawannya menyetujui syarat tersebut.
Baca juga: Fakta-fakta Menarik Jumbo, Film Animasi Indonesia Terlaris Sepanjang Masa
Jumbo terus menunjukkan rekor sebagai film animasi lokal paling laris sepanjang masa. Setelah menembus 2 juta penonton dalam waktu 11 hari, film yang bercerita tentang Don dan kawan-kawannya itu berhasil mencapai 3 juta orang.
Baca juga: Daftar Lagu Viral yang Jadi Soundtrack Film Animasi Jumbo
Sutradara Jumbo Rian Ryan Adriandhy menuturkan bahwa antusiasme penonton untuk menyaksikan Jumbo tidak pernah surut meskipun libur sekolah telah selesai. Momen masuk sekolah justru menjadi pemantik para penonton di dalam negeri untuk menyaksikan film animasi ini.
Para siswa, wali murid, dan juga guru menonton bareng film Jumbo pada momen kembali masuk sekolah. Kondisi ini membuat karya animasi itu terus berada di layar bioskop. Selain itu, pencapaian 3 juta tersebut juga membuktikan kekuatan cerita dan kualitas animasi film Jumbo sebagai tonggak sejarah industri animasi Indonesia yang masih terus bertumbuh.
“Ini adalah perasaan yang belum pernah saya rasakan dan perasaan yang tak tergantikan. Perjalanan saya bersama para kreator selama lima tahun dan kini dicintai oleh banyak keluarga Indonesia,” katanya dalam siaran pers pada Minggu (13/4/2025).
Dia berharap Jumbo memiliki makna untuk keluarga Indonesia dan akan lebih banyak mimpi yang terwujud setelah karya tersebut. Sementara itu, Produser Jumbo Anggia Kharisma memiliki kepercayaan bahwa cerita yang dibuat dengan tulus dan beresonansi dengan yang dirindukan penonton akan menemukan jalan ke hati.
“Lebih dari lima tahun lalu kami menanam kepercayaan, harapan, impian dan berproses bersama ratusan kreator lokal dan hari ini, lebih dari 3 juta orang telah membuka hati untuk film Jumbo,” katanya.
Dia mengatakan bahwa film tersebut bukan hanya untuk menghibur para penonton. Karya ini juga untuk menemani, memeluk, dan mungkin membantu semua orang membuka ruang diskusi bersama keluarga dan anak-anak dalam diri sendiri.
Film animasi Jumbo bercerita tentang karakter anak bernama Don yang kerap merasa diremehkan oleh teman-temannya. Pada suatu waktu, Don pun bertekad mengikuti pertunjukan bakat yang diselenggarakan di kampung guna membuktikan bahwa diri lebih dari sekadar anak dengan tubuh besar yang tidak pernah memenangkan apa pun.
Dalam ajang pertunjukan bakat itu, Don berencana menampilkan sandiwara panggung karya peninggalan sang kedua orang tua yang telah tiada. Namun, jalan sang anak untuk tampil tidaklah mulus. Sebelum pertunjukan, salah satu anak yang kerap merundungnya merampas buku tersebut.
Don pun menyusun strategi untuk merebut kembali buku cerita tersebut. Di tengah-tengah diskusi di sebuah bangunan, sesosok anak kecil datang menghampiri untuk meminta bantuan agar dapat bertemu kembali dengan orang tuanya. Don dan kawan-kawannya menyetujui syarat tersebut.
Baca juga: Fakta-fakta Menarik Jumbo, Film Animasi Indonesia Terlaris Sepanjang Masa
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.