Fakta-fakta Menarik Jumbo, Film Animasi Indonesia Terlaris Sepanjang Masa
07 April 2025 |
07:27 WIB
Film animasi Indonesia berjudul Jumbo berhasil mencatatkan box office dengan penonton lebih dari 1 juta orang. Film tersebut pun berhasil menjadi yang terlaris di antara film animasi lokal, dan memiliki sejumlah fakta menarik yang perlu diketahui.
Kabar tentang jumlah penonton Jumbo itu disampaikan oleh akun media sosial instagram @jumbofilm_id. “Lebih dari 1.000.000 penonton sudah menjadi saksi bahwa film animasi Indonesia bisa menyentuh hati semua kalangan — dari anak-anak sampai orang dewasa,” demikian tertulis, dikutip pada Senin (7/4/2025).
Baca juga: Jumbo Jadi Film Animasi Indonesia Terlaris Sepanjang Masa
Film animasi Jumbo bercerita tentang karakter anak bernama Don yang kerap merasa diremehkan oleh teman-temannya. Pada suatu waktu, Don pun bertekad mengikuti pertunjukan bakat yang diselenggarakan di kampung guna membuktikan bahwa diri lebih dari sekadar anak dengan tubuh besar yang tidak pernah memenangkan apa pun.
Dalam ajang pertunjukan bakat itu, Don berencana menampilkan sandiwara panggung karya peninggalan sang kedua orang tua yang telah tiada. Namun, jalan sang anak untuk tampil tidaklah mulus. Sebelum pertunjukan, salah satu anak yang kerap merundungnya merampas buku tersebut.
Don pun menyusun strategi untuk merebut kembali buku cerita tersebut. Di tengah-tengah diskusi di sebuah bangunan, sesosok anak kecil datang menghampiri untuk meminta bantuan agar dapat bertemu kembali dengan orang tuanya. Don dan kawan-kawannya menyetujui syarat tersebut.
Cerita tentang Don dan animasi yang tersaji sukses menarik minat banyak orang untuk datang ke bioskop. Pada opening day, karya arahan sutradara Ryan Adriandhy itu berhasil meraih lebih dari 60.000 penonton.
Kini, Jumbo berhasil mencatatkan lebih dari 1 juta penonton, sehingga membuatnya masuk box office. Pencapaian ini menjadikannya sebagai film animasi paling laris di antara film animasi yang pernah dibuat oleh sineas lokal.
Selain terlaris, berikut sejumlah fakta menarik tentang Jumbo:
Pada hari ke-5, ada 572.893 orang menonton film tersebut. Setelah itu, total jumlah penonton mencapai 775.502 orang pada hari ke-6 atau mengalami pertumbuhan lebih dari 200.000 orang dalam satu hari. Pada hari ke-7, ada lebih dari 1 juta orang menonton karya tersebut.
Pada hari ke-7, jumlah layar bioskop yang menampilkan film animasi Jumbo kembali mengalami penambahan, menjadi 659 layar di seluruh di Indonesia dengan lebih dari 2.200 show.
Penambahan layar bioskop di seluruh Indonesia untuk memutar film animasi Jumbo karena antusiasme masyarakat yang tinggi membuat karya tersebut diputar di sekitar 50 persen dari total bioskop yang ada di seluruh Indonesia. Saat ini, jumlah layar bioskop yang ada di seluruh Nusantara tercatat sekitar 1.300 layar. Sementara itu, Jumbo diputar di 659 layar.
Untuk menciptakan film animasi itu, sederet studio dan ratusan kreator terbaik di berbagai kota di Indonesia ikut menjadi bagian. Adapun pengerjaannya mulai dari visual development, storyboard, animasi, efek visual, audio mixing, grading, hingga rendering.
Para kreator dan studio berasal dari kota-kota di antaranya Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Cilacap, Cimahi, dan Malang. Di departemen animasi dalam film ini, Jumbo dikerjakan oleh studio-studio yang berlokasi di Jakarta, Cimahi, Yogyakarta, Malang, dan Depok.
Kemudian, proses rendering dilakukan oleh sebuah studio asal Cimahi, Jawa Barat. Sementara, pada bagian pengembangan visual, Jumbo didukung oleh sebuah studio asal Jakarta yang telah bekerja sama dengan banyak studio besar di luar negeri.
Baca juga: Review Film Animasi Jumbo: Menghadapi Kehilangan dari Perspektif Anak-anak
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kabar tentang jumlah penonton Jumbo itu disampaikan oleh akun media sosial instagram @jumbofilm_id. “Lebih dari 1.000.000 penonton sudah menjadi saksi bahwa film animasi Indonesia bisa menyentuh hati semua kalangan — dari anak-anak sampai orang dewasa,” demikian tertulis, dikutip pada Senin (7/4/2025).
Baca juga: Jumbo Jadi Film Animasi Indonesia Terlaris Sepanjang Masa
Film animasi Jumbo bercerita tentang karakter anak bernama Don yang kerap merasa diremehkan oleh teman-temannya. Pada suatu waktu, Don pun bertekad mengikuti pertunjukan bakat yang diselenggarakan di kampung guna membuktikan bahwa diri lebih dari sekadar anak dengan tubuh besar yang tidak pernah memenangkan apa pun.
Dalam ajang pertunjukan bakat itu, Don berencana menampilkan sandiwara panggung karya peninggalan sang kedua orang tua yang telah tiada. Namun, jalan sang anak untuk tampil tidaklah mulus. Sebelum pertunjukan, salah satu anak yang kerap merundungnya merampas buku tersebut.
Don pun menyusun strategi untuk merebut kembali buku cerita tersebut. Di tengah-tengah diskusi di sebuah bangunan, sesosok anak kecil datang menghampiri untuk meminta bantuan agar dapat bertemu kembali dengan orang tuanya. Don dan kawan-kawannya menyetujui syarat tersebut.
Cerita tentang Don dan animasi yang tersaji sukses menarik minat banyak orang untuk datang ke bioskop. Pada opening day, karya arahan sutradara Ryan Adriandhy itu berhasil meraih lebih dari 60.000 penonton.
Kini, Jumbo berhasil mencatatkan lebih dari 1 juta penonton, sehingga membuatnya masuk box office. Pencapaian ini menjadikannya sebagai film animasi paling laris di antara film animasi yang pernah dibuat oleh sineas lokal.
Selain terlaris, berikut sejumlah fakta menarik tentang Jumbo:
1. Box Office pada hari ke-7
Film Jumbo berhasil mencetak box office pada hari ke-7 penayangannya di seluruh bioskop Indonesia. Diawali dengan jumlah penonton lebih dari 60.000 pada opening day, penonton terus berdatangan ke bioskop untuk menyaksikan karya ini.Pada hari ke-5, ada 572.893 orang menonton film tersebut. Setelah itu, total jumlah penonton mencapai 775.502 orang pada hari ke-6 atau mengalami pertumbuhan lebih dari 200.000 orang dalam satu hari. Pada hari ke-7, ada lebih dari 1 juta orang menonton karya tersebut.
2. Terus tambah layar
Seiring dengan tinggi minat pencinta film Indonesia terhadap Jumbo, bioskop pun membuka lebih banyak layar untuk karya yang bercerita tentang karakter Don dan kawan-kawannya itu. Pada awalnya, penambahan jam tayang Jumbo mengalami penambahan 5 layar dan 14 bioskop, sehingga memiliki 501 layar dan 1.400 show.Pada hari ke-7, jumlah layar bioskop yang menampilkan film animasi Jumbo kembali mengalami penambahan, menjadi 659 layar di seluruh di Indonesia dengan lebih dari 2.200 show.
Penambahan layar bioskop di seluruh Indonesia untuk memutar film animasi Jumbo karena antusiasme masyarakat yang tinggi membuat karya tersebut diputar di sekitar 50 persen dari total bioskop yang ada di seluruh Indonesia. Saat ini, jumlah layar bioskop yang ada di seluruh Nusantara tercatat sekitar 1.300 layar. Sementara itu, Jumbo diputar di 659 layar.
3. Melibatkan 420 kreator animasi Indonesia
Film animasi Jumbo yang tayang mulai 31 Maret 2025 merupakan karya yang melibatkan ratusan kreator animasi asal Indonesia. Tercatat, ada 420 pembuat animasi yang ikut terlibat dalam proyek tersebut dan pengerjaannya memakan waktu sekitar 5 tahun.Untuk menciptakan film animasi itu, sederet studio dan ratusan kreator terbaik di berbagai kota di Indonesia ikut menjadi bagian. Adapun pengerjaannya mulai dari visual development, storyboard, animasi, efek visual, audio mixing, grading, hingga rendering.
Para kreator dan studio berasal dari kota-kota di antaranya Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Cilacap, Cimahi, dan Malang. Di departemen animasi dalam film ini, Jumbo dikerjakan oleh studio-studio yang berlokasi di Jakarta, Cimahi, Yogyakarta, Malang, dan Depok.
Kemudian, proses rendering dilakukan oleh sebuah studio asal Cimahi, Jawa Barat. Sementara, pada bagian pengembangan visual, Jumbo didukung oleh sebuah studio asal Jakarta yang telah bekerja sama dengan banyak studio besar di luar negeri.
Baca juga: Review Film Animasi Jumbo: Menghadapi Kehilangan dari Perspektif Anak-anak
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.