Film Animasi Merah Putih: One for All Tuai Kritik, Dibandingkan dengan Kualitas Jumbo
09 August 2025 |
11:08 WIB
Menyambut peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, film animasi bertajuk Merah Putih: One for All siap hadir di layar bioskop mulai 14 Agustus 2025. Sayang, setelah resmi merilis trailer-nya pada 10 Jul 2025, film ini langsung banjir kritik lantaran kualitasnya yang dinilai rendah.
Proyek film animasi ini diproduksi oleh Perfiki Kreasindo, bagian dari Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail. Disutradarai oleh Endiarto yang juga menjadi penulis naskahnya bersama Bintang Takari. Produser film ini adalah Toto Soegriwo, dengan Sonny Pudjisasono sebagai produser eksekutif bersama Endiarto.
"Film Animasi Anak Indonesia pertama yang dibuat dengan tema Kebangsaan dalam Keberagaman yang dipersatukan oleh Merah Putih. Akan tayang 14 Agustus 2025," tulis keterangan unggahan di YouTube Perfiki TV.
Baca Juga: First Look Film Animasi Garuda di Dadaku Dirilis, Tayang 2026 di Bioskop
Animasi ini akan mengangkat kisah delapan anak dari berbagai suku di Indonesia, mulai dari Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, hingga Tionghoa yang tergabung dalam “Tim Merah Putih”.
Mereka mendapat misi penting untuk menemukan bendera pusaka yang hilang tiga hari sebelum perayaan kemerdekaan, agar bisa dikibarkan tepat waktu. Cerita petualangan ini dirancang untuk menonjolkan semangat persatuan, kebhinekaan, dan nasionalisme.
Meski mengusung pesan positif, Merah Putih: One for All mendapat respons beragam dari publik setelah trailer-nya dirilis. Banyak warganet mengkritik kualitas animasi yang dinilai kaku dan terkesan lawas, serta desain karakter yang dianggap tidak merepresentasikan keberagaman secara maksimal.
Tak sedikit yang membandingkannya dengan film animasi lokal Jumbo karya sutradara Ryan Adriandhy, yang dinilai memiliki kualitas visual lebih detail dan sinematik.
Sejumlah komentar di media sosial bahkan menyebut film ini seperti “proyek tergesa-gesa” yang dibuat sekadar untuk memanfaatkan momen menjelang 17 Agustus, atau bahkan untuk menyaingi fenomena viral bendera One Piece.
Di tengah hujan kritik ini, publik mulai penasaran dengan sosok di balik rumah produksi Perfiki Kreasindo dan apakah ada film-film lainnya yang pernah dirilis oleh mereka. Namun, berdasarkan informasi dari laman resmi Instagram-nya, @perfiki.tv, belum terlihat ada film lain yang pernah diproduksi studio ini sebelumnya. Alih-alih film, organisasi ini pernah menyelenggarakan Pemilihan Putri Asuransi Indonesia.
Begitupun dengan informasi terkait struktur manajemen perusahaan ini hampir tidak ditemukan di Google. Laman resmi perfiki.com hanya menampilkan pesan "403 forbidden" saat diakses. Sampai saat ini, pihak Perfiki Kreasindo belum memberikan tanggapan resmi terkait situasi ini.
Terlepas dari kritik yang beredar, Merah Putih: One for All tetap dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 14 Agustus 2025 menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Situs bioskop Cinema XXI telah mengonfirmasi penayangan film ini.
Baca Juga: Film Animasi Oh, The Places You’ll Go! Gaet Ariana Grande dan Josh Gad
Proyek film animasi ini diproduksi oleh Perfiki Kreasindo, bagian dari Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail. Disutradarai oleh Endiarto yang juga menjadi penulis naskahnya bersama Bintang Takari. Produser film ini adalah Toto Soegriwo, dengan Sonny Pudjisasono sebagai produser eksekutif bersama Endiarto.
"Film Animasi Anak Indonesia pertama yang dibuat dengan tema Kebangsaan dalam Keberagaman yang dipersatukan oleh Merah Putih. Akan tayang 14 Agustus 2025," tulis keterangan unggahan di YouTube Perfiki TV.
Baca Juga: First Look Film Animasi Garuda di Dadaku Dirilis, Tayang 2026 di Bioskop
Animasi ini akan mengangkat kisah delapan anak dari berbagai suku di Indonesia, mulai dari Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, hingga Tionghoa yang tergabung dalam “Tim Merah Putih”.
Mereka mendapat misi penting untuk menemukan bendera pusaka yang hilang tiga hari sebelum perayaan kemerdekaan, agar bisa dikibarkan tepat waktu. Cerita petualangan ini dirancang untuk menonjolkan semangat persatuan, kebhinekaan, dan nasionalisme.
Meski mengusung pesan positif, Merah Putih: One for All mendapat respons beragam dari publik setelah trailer-nya dirilis. Banyak warganet mengkritik kualitas animasi yang dinilai kaku dan terkesan lawas, serta desain karakter yang dianggap tidak merepresentasikan keberagaman secara maksimal.
Tak sedikit yang membandingkannya dengan film animasi lokal Jumbo karya sutradara Ryan Adriandhy, yang dinilai memiliki kualitas visual lebih detail dan sinematik.
Sejumlah komentar di media sosial bahkan menyebut film ini seperti “proyek tergesa-gesa” yang dibuat sekadar untuk memanfaatkan momen menjelang 17 Agustus, atau bahkan untuk menyaingi fenomena viral bendera One Piece.
Di tengah hujan kritik ini, publik mulai penasaran dengan sosok di balik rumah produksi Perfiki Kreasindo dan apakah ada film-film lainnya yang pernah dirilis oleh mereka. Namun, berdasarkan informasi dari laman resmi Instagram-nya, @perfiki.tv, belum terlihat ada film lain yang pernah diproduksi studio ini sebelumnya. Alih-alih film, organisasi ini pernah menyelenggarakan Pemilihan Putri Asuransi Indonesia.
Begitupun dengan informasi terkait struktur manajemen perusahaan ini hampir tidak ditemukan di Google. Laman resmi perfiki.com hanya menampilkan pesan "403 forbidden" saat diakses. Sampai saat ini, pihak Perfiki Kreasindo belum memberikan tanggapan resmi terkait situasi ini.
Terlepas dari kritik yang beredar, Merah Putih: One for All tetap dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 14 Agustus 2025 menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Situs bioskop Cinema XXI telah mengonfirmasi penayangan film ini.
Baca Juga: Film Animasi Oh, The Places You’ll Go! Gaet Ariana Grande dan Josh Gad
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.