Penyanyi Titiek Puspa. (Sumber gambar: Titiek Puspa/Instagram)

Gejala & Penyebab Pecah Pembuluh Darah Seperti Dialami Titiek Puspa

28 March 2025   |   12:55 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi legendaris Titiek Puspa dikabarkan jatuh sakit dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah menjalani operasi. Dilaporkan bahwa Titiek Puspa mengalami pecah pembuluh darah, saat hendak pulang dari salah satu stasiun televisi swasta.

Pembuluh darah merupakan salah satu bagian paling penting dalam tubuh manusia, di mana salah satu fungsinya adalah untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Darah yang mengalir tersebut berisikan oksigen dan nutrisi yang diperlukan oleh sel-sel, organ, dan jaringan tubuh agar bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

Baca juga: Mengenal IgA Nephropathy, Penyakit Autoimun Ginjal yang Diderita Abdee Slank

Sama halnya dengan organ tubuh lainnya, pembuluh darah juga bisa mengalami gangguan, salah satunya pembuluh darah pecah. Dikutip dari Heartology Cardiovascular Hospital, pembuluh darah pecah adalah kondisi medis yang merujuk pada kerusakan atau robeknya pembuluh darah, yang dapat terjadi pada berbagai bagian tubuh.

Penyakit tersebut bukan hanya satu kondisi tunggal, tetapi mencakup berbagai masalah kesehatan yang memiliki penyebab dan gejala yang beragam. Ketika pembuluh darah pecah, bisa terjadi perdarahan internal atau eksternal, yang bervariasi dalam tingkat keparahan.  

Perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah bisa muncul di bawah permukaan kulit dengan tanda-tanda fisik berupa bercak-bercak berwarna kemerahan, kecokelatan, atau keunguan yang disebut juga dengan purpura.

Bahaya atau tidaknya kondisi tersebut tergantung dari penyebab dan jenis pembuluh darah yang pecah. Pembuluh darah pecah dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari cedera yang bisa mengenai pembuluh darah kapiler hingga aneurisma yang dapat terjadi pada pembuluh darah di aorta, perut, dan otak.

Penyebab lainnya termasuk faktor gaya hidup, genetik, kondisi medis, trauma fisik, atau adanya kelainan pada struktur pembuluh darah itu sendiri.

Jenis & Gejala Pembuluh Darah Pecah
Pembuluh darah yang pecah dapat menyebabkan berbagai komplikasi, tergantung pada lokasi dan tingkat keparahannya. Berikut adalah jenis dan gejala yang mungkin muncul dari pembuluh darah pecah.

1. Aneurisma Otak 
Aneurisma otak terjadi ketika dinding pembuluh darah di otak melemah, menyebabkan pembuluh tersebut membesar. Jika terjadi pecah, ini dapat menyebabkan stroke hemoragik, yang berpotensi mengancam jiwa. Gejala yang muncul diantaranya ialah sakit kepala mendadak dan sangat parah, seringkali diiringi gejala lain seperti mual, kehilangan penglihatan, atau masalah berbicara. 

2. Aneurisma Aorta 
Aneurisma aorta adalah pembesaran yang terjadi pada aorta, arteri utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Ketika aneurisma ini pecah, dapat menyebabkan perdarahan yang sangat berbahaya dan seringkali fatal. Gejala yang muncul diantaranya rasa nyeri yang mendalam di dada, punggung, atau perut yang mungkin menyebar ke bagian tubuh lain seperti rahang atau lengan. 

3. Perdarahan Retina 
Perdarahan retina terjadi ketika pembuluh darah di retina mata pecah, yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Penyebab umum jenis ini termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, dan trauma. Gejala yang muncul diantaranya gangguan penglihatan yang mendadak, seperti bintik-bintik hitam, kabur, atau kehilangan penglihatan sebagian. 

4. Jenis Lainnya 
Ada pula jenis pembuluh darah pecah lainnya yang dapat terjadi di area tubuh lainnya, termasuk paru-paru yang umumnya ditandai gejala batuk berdarah atau batuk kering yang disertai nyeri dada dan kesulitan bernapas, serta pada sistem pencernaan (perdarahan gastrointestinal). Setiap kondisi ini disertai dengan gejala dan risiko yang berbeda, tergantung pada lokasi dan tingkat kerusakannya.

Terdapat beberapa gejala pecahnya pembuluh darah yang tergolong kritis dan menunjukkan darurat medis sehingga perlu penanganan yang cepat. Beberapa diantaranya seperti berikut ini.
  • Kehilangan kesadaran: individu dengan gejala pembuluh darah pecah kritis mungkin tidak sadar atau tidak responsif, yang memerlukan perhatian medis segera. 
  • Pendarahan yang tidak terkendali: jika ada pendarahan yang berlebihan dari luka atau atau bersifat internal, ini merupakan tanda bahwa pembuluh darah penting mungkin telah pecah. 
  • Gejala syok: tanda-tanda seperti denyut nadi yang cepat, tekanan darah rendah, kulit dingin dan lembab, serta kebingungan dapat menunjukkan syok hipovolemik akibat kehilangan darah.

Jika seseorang mengalami tanda-tanda tersebut, sangat penting untuk segera menghubungi layanan darurat guna mendapatkan perawatan yang diperlukan.

Penyebab Pembuluh Darah Pecah
Dirangkum dari Medical News Today dan Healthline, berikut adalah beberapa penyebab umum dari pembuluh darah pecah.


1. Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor utama penyebab pembuluh darah pecah. Hipertensi adalah ukuran dari kekuatan darah yang mengalir melalui pembuluh darah. Saat tekanan darah terlalu tinggi, dinding pembuluh darah mengalami stres yang berlebihan. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada struktur dinding pembuluh darah.

Dalam keadaan hipertensi, pembuluh darah mengalami penebalan dan kehilang elastisitasnya. Penebalan ini dapat mengurangi kapasitas pembuluh darah untuk merespons perubahan tekanan darah dengan baik, terutama pada pembuluh darah kecil seperti kapiler. Jika terjadi tekanan terus-menerus, dapat menyebabkan pecahnya dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan perdarahan internal.

2. Cedera
Cedera fisik atau trauma dapat menjadi pemicu langsung dari pembuluh darah yang pecah. Benturan keras, kecelakaan, atau cedera lainnya dapat merusak integritas fisik pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan retakan atau pecah pada dinding pembuluh.

Dalam situasi ini, ukuran dan keparahan cedera sangat memengaruhi risiko pecahnya pembuluh darah. Pada tingkat yang lebih ekstrem, seperti cedera kepala yang serius, pembuluh darah di otak dapat terkena dampak yang menyebabkan pendarahan internal hingga bisa mengancam jiwa.


3. Kelainan genetik

Kondisi genetik tertentu dapat memengaruhi struktur pembuluh darah itu sendiri sehingga meningkatkan risiko kerapuhan pembuluh dan kemungkinan pecahnya dinding pembuluh. Beberapa kondisi genetik seperti hemofilia atau defisiensi faktor pembekuan darah lainnya menghasilkan gangguan dalam proses pembekuan darah.

Hemofilia misalnya, adalah kelainan genetik yang ditandai dengan kekurangan faktor pembekuan tertentu. Dengan begitu, membuat seseorang lebih rentan terhadap pendarahan yang berlebihan dan pembuluh darah pecah. Contoh lain ialah kondisi genetik seperti sindrom Ehlers-Danlos yang dapat menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi lebih lemah dan rentan pecah. 


4. Gangguan pada pembuluh darah

Beberapa gangguan medis pada pembuluh darah juga dapat menyebabkan pecah pembuluh darah. Pertama, plak pada pembuluh darah. Plak terbentuk oleh penumpukan lemak, kolesterol, dan debris. Proses ini disebut aterosklerosis dimana dapat menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah yang berkontribusi pada tekanan darah tinggi dan merusak dinding pembuluh.

Plak tersebut dapat membuat dinding pembuluh darah menjadi rapuh dan rentan terhadap pecah. Selain itu, pecahan plak itu sendiri dapat merusak dinding pembuluh darah, memicu reaksi inflamasi dan pembentukan gumpalan darah, yang dapat menghambat aliran darah normal dan menyebabkan kondisi serius seperti serangan jantung atau stroke.

Kedua, peradangan pembuluh darah. Peradangan pada pembuluh darah dapat merusak dinding pembuluh dan meningkatkan risiko kerapuhan. Proses inflamasi dapat membuat dinding pembuluh darah menjadi tipis dan rentan pecah, terutama pada kasus di mana peradangan mempengaruhi pembuluh darah kecil atau kapiler. Vaskulitis dapat bersifat sistemik, melibatkan beberapa organ tubuh, atau terlokalisasi pada suatu daerah.

Ketiga, obstruksi pembuluh darah oleh plak. Selain menyebabkan hemoragik, plak aterosklerotik juga dapat menyebabkan obstruksi aliran darah normal, yang dapat mengarah pada sejumlah masalah kesehatan, termasuk pembuluh darah yang pecah. 

Baca juga: Penyebab dan Gejala Stiff Person Syndrome yang Diderita Celine Dion

Proses aterosklerosis yang melibatkan penumpukan lemak, kolesterol, dan debris sel di dinding pembuluh darah dapat menyebabkan penyempitan pembuluh. Penyempitan ini dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah dan merusak dinding pembuluh darah. Selain itu, plak tersebut juga dapat mengalami pecahan, menyebabkan gumpalan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah atau mengarah pada pembuluh darah yang pecah.


5. Faktor gaya hidup

Gaya hidup juga merupakan salah satu faktor utama yang dapat mempengaruhi kesehatan pembuluh darah. Kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi alkohol yang berlebihan, pola makan tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik dapat berkontribusi secara signifikan. 

Merokok dan konsumsi alkohol berlebih dapat merusak dinding pembuluh darah, mengurangi elastisitasnya, dan meningkatkan tekanan darah. Sebuah studi menunjukkan bahwa perokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami aneurisma dibandingkan non-perokok. Pola makan tinggi lemak jenuh dan garam juga dapat berkontribusi terhadap hipertensi, yang merupakan faktor pemicu penting untuk pembuluh darah pecah. 

SEBELUMNYA

Rekomendasi Bekal MPASI Untuk Mudik & Cara Tepat Menyimpannya

BERIKUTNYA

Hanung Bramantyo: Industri Film Indonesia Kehilangan Peran Distributor

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: