Wamendiktisaintek Stella Christie (kiri), Mendiktisaintek Brian Yuliarto, & Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat I Ketut Adnyana, dalam acara peluncuran Program Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Senin (3/3/2025). Sumber gambar: Kemdiktisaintek.

Program Penelitian & Pengabdian Masyarakat 2025 Dibuka, Simak Ketentuannya

04 March 2025   |   13:11 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan Program Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat tahun 2025. Program ini mengajak para dosen untuk mengajukan proposal penelitian berkualitas yang dapat mendorong inovasi berbasis sains dan teknologi, serta berdampak nyata.

Program pendanaan kompetitif ini akan dibuka mulai 10 Maret hingga 7 April 2025. Adapun, pengusulan proposal dilakukan melalui platform Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA).

Baca juga: Tangkap Peluang Beasiswa Kuliah di China lewat Program Ini

Dalam program ini, Kemdiktisaintek menetapkan delapan bidang fokus riset, yaitu pangan, energi terbarukan, kesehatan (obat), transportasi, rekayasa keteknikan, pertahanan keamanan, kemaritiman, sosial humaniora-pendidikan-seni-budaya, serta bidang riset lainnya. 

Fokus riset ini diharapkan mampu menghadirkan solusi inovatif guna memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan sosial.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengatakan program Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dihadirkan agar para dosen di Indonesia menyukai bidang penelitian, sehingga menjadikan penelitian sebagai salah satu kegiatan yang sejajar dengan pengajaran.

"Kita ingin penelitian ini menjadi salah satu kebiasaan atau budaya ilmiah dari para dosen di Indonesia. Jadi memasukkan proposal itu adalah bagian dari budaya sebagaimana kita menyiapkan bahan untuk pengajaran dan lainnya," katanya dalam acara peluncuran secara daring melalui kanal YouTube Kemdiktisaintek, Senin (3/3/2025).

Brian juga menyarankan bagi para dosen yang nantinya lolos seleksi dan mendapatkan pendanaan penelitian, agar bisa mengajak mahasiswa di tingkat S2 atau S3 sebagai peneliti sehingga kerja penelitian tidak terlalu berat.

"Marilah kita siapkan proposal sehingga penelitian di Indonesia semakin semarak. Kami juga sangat mendorong carilah topik-topik yang relevan terkait kebutuhan pemecahan masalah di Indonesia. Karena dalam penilaian nanti akan mendapat bobot tinggi ketika kita bisa berkontribusi untuk penyelesaian-penyelesaian di Indonesia maupun di daerah masing-masing," ujarnya.

Wamendiktisaintek Stella Christie menuturkan riset merupakan faktor kunci dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia secara keseluruhan dan sumber inovasi untuk pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, terobosan di bidang sains dan teknologi sangat berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi.

Dia memaparkan data dari World Intellectual Property Organization 2023 menemukan bahwa terdapat kaitan antara investasi terhadap riset terhadap persentase GDP atau produk domestik bruto (PDB), dan luaran dari paten suatu negara. 

"Sehingga setiap rupiah yang kita investasikan dalam penelitian memiliki dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi. Secara keseluruhan di dunia, peningkatan riset sebesar 10 persen dalam jangka pendek dapat mendorong pertumbuhan GDP sebesar 0,2 persen, dan dalam jangka panjang dapat mencapai 0,9 persen,” paparnya.


Jenis Program Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat

Ada sejumlah program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bisa diikuti oleh mahasiswa, dosen, maupun kalangan peneliti umum sesuai dengan kemampuan dan kepakaran ilmu masing-masing. Berikut adalah daftarnya.


Program Penelitian

1. Penelitian Pascasarjana

  • Tesis Magister (maksimal pendanaan Rp40 juta)
  • Disertasi Doktor (maksimal pendanaan Rp60 juta)
  • Pendidikan Magister Menuju Doktor Untuk Sarjana Unggul (PMDSU)- (maksimal pendanaan Rp60 juta)


2. Penelitian Dosen Pemula

  • Pemula Afirmasi (maksimal pendanaan Rp30 juta)
  • Pemula Reguler (maksimal pendanaan Rp50 juta)


3. Penelitian Fundamental

  • Fundamental Reguler (maksimal pendanaan Rp150 juta)
  • Kerja sama Antara Perguruan Tingi (maksimal pendanaan Rp150 juta)
  • Kolaborasi Penelitian Strategis (maksimal pendanaan Rp150 juta per tim)


4. Penelitian Terapan

  • Berbasis Luaran Model (maksimal pendanaan Rp250 juta)
  • Berbasis Luaran Prototipe (maksimal pendanaan Rp500 juta)


Program Pengabdian kepada Masyarakat

1. Pemberdayaan Berbasis Masyarakat

  • Pemberdayaan Masyarakat Pemula (maksimal pendanaan Rp25 juta)
  • Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (maksimal pendanaan Rp50 juta)
  • Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (maksimal pendanaan Rp80 juta)


2. Pemberdayaan Berbasis Kewirausahaan

  • Kewirausahaan Berbasis Mahasiswa (maksimal pendanaan Rp100 juta)
  • Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (maksimal pendanaan Rp150 juta)


3. Pemberdayaan Berbasis Wilayah

  • Pemberdayaan Desa Binaan (maksimal pendanaan Rp150 juta)
  • Pemberdayaan Wilayah (maksimal pendanaan Rp200 juta)


Proses Seleksi & Indikator Penilaian

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Fauzan Adziman menjelaskan proses seleksi proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara substantif dinilai oleh dua orang reviewer, yang ditentukan oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM) berdasarkan bidang keilmuannya.

Baik untuk penelitian dasar maupun terapan, sama-sama memiliki indikator penilaian yakni rekam jejak yang relevan, urgensi penelitian, metode, dan referensi. "Kecuali untuk penelitian terapan ditambah dari segi kredibilitas dan bentuk dukungan mitra," katanya.

Sementara itu, untuk program pengabdian kepada masyarakat meliputi sejumlah indikator penilaian yakni rekam jejak yang relevan, urgensi pelaksanaan, metode, implementasi teknologi, dan referensi. "Ini menjadi syarat wajib bagi setiap pengusul untuk seluruh skema yang kita tawarkan," kata Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, I Ketut Adnyana.

Baca juga: SPMB Resmi Gantikan PPDB, Simak Aturan Penerimaan Murid Baru 2025/2026


Jadwal Program Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat BIMA 2025

Berikut adalah jadwal pelaksanaan program Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat BIMA 2025.
  • Pengusulan proposal: 10 Maret-7 April 2025
  • Seleksi proposal: 8 April-14 Mei 2025
  • Penetapan pemenang: 15 Mei 2025
  • Pelaksanaan penelitian/kegiatan: 16 Mei-19 Desember 2025
  • Monitoring dan evaluasi: 29 September-10 Oktober 2025
  • Pelaporan akhir: 19 Desember 2025
  • Validasi luaran: Juni 2026 

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

5 Fakta Film Dokumenter No Other Land Karya Sutradara Palestina dan Israel Peraih Piala Oscar 2025

BERIKUTNYA

Ketika Rekor Box Office Jadi Sebuah Anomali di Balik Layar Bioskop Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: