Meilinda Sutanto pengarang buku 'I Do' (sumber gambar : Meilinda Sutanto)

Resensi Buku I Do, Menciptakan Pernikahan Sehat lewat Metode Konstelasi Keluarga

14 July 2024   |   12:16 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Pernikahan merupakan salah satu fase kehidupan yang akan dilalui oleh hampir seluruh pasangan dalam menjalani hubungan jangka panjang. Namun, menjalani pernikahan tidak selalu diwarnai oleh kebahagiaan. Tentu akan ada berbagai tantangan dan rintangan yang dihadapi oleh setiap pasangan.

Tak sedikit pula yang pada akhirnya harus berakhir dengan kegagalan. Dalam ilmu Family Constellation atau konstelasi keluarga, kegagalan rumah tangga sering kali disebabkan oleh pola rantai toksik yang diwariskan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, mengenali pasangan, keluarganya, dan histori diri sendiri menjadi sangat penting sebelum memulai hubungan jangka panjang.

Memang dalam beberapa tahun terakhir ini, secara tren terdapat penurunan angka pernikahan, peningkatan kasus perceraian, dan maraknya pemberitaan tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Namun, apakah pernikahan seburuk itu?

Menurut terapis konstelasi keluarga Meilinda Sutanto, jawaban dari pertanyaan tersebut adalah tidak, asalkan dapat memilih pasangan yang tepat dan mampu menjalani hubungan yang sehat. Namun, bagaimana caranya? 

Baca juga: Resensi Kemelut Rondasih dan Dua Anaknya, Sebuah Balada Bahtera Rumah Tangga

Meilinda mencoba mengupas tuntas hal tersebut dalam buku terbarunya berjudul I DO yang diterbitkan oleh Gramedia Elexmedia. Ini merupakan buku kedua setelah sebelumnya sukses dengan buku Family Constellation, yang telah dicetak ulang sebanyak 4 kali sepanjang 2023.

Di dalam buku tersebut, Meilinda tidak hanya membahas tentang bagaimana menciptakan wedding seindah tema fairy tale, tapi juga memandu pembacanya untuk mengenali dan memutus trauma turun-temurun yang berpotensi merusak hubungan.

Dengan metode konstelasi keluarga, buku ini membantu pasangan mengidentifikasi masalah hingga ke akarnya, membangun, membina, dan mentransformasi hubungan menjadi lebih sehat, intim, dan memuaskan.

Tema relationship menjadi fokus yang diangkat dalam buku tersebut, mengingat betapa pentingnya setiap pasangan menciptakan dan menjaga hubungan sehat sebagai fondasi kuat dalam membangun dan membina rumah tangga.

Meilinda Sutanto menekankan bahwa hubungan sehat adalah fase penting yang tidak dapat dilewati begitu saja. Mengabaikan hubungan dan langsung fokus pada urusan parenting atau "yang penting anak" dapat berdampak negatif pada perkembangan anak, karier, dan tingkat kepuasan dalam hidup. 

Seiring berjalannya waktu, cinta dan pernikahan berevolusi sesuai zaman. Pernikahan dahulu dianggap sebagai sarana bertahan hidup bagi perempuan, tetapi sekarang pernikahan menjadi pilihan, bukan keharusan. Maka, penting bagi kita untuk menavigasi perubahan ini karena makna kebahagiaan bagi setiap orang berbeda.

Lantas, siapa saja yang cocok untuk membaca buku I DO? Ya, buku ini cocok bagi mereka yang sedang mempersiapkan kehidupan bersama setelah menikah, selain itu juga bagi mereka yang sedang dalam tahap berpacaran serius atau tidak serius.

Termasuk orang-orang yang skeptis atau tidak percaya dengan pernikahan, mereka yang berniat menjalin hubungan tetapi terkendala waktu, tanggung jawab, atau trauma, serta orang-orang yang sudah bercerai dan ingin memulai kehidupan berpasangan lagi. Bahkan, mereka yang sudah menikah tetapi merasa hubungannya sudah mulai hambar pun perlu membaca buku ini.

Meilinda Sutanto berharap, mereka yang membaca buku I DO dapat lebih menyadari betapa pentingnya menciptakan kebahagiaan versi masing-masing. Apakah memilih untuk single, menikah, bercerai, atau menikah lagi, yang penting itu akan jadi pilihan untuk bahagia. 

Baca juga: Resensi Buku Berdamai dengan Innerchild, Sebuah Terapi untuk Menyembuhkan Diri

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Kenalan Dengan 4 Koki Berlisensi Dunia Yang Akan Menyiapkan Hidangan di Olimpiade Paris 2024

BERIKUTNYA

Produser Susanti Dewi di BIFAN 2024: Film Indonesia Tengah Jadi Sorotan Dunia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: