Kemelut Rondasih dan Dua Anaknya (Sumber gambar: Gramedia Pustaka Utama)

Resensi Kemelut Rondasih dan Dua Anaknya, Sebuah Balada Bahtera Rumah Tangga

17 April 2024   |   09:00 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Tak selamanya bahtera rumah tangga diarungi dengan romansa. Kehidupan dalam berkeluarga tak selamanya manis dan sesuai dengan harapan. Dalam berbagai kesempatan, manusia akan menemui momentum penuh kemelut dalam hubungan berkeluarga.

Benang kusut ini mungkin tak hanya terjadi untuk hubungan suami dan istri saja, tetapi juga koneksi antara anak dan orang tua, hingga menantu dan mertua yang tak jarang tampak runyam dan berbelit. Inilah garis besar yang coba dituangkan penulis Minanto dalam buku terbarunya berjudul Kemelut Rondasih dan Dua Anaknya.

Minato mencoba menguliti panas dan redanya kehidupan rumah tangga yang runyam melalui penggambaran karakter pasangan suami istri bernama Manas dan Rondasih. 

Baca juga: Diangkat Jadi Film Layar Lebar, Ini Resensi Novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur
 
Pada lembar-lembar awal buku, penulis membuka plot dengan keadaan rumah tangga keduanya yang sedang tidak baik-baik saja. Bahtera rumah tangga yang harusnya manis, justru goyang.

Hubungannya dengan orang tua dan saudara kandungnya bak benang kusut. Belum lagi, mertuanya yang salah terlihat pilih kasih. Ditambah kedua anak kembar mereka, Roman dan Rojaman yang punya sifat penuh amarah. Bahkan, pasangan suami istri ini juga diharapkan dengan persoalan dengan tetangga sebelah mengenai batas tanah.
 
Dalam buku ini, penulis menguliti satu per satu lapisan persoalan hidup Roandasih dan Manas yang saling bertumpuk. Tentang bagaimana Manas, sebagai sosok ayah memainkan perannya dalam menghadapi problematika keluarga yang dipimpinnya. Dia harus mengimbangi perspektifnya menyikapi masalah rumah tangga sembari menyiasati sifat kedua anaknya yang penuh ledakan.

Namun di balik banyaknya masalah tersebut, penulis mencoba membuka fakta lain tentang kelembutan sosok perempuan. Buku ini mengupas kekuatan luar biasa dari sosok Rondasih dari perspektif seorang ibu. Rondasih digambarkan sebagai ‘obat’ di tengah carut marut masalah keluarga.

Di antara problematika yang panas bak api, Rondasih berhasil menjadi airnya. Dia tenang dan dilukiskan sebagai sumur tanpa dasar berkat sabarnya yang dalam. Ketenangan Rondasih menjadi buah manis keluarganya dalam menghadapi goncangan masalah. Meski rumah tangganya sempat goyang, Rondasih tenang, utamanya di hadapan anaknya yang terbilang sering emosional.
 
Lembar demi lembar buku ini akan membawa pembaca merasakan tensi naik turun. Penulis membuat cerita terasa tegang dengan segudang problematika keluarga yang runyam, kemudian menenangkan dengan sikap dan sifat Rondasih yang penuh cinta dan kasih.

Secara umum, Kemelut Rondasih dan Dua Anaknya ini mengambil pesan moral untuk mengajak pembaca dalam mencermati problematika kehidupan pedesaan oleh kaum rural yang tak jarang penuh dengan cekcok. Melalui buku ini juga, penulis mencoba mengajak pembaca menemukan definisi serta makna keluarga yang terkadang sulit dijelaskan.

Baca juga: Resensi Buku Berdamai dengan Innerchild, Sebuah Terapi untuk Menyembuhkan Diri

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Cek 15 Perusahaan Indonesia Terbaik 2024 Versi LinkedIn

BERIKUTNYA

Eksplorasi Curug Walet & Curug Payung, Surga Tersembunyi di Pamijahan Bogor

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: