Pameran Tempatan di Galeri Nasional Indonesia (Sumber gambar: Hypeabis.id/ Yudi Supriyanto)

Komunitas Perempuan Perupa Empu Gampingan Pamer Karya di Galeri Nasional

30 April 2024   |   19:37 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Komunitas seniman perempuan Yogyakarta, yakni Empu Gampingan, menggelar pameran bertajuk Tempatan di Museum dan Cagar Budaya Unit Galeri Nasional Indonesia. Pameran yang dibuka pada Selasa, 30 April 2024 pukul 19.00 WIB ini akan dimulai untuk umum pada  2 sampai 15 Mei 2024 dan merupakan sebuah perayaan kreativitas perempuan perupa.

Frigidanto Agung, Kurator pameran Tempatan, mengatakan bahwa kata tempatan merupakan perwujudan dari wadah,  di mana perempuan selalu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya dalam ruang domestik yang kadang asing bagi kehidupan laki-laki. 

Baca juga: Suka Karya Seni? Yuk Cek Agenda Pameran Seni Mei 2024 di Jakarta

Ranah lokal perempuan inilah yang menjadi pokok bahasan utama. Sedangkan nama tempatan secara arti adalah proses di balik wadah. “Selain judul pameran, manifestasi dari pergerakan seniman perempuan ini juga terlihat dari ikon pameran yakni siwur, yang memiliki fungsi sebagai tempat air dan selalu bergerak," katanya. 

Dia mengungkapkan bahwa ikon itu memiliki makna yang sama dengan perempuan yang selalu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya dalam ruang domestik maupun lingkungan sekitarnya. Lebih dari itu, siwur juga merupakan sebuah simbol dari kebijaksanaan, kecerdasan dan keilmuan. 

Dalam pameran ini, 25 wanita perupa akan menampilkan karya terbaru dari bidang seni yang mereka geluti, baik murni, interior, atau kriya. Dari karya-karya mereka, para pencinta seni dapat melihat cara wanita perupa mengembangkan gagasannya. 

Selain itu, pameran ini juga memperlihatkan pergerakan perupa perempuan dalam ruang-ruang sosial yang mempunyai puncak artistik. Empu Gampingan, sebagai sebuah kolektif seniman perempuan yang telah berdiri sekian tahun dengan kebersamaan yang solid, memberi tanda bahwa berkomunitas bagi seniman perempuan adalah penting.

Kemampuan untuk terus bergerak dan membuat representasi seni dengan karya-karyanya menjadi ciri khas Kolektif ini. Dalam 5 tahun terakhir, Empu Gampingan sangat aktif dalam melakukan pajang karya dari satu ruang pamer ke ruang pamer lainnya, baik di Yogyakarta atau di Jakarta.

Jarot Mahendra, Penanggung Jawab Galeri Nasional Indonesia (GNI) Museum Cagar dan Budaya Kemendikbud, berharap bahwa pameran ini bisa menginspirasi para perupa seniman lainnya untuk melakukan kolaborasi.

"Artinya, pameran ini tidak hanya berhenti sampai di Galeri Nasional Indoensia. Kami berharap akan menjadi pengaruh bagi seniman-seniman perempuan yang lain untuk menunjukkan bahwasannya Indonesia memiliki banyak senman perempuan dan luar biasa," ujarnya.

Dia menambahkan, Galeri Nasional Indonesia sampai saat ini sudah melakukan kerja sama untuk menampilkan karya dari para wanita perupa atau komunitas wanita seniman. Dengan begitu, Galeri memberikan ruang yang sebesar-besarnya kepada para perempuan seniman. 

Baca juga: Menangkap Pesan Sosial dan Ekologi dalam Karya Bagus Pandega

Untuk diketahui, 25 perempuan seniman yang akan menampilkan karya dalam pameran Tempatan adalah Amber Kusuma; Anik Indrayani; Ary Okta; Avina Candra; Agni Tripratiwi; Bekti Isti; Caroline Rika; Dewi Indah; E. Lestari; Endang 'Lies' Suseno; Feintje Likawati; Hety Nurani H.; Justina TS; KaNA Fuddy Prakoso; Liesti Yanti Purnomo; Lashita Situmorang; Laila Tifah; Media Noverita; Nugra Kristi; Retno Redwindsock; Steph Moe; Tini Jameen; Utin Rini; Warsiyah; dan Yuniar Tristi.

Editor: Fajar Sidik 

SEBELUMNYA

Sensasi Olahan Brisket Autentik Ala Texas Meksiko di Lyma Brisket

BERIKUTNYA

Cek Daftar Lagu Romantis yang Jadi Soundtrack Film The Architecture of Love

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: