Ilustrasi Rapper Tampil Di Panggung (Sumber: unsplash.com/@sebastianervi)

Begini Kabar Terbaru dari 3 Rapper yang Berjaya Era Soundcloud Rap

17 April 2024   |   06:06 WIB
Image
Arindra Fachri Satria Pradana Mahasiswa Mass Communication BINUS University

Perhiasan mencolok, rumah besar, mobil sport, dan pengeluaran mahal lainnya adalah hal-hal yang kerap diasosiasikan publik kepada para rapper. Dengan gaya hidup mewah seperti itu, banyak anak muda khususnya di Amerika Serikat, yang terinspirasi untuk memulai karier rap atau hiphop mereka sendiri.

Salah satu cara termudah untuk memulai karier dalam dunia rap adalah lewat Soundcloud, layanan & platform streaming audio asal Jerman. Platform ini membebaskan penggunanya untuk mengunggah karya secara bebas dan gratis, yang membuka jalan lahirnya era 'Soundcloud rap' sekitar 2014-2016 menurut The Ringer.

Era ini menghasilkan banyak rapper dengan keunikan dan suara berbeda, seperti mendiang XXXTentacion, Lil Uzi Vert, 21 Savage, dan masih banyak lagi. Ada pula rapper dari era ini yang sukses hingga sekarang, melakukan tur dan secara konsisten merilis album dan musik baru. 

Baca juga: 3 Rapper Alternative Dengan Suara Eksperimental

Sayangnya beberapa dari mereka terjerumus ke jalan yang lebih gelap, mulai dari aktivitas kriminal, kebangkrutan, kecanduan, depresi, atau sekadar 'hilang' dari radar. Alasan utama mengapa nasib kelam yang dialami rapper-rapper tersebut terjadi, adalah pengeluaran gila-gilaan setelah menerima sejumlah besar uang dari label rekaman masing-masing.

Idealnya dana tersebut akan digunakan untuk membantu mereka memproduksi musik baru sesuai persetujuan, tapi malah dipakai untuk membeli barang-barang mahal demi ego dan ketenaran. 

Melansir The Franklin Post, rapper dan produser RXDER menyatakan bahwa rapper-rapper soundcloud  "tidak terlalu peduli dengan dunia rap dan hanya menjadi rapper untuk mendapatkan relevansi dan menjadi terkenal", ujarnya.

Jadi, rapper soundcloud banyak yang memiliki nasib yang buruk, walaupun disebabkan oleh diri sendiri. Untuk mendapatkan perspektif yang lebih dalam tentang kelamnya dunia rap, simak kabar 3 rapper dari era Soundcloud Rap. Mulai dari yang paling kelam, hingga bagaimana mereka bangkit dari kegelapan melalui musik baru. 


1. Comethazine 

Frank Jahmier Childress atau kerap dikenal Comethazine, adalah rapper dan penulis lagu asal Amerika Serikat yang identik dengan lirik dan aliran lagu yang ganas dan kasar. Bahkan banyak penggemar rap yang menjuluki dirinya sebagai sosok “antagonis” di dunia rap.

Kariernya meroket pada Agustus 2016, ketika ia merilis EP bertajuk Aloe Vera, menunjukan gaya rap miliknya yang menarik beberapa penggemar baru. Namanya terus berkembang, dan mencapai titik tertinggi pada 2018 ketika dia merilis mixtape debutnya yang berjudul Bawskee.

Salah satu lagu di album ini “Walk”, berhasil duduk di posisi ke-20 dari Billboard Bubbling Under Hot 100 chart pada tahun itu. Mengikuti kesuksesannya, Comethazine memutuskan untuk merilis beberapa album lagi hingga 2022. Namun ketenarannya perlahan meredup.

Tiba-tiba, Comethazine mengunggah foto dan video dirinya sedang memainkan rift gitar pada akun Instagram miliknya. Para penggemar setianya menyadari bahwa penampilanya benar-benar berubah, dengan beberapa memanggilnya mirip dengan gitaris legendaris Jimi Hendrix. Beberapa bahkan berspekulasi dia akan beralih genre ke rock, tetapi hal ini belum dikonfirmasi secara resmi.

Nyatanya Comethazine sekarang memanggil dirinya dengan nama Frank Kole, dan sudah banting setir menjadi seorang sutradara, produser, dan penulis film. Sejauh ini dia sudah menulis, menyutradarai, dan memproduksi tiga film bertajuk 202, Indigenous, dan Doogie.

Dia memproduksi ketiga film ini di bawah rumah produksinya bernama Mazedrome Pictures, yang memiliki situs web untuk melihat beberapa klip singkat dari film karyanya. Menurut situs tersebut, film terbaru 202 garapanya akan ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut. 

Baca juga: Profil Takeoff, Rapper yang Tewas Ditembak Setelah Hadiri Pesta di Texas
 

2. Lil Xan

Terkenal dengan tato di wajahnya dan lirik sedih, Nicholas Diego Leanos adalah rapper asal California yang digemari sekaligus dibenci oleh para penggemar rap. Dia mulai sukses melalui lagu-lagunya yang mellow dengan irama Lo-fi yang dibawakan dengan sangat tenang, meski memiliki beberapa lirik gelap seperti depresi dan problematikanya melawan adiksi. Ini terbukti dengan suksesnya lagu Betrayed pada  2017. Setahun setelahnya merilis album pertamanya bertajuk Total Xanarchy.

Namun kesuksesannya diikuti dengan kontroversi dan kebencian, yang menyebabkan kejatuhan kariernya dalam waktu yang relatif singkat. Ini dimulai dari wawancara dengan Revolt pada 2018. Ketika itu, Lil Xan menyebut musik karya 2Pac, rapper legendaris era 1990-an “membosankan”.

Hal tersebut menyebabkan dia dihujat secara online, dan bahkan dalam kehidupan nyata. Keadaan menjadi lebih buruk setelah sebuah video yang menunjukan sang rapper menodongkan pistol ke seseorang yang melecehkannya secara verbal, ramai diperbincangkan.

Dengan kesehatan mental yang semakin memburuk, ditambah tewasnya sesama rapper Mac Miller karena overdosis, menyebabkan kecanduannya terhadap obat-obatan terlarang semakin memburuk dari hari ke hari. Namun dari Desember 2018 sampai kini, dia mengeklaim sudah tidak ketergantungan dengan narkoba lagi, serta tampak lebih sehat dan bahagia.

Meski tidak sesukses seperti pada era kejayaan Soundcloud rap dulu, kini Lil Xan masih aktif tampil serta merilis beberapa karya baru. Salah satunya adalah lagu yang berjudul Won’t Overdose yang rilis 1 Maret 2024.

Dalam lagu tersebut, sang rapper menjelaskan pengalamanya dengan adiksi, serta sumpahnya untuk tidak menyentuh narkoba lagi. Selain lirik yang bermakna, lagu ini juga menunjukan evolusi suara Lil Xan sebagai seorang musisi. 
 

3. YNW Melly 

Berbeda dengan kedua rapper sebelumnya, YNW Melly jatuh ke jalan yang sangat gelap setelah didakwa melakukan pembunuhan ganda tingkat pertama terhadap dua temanya, rapper Christopher "YNW Juvy" Thomas Jr. dan Anthony "YNW Sakchaser" Williams, pada 2018. Hingga kini Melly masih dipenjara di balik jeruji besi Fasilitas Penahanan Paul Rein di Pantai Pompano, Florida. 

Setelah beberapa kali menjalani persidangan, kasus ini tidak kunjung memiliki akhir. Pada Januari lalu, sang rapper menghadapi sidang ulang yang tertunda, yang seharusnya dilakukan pada 9 Oktober 2023.

Menurut NBC Miami, penundaan tersebut disebabkan oleh berbagai perkembangan dan perselisihan hukum, termasuk pengajuan banding oleh jaksa terhadap putusan hakim yang tidak menayangkan video dokumenter berdurasi 20 menit kepada hakim.  Namun sidang ini pun kembali mengalami jeda, menunggu putusan video tersebut sebagai bukti. 

Baca juga: Jennie BLACKPINK Kolaborasi dengan Rapper Matt Champion Lewat Single Slow Motion

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

5 Film Horor Indonesia Paling Laris Sampai April 2024, Badarawuhi Melesat

BERIKUTNYA

Mengenal Gejala & Penyebab Post Holiday Blues, Perasaan Sedih Seusai Liburan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: