Pameran Seni Rupa Butet Kertaredjasa “Melik Ngendong Lali

Butet Kartaredjasa Bakal Gelar Pameran Tunggal Melik Nggendong Lali di Galeri Nasional

15 April 2024   |   19:22 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Seniman Butet Kartaredjasa bakal menggelar pameran tunggal dengan tajuk Melik Nggendong Lali di Galeri Nasional, Jakarta. Pameran yang akan berlangsung pada 26 April-25 Mei 2024 ini menampilkan puluhan karya terbaru Butet dalam berbagai medium berbeda. 

Melik Nggendong Lali yang menjadi judul besar pameran ini dipilih bukan tanpa sebab. Sebab, judul ekshibisi itu bisa diterjemahkan sebagai bentuk keinginan yang berlebih untuk memiliki, didorong nafsu tak pernah puas, sehingga lali (lupa) terhadap aturan atau hukum yang harus ditaati.

Melalui pameran ini, Butet akan menyuguhkan karya-karya teranyarnya yang merefleksikan berbagai kegelisahan, kritik, dan sindiran terhadap berbagai fenomena yang terjadi di sekelilingnya, termasuk mungkin juga kondisi politik baru-baru ini. 

Baca juga: Kritik Ekologi & Ekspresi Seni Bagus Pandega di Pameran O
 

Itulah sekiranya yang akan mewujud dalam puluhan karya terbarunya yang siap dipamerkan dalam tajuk Melik Nggendong Lali di Galeri Nasional. Pameran tunggal yang menjadi kali kedua baginya, setelah Goro-goro: Bhineka Keramik (2017), juga akan menjadi ajang sang seniman berjuluk Raja Monolog memamerkan langgam visual barunya yang unik.

Akan ada estetika berbeda yang dipertontonkan Butet dalam pameran terbarunya ini. Jika pada tujuh tahun lalu dirinya lebih banyak bermain-main dengan seni keramik, kali ini eksplorasinya akan jauh lebih luas dengan bentuk baru yang segar.

Semua ini bermula dari kebiasaan Butet yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menuliskan nama aslinya, yaitu Bambang Ekoloyo Butet Kartaredjasa, di selembar kertas. Kebiasaan yang dianggapnya sebagai laku spiritual ini dilakukan setelah dirinya berkonsultasi dengan mendiang Arkand Bodhana Zeshaprajna.

Arkand adalah pakar metafisika yang mengamalkan ajaran manutiras. Semacam ritual untuk menuliskan nama secara berulang-ulang. Saat itu, Butet berkonsultasi setelah hal-hal negatif menimpa dirinya.

Butet lalu disarankan kembali memakai nama asli yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Dari sini, mulailah laku ritual menorehkan namanya secara repetitif, intensif, dan penuh penghayatan dilakoninya. Meski sempat putus nyambung, tetapi kini Butet telah sampai pada periode kelima (satu periode menulis 90 hari).

Awalnya, Butet hanya menulis nama seperti biasa di kertas biasa pula. Namun, daya eksploratifnya keluar sehingga perlahan susunan kata itu terus diolah dan dikreasikan menjadi seperti kaligrafi. Maka, munculah bentuk-bentuk yang menyerupai kepala manusia, orang menari, naga, dan aneka figur lain.

Pada akhirnya susunan nama itu terus mencitrakan aneka ragam bentuk berbeda-beda. Proses kesenian yang ditekuninya tersebut kemudian diberi nama ‘wirid visual’. Suguhan seni unik inilah yang bakal mewujud dalam puluhan karya yang dihadirkan oleh Butet di pameran tunggal keduanya ini.

“Kalau 2017 karyanya dieksekusi di atas keramik saja, hari ini saya sudah punya titik pijak berseni rupa melalui wirid visual,” ungkap Butet kepada Hypeabis.id, Senin (15/4/2024).
 

Bagi Butet, wirid visual ini bukanlah sekadar bentuk seni. Dia merasa telah mendapatkan banyak hal yang tak sebelumnya diperolehnya lewat bermeditasi dengan menuliskan nama yang dilakukannya. Wirid visual adalah bagian dari refleksi diri, yang meditatif, dan kontemplatif. Selain wirid nama, Butet juga kerap melakoni wirid visual Nusantara.

Dari wirid visual tersebut, selain akan jadi pameran tunggal dan sebelumnya sudah jadi buku Jejak Wirid Visual, ragam karya khas Butet tersebut juga telah lebih dahulu dipamerkan di Artjog 2023.

Pameran tunggal kedua ini adalah pengembangan dari arsip-arsip wirid yang dieksekusi ke dalam ragam media, dari kanvas, kertas, bordir, batu, hingga logam. Semua karya yang dipamerkan Butet pada pameran Melik Nggendong Lali adalah karyanya yang tersusun dalam rentang 2017-2024. 

Baca juga: Cermin Elastisitas Budaya & Agama dalam Pameran Harmony in Hues di WTC Jakarta

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Begini Tantangan Kuliner Indonesia untuk Bisa Bersaing di Taraf Global

BERIKUTNYA

Instagram Bikin Kebijakan dan Fitur Baru Terkait Konten Dewasa & Seksual

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: