Ilustrasi penggunaan headphone (Sumber gambar: Jani/Unsplash)

Cara Menggunakan Perangkat Audio yang Aman bagi Kesehatan Telinga

15 April 2024   |   22:00 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Gangguan pendengaran masih menjadi masalah serius dalam dunia kesehatan. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan sebanyak 5 persen populasi dunia atau sekitar 360 juta orang di dunia hidup dengan gangguan pendengaran.

Dari ratusan juta penderita tersebut, 32 juta di antaranya merupakan anak-anak. Padahal, 60?ri kasus ini disebabkan oleh faktor yang dapat dicegah. Selain mengintai kelompok anak, gangguan pendengaran akibat paparan kebisingan saat rekreasi juga mengintai 1,1 miliar anak muda berusia 12-35 tahun di seluruh dunia. 

Dokter Spesialis THT-KL  RS Metropolitan Medical Centre (MMC) Anggina Diksita Pamasya mengatakan, potensi gangguan pendengaran pada anak muda meningkat seiring dengan tingginya penggunaan perangkat audio yang kurang bijak.

Baca juga: Penelitian Terbaru: Main Video Game Berisiko Gangguan Pendengaran Permanen
 

Ilustrasi penggunaan earphone (Sumber gambar: Eran Menashri/Unsplash)

Ilustrasi penggunaan earphone (Sumber gambar: Eran Menashri/Unsplash)

Dia menyebut, boleh saja individu menggunakan perangkat audio seperti speaker, headphone, atau earphone. Namun perlu dicatat, pengguna perangkat audio harus menggunakannya dengan bijak. “Dalam 1 hari, batas mendengarkan audio setingkat 85 desibel itu maksimal pada 8 jam. Tidak boleh lebih karena disarankan maksimal di batas 40 jam penggunaan,” katanya.

Selain itu, Anggina juga mengingatkan untuk bijak dalam mengatur volume audio. Menurutnya, batas maksimal intensitas audio berada pada 60 persen dengan waktu paling lama 60 menit dalam sekali periode mendengarkan.

Oleh karena itu, dia menyarankan untuk menjeda waktu sekitar 15-60 menit apabila ingin kembali mendengarkan suara dengan tingkat 85 desibel apabila diperlukan hingga mencapai batas maksimal 8 jam tersebut. “Jadi 8 jam penggunaan maksimal itu berjeda ya, bukan artinya mendengarkan 8 jam secara terus-terusan,” katanya.


Fitur Noise Cancelling

Penggunaan earphone, true wireless stereo (TWS), headphone, dan sebagainya pun mengalami tren kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, data Statista mencatat peningkatan penggunaan TWS hampir mencapai 300 juta unit di seluruh dunia. Dengan penggunaan perangkat audio ini, intensitas dan durasi penggunaan perangkat audio pun meningkat.

Untuk itu, Anggina menyarankan untuk memilih jenis perangkat audio dengan fitur noise cancelling. Menurutnya, fitur ini penting tidak hanya untuk menekan suara bising dari luar tetapi juga mencegah individu menaikan tingkat volume suara tanpa terkontrol.
 
“Tanpa fitur noise cancelling, suara dari luar bisa masuk dan terjadi bising. Tanpa disadari kita sering menaikkan volume terus menerus sampai terdengar jelas. Bisa melebihi batas 60%, dan itu bisa merusak kesehatan telinga jika terpapar dalam waktu lama,” katanya.

Untuk penggunaan perangkat audio personal, Anggina pun menyarankan penggunaan headphone ketimbang earphone. Sebab, penggunaan headphone hanya menyentuh daun telinga, sementara earphone atau jenis perangkat TWS langsung masuk ke liang telinga yang dapat membahayakan kesehatan telinga dan membuat liang telinga menjadi lebih cepat kotor. 

Baca juga: 3 Rekomendasi Headphone dengan Fitur Noise Cancelling Terbaik 2024

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Cek Daftar Ponsel & Tablet Samsung Lawas yang Bakal Kebagian Fitur Galaxy AI

BERIKUTNYA

5 Drama Terbaik yang Dibintangi Kim Soo-hyun selain Queen of Tears

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: