Ilustrasi konsol game lawas (Sumber gambar: Unsplash/Lorenzo Herrera)

3 Konsol Game Retro Menarik yang Gagal Rilis, Ada Sega VR

20 March 2024   |   06:00 WIB
Image
Arindra Fachri Satria Pradana Mahasiswa Mass Communication BINUS University

Video game adalah salah satu industri hiburan yang mengalami perkembangan teknologi pesat setiap tahunnya. Dimulai pada era 90-an, muncul sejumlah konsol gaming yang ikonik, seperti Sony PlayStation, Nintendo 64, SEGA, Gameboy, dan masih banyak lagi hadir membawa revolusi pengalaman bermain. 

Konsol-konsol tadi masih dianggap sebagai bagian dari kekayaan industri gaming, dengan banyaknya konsol jadul yang masih diperjual belikan dan dikoleksi. Konsol-konsol jadul ini umumnya dijual di toko barang bekas, platform e-commerce, dan beberapa toko gaming yang memang memiliki inventori perangkat jadul. 

Namun ada beberapa konsol yang tidak mendapatkan status legendaris seperti konsol yang telah disebutkan. Industri video game memiliki persaingan yang sangat ketat, dengan studio game dan produsen konsol berbondong-bondong mencari inovasi lain untuk lebih unggul dari para kompetitor. 

Oleh sebab itu, tak aneh apabila ada beberapa konsol gim yang gagal masuk pasar dengan berbagai alasan. Untuk mengetahui konsol apa saja yang tidak jadi dirilis, meski telah dikembangkan sedemikian rupa, dan apa yang jadi pemicunya, berikut ada daftarnya. Yuk simak. 

Baca juga: 7 Rekomendasi Game Lokal Seru, Bisa Jadi Teman Ngabuburit
 

1. Sega VR

Menawarkan teknologi virtual reality (VR) pada 1990-an, tentu akan mendapatkan perhatian para gamers kala itu. Diumumkan pada 1991, Sega VR adalah perangkat VR yang dikembangkan oleh Sega of America dan Ono-Sendai. Alat ini direncanakan untuk menjadi aksesori tambahan konsol Sega Genesis, dan dijadwalkan rilis pada 1993. 

Aksesori ini memiliki desain yang ringan agar dapat digunakan untuk waktu lama, serta dilengkapi dengan berbagai teknologi revolusioner pada masanya. Mulai dari layar LCD ganda pada visor-nya, sensor internal head-tracking, teknologi 3D stereoskopis, dan headphone stereo internal. Dengan fitur sebanyak ini, perusahaan sudah berharap bahwa Sega VR dapat menjadi produk teknologi yang laris.

Namun pengembangan produk ini mengalami keterlambatan, sampai akhirnya pada akhir 1994, perusahaan mengumumkan bahwa Sega VR batal rilis. Melansir Medium, para pengembang Sega VR telah menyatakan bahwa perangkat ini dapat menimbulkan masalah kesehatan motion sickness pada anak-anak yang menggunakanya. 

Kegagalan Sega VR menandai sejarah kelam masa lalu lalu Sega, dan sejumlah spekulasi menyebut hal tersebut menjadi alasan mengapa sekarang mereka adalah perusahaan pengembang software dan tidak pernah mengembangkan hardware lagi.
 

2. Super NES CD-ROM

Hasil kolaborasi dari Sony dan Nintendo, Super Nintendo Entertainment System CD ROM (Super NES CD-ROM) adalah sebuah aksesori tambahan untuk konsol Super NES. Perangkat ini memberikan penggunanya opsi untuk bermain game dengan format CD.

Tentunya ini menjadi sebuah berita menyenangkan bagi para gamers dan tim pengembanya, karena akan meningkatkan performa dan kualitas bermain dari konsol Super NES secara keseluruhan. 

Peningkatan Kapasitas penyimpanan, waktu muat yang lebih cepat, dan biaya produksi yang lebih murah, adalah beberapa aspek yang membuat game dengan format CD jauh lebih baik dibandingkan dengan format cartridge yang biasa digunakan.

Namun sebelum berhasil menggunakan format ini, Nintendo mengalami masalah lisensi serius yang memerlukan negosiasi. Pasalnya format CD-ROM standar dilisensikan dan dimiliki oleh Philips dan Sony, sehingga Nintendo kemungkinan harus mengembangkan format CD-ROM khusus. 

Masalah tersebut dan kekhawatiran atas waktu pengembangan yang berkepanjangan, serta kegagalan komersil Sega CD, menyebabkan hanya 200 sistem prototipe yang berhasil diproduksi.

Melihat produk ini tidak memiliki arah yang jelas, Nintendo akhirnya memberhentikan pengembangan SNEC CD-ROM secara keseluruhan pada 1993. Mereka lantas mengarahkan fokus para karyawan kepada pengembangan konsol Nintendo 64, salah satu konsol terbaik dari era 1990-an.
 

3. Infinium Labs Phantom

Awal 2000-an jadi pintu pintu inovasi bagi dunia teknologi, salah satunya dengan kabar pengembangan konsol Infinium Labs Phantom. Konsol yang diumumkan pada 2002 ini, dijanjikan memiliki banyak fitur yang sangat futuristis pada masanya.

Sistem pengiriman unduhan langsung, layanan game berdasarkan permintaan, dan memungkinkan pemain untuk melihat permainan sebelum membeli, adalah beberapa fitur yang pada awalnya ditawarkan oleh pengembang konsol tersebut. 

Namun segalanya mulai memburuk untuk konsol ini, karena CEO Infinium Labs Timothy Roberts, terlibat dalam praktik bisnis yang dipertanyakan. Ini termasuk skema investasi pump-and-dump, yang kemudian diklasifikasikan sebagai penipuan. Kasus ini menyebabkan munculnya banyak masalah lain dalam pengembangan konsol gimnya.

Melansir dari Gizmodo, berkurangnya minat di balik produk, kurangnya demo fungsional dan permainan berlisensi, tantangan pendanaan yang kurang, sampai manajemen keuangan yang buruk, berkontribusi pada kegagalan hadirnya konsol Infinium Labs Phantom yang berujung pada dihentikannya produksi massal. 

Baca juga: Rekomendasi 8 Game Rilis Maret 2024, Lightyear Frontier sampai Dragon’s Dogma 2

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

5 Ide Outfit Bukber Serba Putih Ala Selebgram, Tampil Elegan Kekinian

BERIKUTNYA

Sejarah Penggunaan Wayang Kulit yang Jadi Medium Dakwah Islam di Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: