Samsara. (Sumber gambar: Garin Workshop)

Garin Nugroho Gaet Ario Bayu Untuk Pertunjukan Cine-Concert Samsara di Singapura 10 Mei 2024

16 March 2024   |   09:30 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Sutradara senior Garin Nugroho kembali menggarap karya cine-concert anyar bertajuk Samsara. Pertunjukan ini akan menjadi ajang cine-concert keduanya setelah Setan Jawa yang dibuat pada 2016 silam. Samsara akan dipentaskan di Esplanade Concert Hall Singapura pada 10 Mei 2024. 
 
Seperti namanya, cine-concert merupakan pertunjukan yang menggabungkan film dengan konser musik. Sebagai karya sinema, Samsara adalah sebuah film bisu hitam putih yang kisahnya kental dengan budaya masyarakat Bali. 

Baca juga: Eksklusif Profil Garin Nugroho: Dinamika di Balik Proses Penjurian Festival Film Indonesia 2023
 
Mengambil setting tempat di Bali tahun 1930-an, Samsara bercerita tentang seorang pria dari keluarga miskin yang ditolak lamarannya oleh orang tua kekasihnya yang berasal dari keluarga kaya raya. Pria itu lantas melakukan perjanjian gaib dengan Raja Monyet dan melakukan ritual gelap untuk kekayaan. Namun, dalam prosesnya, ritual ini justru mengutuk istri dan anaknya hingga menderita.
 
Sutradara Garin Nugroho mengatakan cerita pertunjukan cine-concert Samsara terinspirasi dari kecintaannya pada film-film klasik Jerman era 1920-an seperti Nesferatu (1922) dan Metropolis (1927). Pengalaman menonton film-film itu justru membawanya tertarik untuk kembali menggali tradisi lokal. 
 
Nantinya, jelas Garin, pertunjukan Samsara akan menampilkan banyak elemen pertunjukan tradisional Bali seperti orkestra gamelan, tari tradisional, topeng, dan wayang yang dipadukan dengan musik elektronik digital serta tari dan topeng kontemporer.
 
Baginya, proses membuat pementasan Samsara seperti sedang memimpin dan menjalankan upacara tradisi yang hidup di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, lanjutnya, menggarap Samsara laiknya berupacara dengan berbagai profesi, seperti juru rias, juru masak, juru panggung, penari, pemusik, ketua upacara, dan lain-lain.
 
"Setiap upacara merepresentasikan kondisi sosial ekonomi dan lingkungan masyarakat, sehingga dalam proses kreatif Samsara, setiap pemain harus mampu membawa dalam dirinya situasi sosial budaya dalam penciptaan samsara,” kata sutradara yang juga menggarap film Soegija itu.
Pertunjukan Samsara diproduksi oleh Cineria Films, Garin Workshop, dan Lynx Films, yang bekerja sama dengan Esplanade-Theatres on the Bay Singapura dan Silurbarong.co, serta didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
 
Samsara akan dipentaskan oleh aktor Ario Bayu dan penari keturunan Indonesia-Australia, Juliet Widyasari Burnett. Mereka akan beradu peran dengan sejumlah seniman dan penari ternama Indonesia, di antaranya Gus Bang Sada, Siko Setyanto, Maestro tari I Ketut Arini, Cok Sawitri, Aryani Willems, dan penari-penari dari Komunitas Bumi Bajra di Bali.
 
Sementara untuk pertunjukan musik Gamelan Bali dari lakon Samsara akan dibawakan oleh Wayan Sudirana, seorang komposer musik dan etnomusikologi lulusan University of British Columbia, Kanada. Wayan mempelajari musik kuno Bali, berbagai tradisi musik dunia, dari Korea, Ghana, dan India, serta musik klasik barat.
 
Di samping sajian musik tradisional, pementasan ini juga akan diiringi oleh musik elektronik digital yang dibawakan oleh grup musik Gabber Modus Operandi, yakni Kasimyn dan Ican Harem, yang menyajikan hasil persilangan beberapa genre musik. Baru-baru ini, mereka juga berkolaborasi dengan bintang musik internasional, Bjork, dalam album terbarunya, Fossora (2022).
 

Samsara. (Sumber gambar: Garin Workshop)

Sementara dari tim produksi, lakon Samsara melibatkan para seniman yang telah berpengalaman dan mendapatkan penghargaan atas karya-karyanya. Mereka adalah Gita Fara dan Aldo Swastia yang bertindak sebagai produser, penata busana Retno Ratih Damayanti, penata artistik Vida Sylvia, sinematografer Batara Goempar, I.C.S., dan koreografer Ida Ayu Wayan Arya Satyani (Bumi Bajra). 
 
Di bawah penyutradaraan Garin Nugroho yang visioner dan kerja luar biasa dari tim kreatif yang hebat, Samsara menjanjikan pengalaman sinematik yang berani dan mengesankan, serta dengan apik menyatukan bentuk seni, nuansa, dan tradisi Indonesia masa lalu dan kontemporer. 

Baca juga: Melodrama, Surat Cinta Garin Nugroho untuk Perfilman Indonesia
 
Adapun, bagi kalian yang ingin menonton pertunjukan Samsara, sudah bisa membeli tiketnya melalui link berikut ini. Tiket dijual dengan kisaran harga 28–70 Dolar Singapura atau sekitar Rp350.000–Rp800.000. 

Editor: Fajar Sidik 

SEBELUMNYA

Pegiat Lari Merapat, Lomba Trail of The Kings Bakal Dihelat di Danau Toba

BERIKUTNYA

Tengok Kondisi 3 Sirkuit Legendaris Balapan F1 yang Tak Lagi Jadi Tuan Rumah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: