Hidup Sehat Bukan Sekedar Gaya karya Mifta Novikasari (Sumber gambar: Gramedia)

Resensi Buku Hidup Sehat Bukan Sekadar Gaya: Angkat Nilai Keseimbangan Fisik, Mental & Religi

16 March 2024   |   07:30 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Dalam perjalanan kehidupan sehari-hari, manusia kerap lupa akan nikmat sehat. Saat sakit mendera, manusia baru mengebut langkah-langkah penyembuhan. Padahal, langkah pencegahan sejatinya menjadi yang utama dalam aspek kesehatan. Oleh karena itu, sehat merupakan bagian dari nikmat yang patut disyukuri.

Setidaknya, itulah benang merah dari 204 halaman yang dituliskan oleh Mifta Novikasari dalam buku Hidup Sehat Bukan Sekadar Gaya. Seperti judulnya, buku ini mengupas bahwa hidup sehat tidak hanya bisa dipandang sebagai gaya.

Baca juga: Cara Reservasi & Daftar Anggota di Perpustakaan Umum Taman Ismail Marzuki Jakarta

Tentu, kita mengenal istilah gaya hidup sehat. Namun, Mifta mencoba mengulik sisi lain dari apa yang disebut sebagai hidup sehat terlepas dari konsep gaya. Manusia boleh menerapkan hidup sehat sebagai gaya yang berdasar pada rutinitas, konsep, dan prinsip tertentu. Akan tetapi, rasa mensyukuri juga tak lepas dari bagian-bagian ini.
 
Pada bagian awal buku, penulis menjabarkan tentang konsekuensi saat manusia tidak menjaga gaya hidup dengan baik. Misalnya, melalui ujian sakit dan terlenanya manusia dengan waktu luang. Banyak waktu luang yang tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk menjaga kesehatan seperti berolahraga.
 
Kemudian pada bagian selanjutnya, penulis mengaitkan konsekuensi tersebut dengan konsep produktivitas. Kondisi sakit tentu akan mempengaruhi produktivitas manusia. Dengan tubuh yang kuat, hendaknya manusia pun makin giat.

Selain produktif dalam kerja, buku ini juga mengulas kaitan nikmat sehat dengan produktif beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Kaitan ini menegaskan menjaga kesehatan tubuh juga merupakan salah satu bentuk syukur dan nikmat kepada Tuhan.
 
Penulis juga menelaah tentang nikmat menjalani hidup yang bisa dioptimalkan oleh manusia, mulai dari cara hidup sehat, panduan makan dan minum, hingga urgensi istirahat cukup dan tip agar berolahraga secara konsisten.

Tidak hanya memberikan cara dan tips, penulis menjelaskan langkah-langkah untuk menyusun skala prioritas dalam menjaga pola hidup sehat lengkap dengan jadwal aktivitas harian. Skala prioritas dianggap penting untuk menyesuaikan kegiatan dari yang paling penting sesuai dengan urutan.
 
Konsep-konsep pengembangan diri seperti pentingnya mencintai diri sendiri (self-love) untuk mensyukuri nikmat pun diulas penulis dari aspek mental. Bagaimana konsep mencintai diri sendiri ini perlu dilakukan di samping menjaga kesehatan fisik.

Konsep pengembangan diri lain dalam pola makan seperti mindful-eating pun disampaikan dengan jelas. Praktik makan dengan menjaga kesadaran penuh ini membantu manusia mampu mengenali emosinya dengan penuh.
 
Secara garis besar, buku ini mencoba memetik beberapa aspek untuk menyesuaikan gaya hidup secara mental, fisik, dan religi. 

Baca juga: Diangkat Jadi Film Layar Lebar, Ini Resensi Novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur

Penulis menceritakan bagaimana ketiga aspek ini saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain dalam menjani aktivitas yang produktif. Tanpa salah satu dari aspek mental, fisik, atau religi yang baik, manusia sulit mengoptimalkan produktivitas dan cenderung menyepelekan rasa syukur.

Editor: Fajar Sidik 

SEBELUMNYA

Baca di Tebet Bawa Konsep Perpustakaan yang Homey & Unik, Kutu Buku Wajib Mampir!

BERIKUTNYA

Awas, Bahaya Makan Mi Instan saat Sahur

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: