Anak yang tidak dapat mengelola emosi dapat mengungkapkannya berlebihan dan meledak-ledak (Sumber gambar: pexels/ mohamed abdelghaffar)

Ajarkan Anak Kelola Emosi dengan 4 Cara Ini

14 March 2024   |   14:28 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Salah satu sikap anak usia dini yang mungkin kerap dihadapi oleh bunda dan ayah adalah marah yang berlebihan atau meledak-ledak. Guna mengatasi kondisi tersebut, orang tua perlu melakukan pendampingan agar anak dapat mengontrol diri dan amarah secara bertahap.

Pendidik Rumah Main Cikal Lebak Bulus Putri Bayu Gusti Megantari Pratiwi mengatakan bahwa orang tua dapat mendampingi anak usia dini untuk belajar mengelola amarah, sehingga mereka dapat meluapkannya dengan lebih baik.

Menurutnya, langkah tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan cara orang tua yang membentak atau memarahi anak ketika buah hati sedang marah berlebihan dan meledak-ledak. Dia menambahkan, ada 4 cara yang dapat dilakukan bunda dan ayah dalam mengajari anak mengelola amarah.

Baca Juga: Efek Sentuhan Ibu-Anak Pada Aspek Emosional, Sosial & Kognitif Jangka Panjang

Berikut cara-caranya:
 

1. Mengenalkan dan nendampingi anak memahami emosi dasar manusia

 

Raut marah (sumber gambar: Canva/yuriarcurs)

Raut marah (sumber gambar: Canva/yuriarcurs)

 

Langkah awal membantu anak mengolah rasa marah adalah dengan mengenalkan dan mendampingi anak untuk memahami emosi dasar manusia secara lebih baik. Orang tua dapat memperkenalkannya lewat cerita atau tontonan.

Kemudian, bunda dan ayah secara rutin mengajak anak berbicara tentang emosinya. Selain marah, emosi dasar manusia lainnya yang dapat diperkenalkan oleh orang tua adalah senang, sedih, jijik, dan takut.

Kemudian, orang tua juga dapat membuat anak paham dengan emosi dasar manusia melalui kalimat afirmasi, seperti menanyakan perasaannya atau memberikan pernyataan yang dapat membuat mereka terbiasa mengenali perasaannya sendiri.

Bunda dan ayah juga dapat menanyakan alasan emosi yang dirasakan oleh anak jika sang buah hati sudah memiliki kemampuan berbicara 2 – 3 kata. Semua hal tersebut untuk membuat anak semakin sadar dan paham emosinya serta mengasah kemampuan komunikasinya dalam mengungkapkan perasaannya dengan lebih baik.
 

2. Mengenalkan, mengajarkan, dan menerapkan teknik mengelola marah bersama

 

Mengajarkan soal emosi (sumber gambar: Canva/Gustavo Fring)

Mengajarkan soal emosi (sumber gambar: Canva/Gustavo Fring)



Bunda dan ayah juga dapat mengajarkan teknik mengelola marah sebagai cara kedua. Teknik itu seperti mengatur nafas, berhitung, atau menjauh ke tempat yang lebih tenang jika kemampuan komunikasi anak dalam mengekspresikan emosi sudah baik.

Saat mengajarkan teknik mengelola marah, orang tua juga perlu mengelola ekspektasi yang dimiliki lantaran kemampuan mengelola emosi tidak dapat terbentuk secara singkat. Bunda dan ayah juga perlu memahami bahwa anak usia 2 dan 4 tahun memiliki kemampuan emosional yang berbeda.
 

3. Ikutsertakan anak dengan kegiatan sensorik dan motorik

 

Kegiatan anak (Sumber gambar: Canva/pixabay/yohoprashant)

Kegiatan anak (Sumber gambar: Canva/pixabay/yohoprashant)



Langkah ketiga orang tua dalam mendampingi anak mengontrol emosi adalah dengan mengikutsertakan buah hati dalam kegiatan yang dapat menstimulasi sensorik dan motorik. Kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan atau kesiapan interaksi anak agar mampu melakukan penyesuaian dan kontrol emosi di ruang publik.

Dengan begitu, anak tidak akan menunjukkan ekspresi yang berlebihan atau amarah yang meledak-ledak. Anak-anak yang kurang mendapatkan stimulasi sensorik akan mengalami reaksi yang berlebihan/kurang peka terhadap situasi di sekitarnya.

Mereka akan kesulitan menyesuaikan diri dan mengontrol emosi. Kemudian, anak-anak yang kurang mendapatkan stimulasi motorik juga akan mengalami kesulitan melakukan koordinasi diri.
 

4. Tidak menyepelekan perasaan anak

 

Emosi pada anak (Sumber gambarcanva/Odua Images)

Emosi pada anak (Sumber gambarcanva/Odua Images)



Langkah orang tua yang tidak menyepelekan perasaan anak merupakan cara penting lain yang harus dilakukan dalam mendampingi anak mengontrol emosi. Situasi yang mungkin sepele bagi bunda dan ayah tidak menutup kemungkinan adalah keadaan yang besar bagi anak.

Kemudian, orang tua juga tidak meminta anak menahan emosi negatif yang dirasakan oleh sang buah hati seperti mengatakan jangan nangis atau jangan marah. Langkah orang tua menyuruh anak menahan emosi yang dimiliki tidak serta merta membuat emosi anak hilang. Emosi yang terpendam justru bisa memicu kemungkinan ledakan emosi yang jauh lebih besar pada kemudian hari.

Baca Juga: Kekerasan Emosional dalam Sebuah Hubungan, Sering Terjadi Tanpa Disadari

Editor: M. Taufikul Basari

SEBELUMNYA

Huawei Segera Meluncurkan MatPad 11.5 PaperMatte Edition di Indonesia

BERIKUTNYA

Kandungan dan Manfaat Lip Gloss, Bikin Bibir Auto Lembab

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: